Festival

Pesta Kuliner ala Semarang di Loenpia Jazz 2015

Loenpia Jazz 2015
Loenpia Jazz 2015

Semarang merupakan kota dengan percampuran budaya Jawa, Arab, Tionghoa dan India. Adanya percampuran budaya tersbut, maka sepanjang sejarah Semarang dikenal sebagai kota dengan kuliner yang beragam. Misalnya lunpia yang merupakan makan khas Semarang yang kerap dijadikan buah tangan wisatawan, merupakan adaptasi dari hidangan tofu ala Tionghoa yang dikreasikan sehingga sesuai dengan selera warga Semarang. Kuliner Semarang yang unik dan beragam menjadi alasan pemilihan tema kuliner untuk Loenpia Jazz 2015.

Tema tak hanya sekedar tema, Loenpia Jazz yang rencananya akan diselenggarakan pada 7 Juni 2015 nanti, akan menghadirkan beragam kuliner Semarang yang akan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu Kasepuhan, Kondang dan Kongkow yang akan menempati koridor-koridor yang telah disiapkan di lokasi acara, Puri Maerakaca. Aditia Ramadhani selaku Content Manager Loenpia Jazz menjelaskan, di koridor Kasepuhan akan kita temui makanan khas Semarang misalnya lunpia, gilo-gilo, tahu gimbal dan lain-lain. Ketika kita berjalan di koridor Kondang, jenis makanan yang akan kita temui akan berbeda dengan koridor Kasepuhan. Di koridor Kondang akan ada makanan yang tengah digandrungi warga Semarang seperti es panekuk, nasi goreng dan gado-gado. Kemudian di koridor Kongkow, kita akan menemukan makanan gaul yang biasanya ada di tempat nongkrong anak muda Semarang seperti di Kedai Surti, Mr.K dan Clapper Movie Cafe.

Tak hanya koridor kuliner, di Loenpia Jazz juga akan ada kirab kuliner yang di Semarang belum pernah ada sebelumnya. Kirab kuliner ini didukung oleh UKM Teater UNDIP dan Drumband dari TK Buah Hati, di mana makanan yang menjadi simbol budaya yang diangkat menjadi tema tahun ini akan diarak keliling Puri Maerakaca, kemudian dibagikan kepada pengunjung yang datang. Di Loenpia Jazz 2015, pengunjung akan merasakan pengalaman yang unik, berkesan dan tidak terlupakan karena pengunjung dapat menikmati ragam kuliner Semarang dalam satu lokasi ditemani dengan alunan musik jazz selama kurang lebih 10 jam dan kemeriahan konten acara lainnya.

Tags

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker