FestivalJava Jazz Festival

Soulbop Band Live: Sebuah Band Bertabur Bintang

Axis Java Jazz Festival 2010 banyak menjanjikan nilai plus untuk para pecinta musik jazz di tanah air. Bertaburan bintang jazz dari negeri kita sendiri maupun dari kancah internasional. Dari manca negara salah satunya adalah Soulbop Band Live. Kelompok ini sudah dibentuk sejak 2005 dengan konsep menampilkan banyak bintang;  Bill Evans (saxophone) dan Randy Brecker (trumpet) serta drummer Steve Smith, gitaris Hiram Bullock, bassis Victor Bailey dan pianis Dave Kikoski. Gaya musik all-star band ini mencakup spektrum yang luas, dari funk ke straight ahead. Bill Evans menyebutkan band ini laku keras, ada banyak permintaan memanggungkan Soulbop. Tetapi karena kesibukan masing-masing personil kadang sulit untuk memenuhinya.

Maka jangan lewatkan “Soulbop Special Edition” di festival ini, sebuah ansambel musik yang menampilkan Bill Evans, Randy Brecker, Rodney Holmes (drum), Darryl Jones (bass) serta aksi dua gitaris Steve Lukather dan Robben Ford.  What? Tentu sayang sekali kalau kita mengabaikan nama-nama tersebut begitu saja. Masing-masing mempunyai kekuatan dan karisma yang mapan. Berikut ulasan singkat mengenai para pendukung Soulbop Band Live kali ini.

Bill Evans

Bill Evans mulai bermain piano sebelum beralih ke tenor sax.  Di usia 22 tahun Evans direkrut memperkuat band kembalinya Miles Davis di awal 1980an. Bersama legenda Miles Davis ia merekam 6 album serta tur dunia dalam kurun waktu 4 tahun. Berikutnya adalah era Evans bersama John McLaughlin dan Mahavishnu Orchestra. Selama 3 tahun ia melakukan tur dan merekam 3 CD.

Sebagai artis solo, Nominator Grammy ini telah  merekam banyak gaya yang berbeda selama bertahun-tahun karir bermusiknya. Ia melampaui batas-batas jazz tradisional, masuk ke wilayah hip-hop, fusion, reggae, musik Brasil dan menghentak dalam irama funk. Petualangan Evans makin liar saat ia mengerjakan ”Soulgrass”, sebuah campuran jazz, funk dan akar musik American styles di tahun 2005. Kolaborasi yang ia lakukan saat sesi ”Soulgrass”; bersama legenda banjo Bela Fleck, Sam Bush (mandolin), Stuart Duncan (biola), Jerry Douglas (dobro) dan Pat Bergeson (gitar akustik & harmonika) serta bassis Bela Fleck & The Flecktones band, Victor Wooten, Vinnie Colaiuta (drum), Mark Egan (electric bass), Bruce Hornsby, Clifford Carter dan Dave Kikoski (keyboard), David Charles (perkusi) dan John Scofield pada gitar, merupakan salah satu momen penting karir Evans. Album “The Other Side of Something” yang dirilis akhir 2007 merupakan inspirasi terbaru Evans mesubtraksi jazz dan bluegrass dengan penambahan tunes Celtic dan Irlandia. Di album itu saksofonis ini-pun ikut menjadi vokalis.

Robben Ford

Namanya tak bisa lepas dari kelahiran fusi kontemporer Yellowjackets pada 1977. Robben Ford memang terbilang versatil menggenapi seksi gitar formasi aneka aliran tanpa mengkompromikan akar blues-nya. Akar yang menjadi refleksi dengaran 60-an semisal Aretha Franklin dan Otis Redding, pada usia belasan. Jadi, entah itu di belakang tur George Harrison, band Joni Mitchell, awal perselingkuhan jazz ajakan Tom Scott di LA Express (1974), maupun Miles Davis (koleksi Montreux, 1986), Ford meramu pukau lima nada tanpa kehabisan kombinasi kreatif. Cap moderen bahwa blues adalah gitaris elektrik (rock) yang sekaligus (sebagai komplemen call-and-response) menyanyi pun disandangnya. Robben Ford belia (pra-Miles Davis, 1972 – 1976) dapat kita nikmati dalam kompilasi “Anthology: The Early Years”. Di 2009, ia merilis “Soul On Ten” yang menunjukkan bahwa tidak nampak tanda-tanda Ford gaek mulai pensiun dari sorot pentas blues-jazz. Rekaman ini merangkum arransemen ulang nomer klasiknya di antara materi segar seolah menjawab taktis pertanyaan, “Apakah blues menjemukan?”

Steve Lukather

Tidak salah lagi, dia adalah salah satu leader dari group pop rock terkemuka Toto. Keberadaannya di dunia musik kelompok ini sudah tidak diragukan lagi.  Di awal 1980an, Toto sudah mendominasi beberapa peringkat tanggal lagu seperti Billboard Chart atau pun MTV. Gitarisnya adalah Steve Lukather.

Di samping kesibukannya bersama Toto, musisi kelahiran 21 Oktober 1957 ini mempunyai banyak agenda bermusik dengan berbagai musisi, dari Elton John, Michael Jackson, Joni Mitchell, Chicago sampai Herb Alpert. Bahkan bisa dikatakan salah satu gitaris paling sibuk di kawasan Pantai Barat AS.

Termasuk ketika berada dalam ruang musik jazz, Steve Lukather sering dikaitkan dengan kerja samanya bersama gitaris supergroup Fourplay, Larry Carlton dalam proyek “No Substitutions: Live In Osaka” (2001). Album ini berhasil meraih Grammy Award. Sukses formasi ini, mereka kembali mengeluarkan album “Santamental” (2003). Selain itu, Lukather juga sempat membuat beberapa album solo. Antara lain “Lukather” (1989), “Candyman” (1994) dan “Luke” (1997)

Darryl Jones

Berbicara tentang Darryl Jones, pembetot electric bass ini, kita tidak bisa lepas dari nama-nama besar dalam dunia musik, baik jazz, blues, pop maupun rock. Namanya masuk ke dalam catatan para musisi sekelas Miles Davis, Herbie Hancock, Sting, Joe Cocker, John Scofield, Roben Ford, Mike Stern dan tentu saja supergroup The Rolling Stones. Bahkan Darryl juga terlibat dalam tour para musisi besar seperti Eric Clapton, Madona, Peter Gabriel dan masih banyak lagi. Meskipun selama ini dia hanya sebagai session player dalam sebuah group, tapi perannya cukup besar, permainannya sangat mewarnai rekaman-rekaman dari Miles Davis dan Rolling Stones, bahkan sampai saat ini Darryl masih mendukung beberapa album terakhir dan tour keliling dunia dari The Rolling Stones.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker