Djarum Super Mild – Jazz Traffic Jogja 2013 – When Jazz meet Blues

Jazz Traffic Festival 2013 berlanjut. Ada banyak hal yang istimewa dalam konser di penghujung tahun “Djarum Super Mild Jazz Traffic Jogja 2013” – When Jazz Meet Blues” yang dijadwalkan akan berlangsung pada Sabtu 7 Desember 2013, di Grand Pacific Hall Jl. Magelang, Jogjakarta, mulai pukul 18.10 – 00.00 WIB.
Keistimewaan itu adalah dipertemukannya antara hulu dan muara dalam musik jazz, yakni musik blues yang berada di wilayah hulu sebagai awal terbentuk musik jazz. Dan musik jazz itu sendiri yang kini berada di muaranya.
“Pada konser ini, kami mengajak masyarakat pecinta musik jazz agar tahu sejarah jazz itu berasal dari blues,” ujar Rita Noya, promotor konser yang menyelenggarakan Jazz Traffic Festival 2013 sejak 2011 di Semarang.
Keistimwaan lain, hadirnya sebuah kelompok free jazz yang dimotori tiga nama besar dalam Jazz Indonesia yaitu Gilang Ramadhan, Pra Budi Darma dan Indra Lesmana yang tergabung dalam kelompok Kayon. Apa pun nama bajunya, trio ini akan tetap tangguh baik di konsep musikal atau penampilannya.
Kayon adalah proyek yang dibawa trio ini saat tampil di Jerman dan berlanjut dalam bentuk rekaman audio yang dirilis terbatas. Konsepnya sedikit berbeda jika dibandingkan ketika mereka mengusung nama PIG (Pra – Indra – Gilang) pada tahun 1986 silam.
Nama Kayon adalah sebuah gunungan yang biasa menjadi penanda awal dan akhir dalam pentas wayang kulit. Ini adalah simbolime, dari sebuah kehidupan. Pada album Kayon yang bertajuk “Tree of Life” terdapat beberapa komposisi yakni “First Dawn”, “East Cost of Java”, “Panghareupan”, “Little Jakarta”, “Mademato Kamaki Kawosi”, “Makepung”, dan “Kayon”, yang tentu akan dibawakan di Jogja.
Kehadiran Blues dan Big Band
Konser “Djarum Super Mild Jazz Traffic Jogja 2013” juga menampilkan Gugun Blues Shelter, Maliq and D’essentials, Andien dan Kirana Big Band asal Jogja.
Gugun Blues Shelter (GBS) mulai melejit pada awal tahun 2000-an saat mereka memperkenalkan komposisi blues yang lebih ringan menghibur, sehingga band ini memiliki penggemar di kalangan anak-anak muda yang ingin tahu sejarah musik.
Sedangkan tampilnya Maliq D’essentials untuk mewakiliki generasi pop progresif yang juga dianggap sebagai jembatan bagi pecinta musik yang mulai menyukai musik jazz.
Bagi pencinta Andien, kali ini akan terpuaskan dengan penampilan penyanyi yang ditemukan (alm) Elfa Secioria dengan lagu-lagu terkenalnya. Andien bisa jadi sebagai penawar kesejukan di tengah geberan Kayon dan Gugun Blues Shelter dalam konser kali ini.
Lalu hadirnya Kirana Big band sebagai grup tuan rumah pun menambah keistimewaan konser ini, Nama Kirana sudah cukup dikenal ketika mereka beberapamkali tampil di festival jazz di Jakarta. Kirana Big Band akan menambah rasa istimewa pada konser kali ini.
Informasi tiket pertunjukan silakan menghubungi Ticket Box WartaJazz Yogyakarta di telpon 0274-512561 atau silakan datang ke Munggur 50 Demangan Yogyakarta. Harga tiket masuk hingga tanggal 30 November adalah IDR 80.000,- (delapan puluh ribu rupiah), sementara mulai tanggal 1 Desember hingga hari H tanggal 7 Desember, harga akan menjadi IDR 100.000,- (seratus ribu rupiah)


