Festival

Eksplorasi Spirit Jass KiaiKanjeng

Kiai Kanjeng dan Novia Kolopaking - Festival Musik Indonesia
Kiai Kanjeng dan Novia Kolopaking – Festival Musik Indonesia

Gamelan KiaiKanjeng bukan nama grup musik, melainkan nama sebuah konsep nada pada alat musik “tradisional” gamelan yang diciptakan oleh Novi Budianto dan kawan-kawan. Jika dalam khasanah musik Jawa, terutama pada gamelan, lazimnya sistem tangga nada yang dipakai adalah laras pentatonis yang terbagi ke dalam dua jenis nada; yakni pelog dan slendro, maka pada konsep nada KiaiKanjeng digubah tidak berada pada jalur salah satunya, alias bukan pelog bukan slendro. Maka dari itu meski meski wujud lahiriahnya sama persis dengan gamelan Jawa pada umumnya, namun gamelan KiaiKanjeng sesungguhnya bukan lagi sekadar gamelan Jawa karena tidak bersifat pentatonis tadi dan sekaligus tidak pula diatonis.

Selain itu menyebut nama KiaiKanjeng tentu akan mengingatkan kita pada Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) dimana sudah banyak karya kolaborasi musik-puisi yang mereka hasilkan, diantaranya yang sudah direkam dalam album Kado Muhammad (1996, dengan hits Tombo Ati), Wirid Pandang Bulan, Allah Merasa Heran, Perahu Nuh. Komposisi KiaiKanjeng dan Cak Nun tersebut merupakan suatu gumpalan kekuatan yang dahsyat dan fenomenal yang mengantarkan persenyawaan mereka, sampai sejauh ini, mampu menembus begitu banyak dimensi nilai dan kehidupan.

Pada perjalanannya, nama konsep nada KiaiKanjeng dipinjam untuk semacam tenger, nama jaringan musisi di Jogja yang memiliki kegelisahan kreativitas. Selain Novi bisa disebut nama-nama Joko Kamto, Toto Rahardjo, Bobiet, Bayu Kuncoro, Pak Is Mahardika, Gianto dan masih banyak lagi musisi yang masuk dalam jaringan ini.

Eksplorasi musik mereka hampir tidak membatasi dirinya pada jenis atau aliran musik karena secara musikal alat Kiai Kanjeng memiliki berbagai kemungkinan. Hasilnya adalah pengembaraan cipta mereka yang sangat ragam; dari eksplorasi musik tradisional Jawa, Sunda, Melayu dan Cina, termasuk penggalian dari berbagai etnik lain seperti Madura, Mandar, Bugis dan lainnya. KiaiKanjeng juga tidak menutup dirinya untuk memainkan nomer-nomer Barat modern, pop, blues, jazz (KiaiKanjeng tampil pada pembukaan JakJazz Festival 1995 bersama Dwiki Dharmawan Orchestra), dan juga dangdut.

Indonesian Jass Festival 2013 (IJF 2013) akan menjadi saksi kembalinya jaringan KiaiKanjeng ke festival jazz, setelah mereka berulangkali tampil dalam Festival Gamelan Internasional dan kerap diundang konser di mancanegara, diantaranya adalah tour 6 kota di Mesir (2003), Malaysia (2003, 2005, 2006), Inggris (6 kota, 2004), Skotlandia (serangkai dengan Jerman dan Italia, 2005), Finlandia (2006), Hong Kong (2007), Belanda (2009) dan Abudabi (2009). Ketika di Mesir, KiaiKanjeng mengaransir ulang lagu-lagu “Si Bintang Timur” Ummi Kaltsum dan memperoleh sambutan yang hangat dari penonton mereka disana. Toto Rahardjo, pimpinan projek untuk pementasan KiaiKanjeng di festival ini, menyebutkan, ”KiaiKanjeng tidak memainkan musik jazz, tapi kami lebih eksplorasi pada spirit jazz-nya.”

Jika sebelumnya KiaiKanjeng telah berkolaborasi dengan penyanyi-penyanyi; Trie Utami, Neno Warisman, Novia Kolopaking, Ita Purnamasari, Dewi Gita, alm.Gito Rollies dan alm. Frankie Sahilatua, Haddad Alwi atau Fuad Effendy, maka di IJF 2013 mereka akan berelaborasi dengan Inna Kamarie. KiaiKanjeng akan membawakan komposisi-komposisi asli karya KiaiKanjeng dan lagu-lagu populer (termasuk komposisi jazz standard seperti ”Summertime”) yang diaransemen ulang menjadi ala KiaiKanjeng serta menyesuaikan dengan potensi Inna. KiaiKanjeng yang akan tampil kira-kira dengan 20 orang personilnya – format combo gamelan dan kelompok instrumen gesek – menghadirkan tema ”Keprihatinan dan Pengharapan” sebagai dasar pemilihan lagu-lagu mereka. Dari tema ”Surrender” itu disampaikan pesan semoga ada perubahan hidup yang lebih baik. Ya, semoga dan selamat menyaksikan ekspolarasi spirit jazz dari kolaborasi KiaiKanjeng dengan Inna Kamarie.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
WhatsApp Perlu bantuan?

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker