Jak Jazz Festival

Jakjazz Cares 2010, ajang mini festival bertabur musisi jazz legendaris

Founder Jakjazz, Ireng Maulana memang tidak ada matinya. Usia yang sudah separuh abad tidak menghalangi dirinya untuk tetap berkreativitas. Penyelenggaraan Jakarta International Jazz Festival 2010 (JakJazz 2010) yang ditunda dalam rangka simpati dan peduli pada korban bencana Wasior, Merapi dan Mentawai tidak berhenti begitu saja. Jakjazz tahun ini tetap diadakan, namun dalam bentuk mini festival yang berkonsep acara charity (penggalangan dana). Konsep berubah, nama pun berubah menjadi Jakjazz Cares.

Penyelenggaraan diadakan 2 hari, Jumat dan Sabtu tanggal 10 dan 11 Desember 2010 di area Gandaria City mall di bilangan selatan Jakarta. Panitia menyediakan 2 panggung indoor dan 1 main stage yang berada di halaman mall. Sebanyak 28 musisi dan band ikut menyemarakkan Jakjazz Cares. Pengunjung tidak dikenakan HTM, namun panitia menghimbau agar pengunjung ikut menyumbang min. Rp. 20.000 ke dalam boks yang disediakan oleh panitia.

Hari pertama dibuka oleh permainan gitar Dede Vai di mini stage 2. Kemudian, di mini stage 1, berturut- turut band dari kampus the yellow jacket yaitu Slodyoz Jazz UI dan BSO Band UI menampilkan tembang- tembang andalan mereka.

Masih di stage yang sama, penampilan ketiga diisi oleh Duo Guitar & Vocal yaitu Liliek, Phillips dan Dasti. Mereka membawakan tembang lawas Summertime dan Night and Day. Pada ketiga penampilan para musisi tersebut, jumlah pengunjung mini-stage 1 bisa dihitung dengan bilangan jari. Nampaknya, sebagian pengunjung yang sebagian besar terdiri dari opa dan oma tersedot ke mini-stage 2 yang diisi oleh Ireng Maulana Combo.

Kehadiran penyanyi cilik Lana yang mengiringi permainan gitar Ireng Maulana berhasil memukau pengunjung Jakjazz Cares 2010. Suara melengking khas Lana mengundang rasa penasaran siapapun yang melewati area indoor Gandaria City Mall. Penonton yang terdiri dari berbagai usia memadati area mini-stage 2, sebagian bersenandung dan bergoyang sembari menikmati suara Lana. Petang itu ia membawakan Route 66 dan New York New York dengan apik. Pada Jakjazz Cares terjadi pula kolaborasi ciamik antara orangtua dan anak. Anna Andrea, putri Ireng Maulana turut bernyanyi Masquenada dan Loving You mengiringi permainan gitar ayahnya.

Idang Rasjidi Syndicate yang bermain di main stage berkolaborasi dengan Sastrani, sopranos muda yang suaranya mampu menyatu dengan musik yang dibawakan Idang dkk.

Hujan yang mengguyur malam itu tidak menyurutkan jumlah pengunjung untuk menyaksikan penampilan 4 Pendekar Gitar. Sedianya, malam itu tampil 5 pendekar gitar yang terdiri dari Kiboud Maulana, Oele Pattiselano, Agam Hamzah, namun Donny Suhendra berhalangan hadir sehingga diisi oleh gitaris muda bernama Tyo. Semakin larut sebagian pengunjung rela menonton dari jarak jauh dan memadati pintu keluar main stage saat menyaksikan 4 Pendekar Gitar. So, menonton jazz sambil beramal. Mengapa tidak ?

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker