WartaJazz.com :: Tempat Mangkal Pecinta dan Pemerhati Jazz Indonesia
       
         
   


OPIJAZZ > JAZZ + ROCK = FUSION ???
"Bermain musik jazz tetapi disebut rocker"
oleh : Yusuf Giwangkoro



Jazz, musik yang sering dianggap musik elite, susah diterima, musik milik generasi tua dan kadang cenderung exclusive karena dinikmati oleh kalangan tertentu saja sebenarnya adalah salah satu jenis musik yang selalu berkembang menyesuaikan jaman. Sejak diperkenalkan musik jazz sebelum perang dunia I sampai sekarang, musik jazz senantiasa berkembang mengikuti selera pemusik dan penikmatnya bahkan oleh kaum muda yang gemar musik rock-pun, musik jazz dituntut untuk berubah dan berkembang.

Perkembangan dan perubahan sejarah dunia musik pada dekade tahun 60 an merupakan suatu catatan besar dalam dunia musik, pada pertengahan tahun 60 an dimana musik rock'n roll, soul dan blues mencapai klimaksnya membuat generasi muda saat itu mulai meninggalkan musik jazz, mereka para generasi muda sangat memuja musik rock dan bahkan mendewakan para musisinya. Apakah kekuasaan musik rock pada jaman itu mampu meruntuhkan semangat dan konsep bermain para musisi jazz? Ternyata tidak.

Beberapa musisi muda yang sebelumya pernah bermain sebagai pendukung para tokoh jazz terkenal seperti saxophonist Wayne Shorter dan pianis Joe Zawinul yang mendukung Miles Davis pada album Bitches Brew membentuk group legendaris The Weather Report pada tahun 1971, juga gitaris John McLaughlin yang pada awal kemunculannya sempat bermain blues saat mendukung Alexis Korner dan Graham Bond, dan menjadi pendukung pada album Miles Davis In A Silent Way dan Bitches Brew, akhirnya melejit disaat membentuk groupnya sendiri Mahavishnu Orchestra bersama Billy Cobham, Jan Hammer dan Jerry Goodman. Para musisi muda yang bermain jazz itu mulai memainkan jenis musik baru yang disebut FUSION, suatu jenis musik jazz yang disebut bercampur rock, blues, soul, latin dan kadang dicampur etnik musik seperti ditunjukkan oleh John McLaughlin pada solo albumnya.

Andil musisi legendaris Miles Davis pada kelahiran jazz fusion amat besar, sebab dialah yang mendominasi awal kemunculan jazz fusion. Coba simak album Miles Davis Bitches Brew dan In A Silent Way atau Filles de Kilimanjaro.

Kemunculan album Miles Davis pada akhir tahun 60 an tersebut dapat diterima oleh generasi muda yang sebelumnya menggemari musik rock. dAn langkah besar Miles Davis dalam jazz fusion segera diikuti oleh jazzer muda seperti Chick Corea, Herbie Hancock, Billy Cobham, Herbie Mann serta puluhan bahkan ratusan lainnya yang memainkan jazz fusion hingga sekarang.

Dalam perjalanannya musik jazz ternyata semakin digemari oleh para rocker yang sebelumnya juga pernah bermain musik blues seperti Jon Hiseman, drumer pendiri group Colosseum, Steve Morse si gitaris pendiri group Dixie Dregs, yang pernah mendukung group Kansas dan terakhir bermain di Deep Purple. Dan pada tahun 70 an bermunculan group yang memainkan jazz rock, yang bermainnya lebih keras lagi dari jazz fusion karena permainnya sudah banyak menghilangkan alat-alat musik akustik. Walaupun kadang group jazz rock yang muncul itu memainkan alat musik akustik, namun tetap terasa beda dengan yng masih murni memainkan jazz fusion. Perbedaan yang ada tentunya dengan menyimak album-album dari group atau musisi yang pernah dirilis.


>> Selanjutnya



Kembali ke Index OpiJazz
Kembali ke Halaman Depan

 

 

        Copyright © 1996-2005 Warta Jazz.com All right reserved
Dilarang mengutip, memperbanyak atau memanipulasi isi website ini
tanpa izin tertulis dari WartaJazz.com
Comments, Suggestion and Feedback send to info@wartajazz.net