Java Jazz Festival

Joey DeFrancesco, Organis Jazz Terdahsyat di Planet Bumi!

AXIS Java Jazz Festival 2011

Predikat “The Finest Jazz Organist on the Planet!” yang disandang organis Joey DeFrancesco bukanlah sekedar isapan jempol belaka. Gelar tidak resmi tersebut dapat terargumentasi positif waktu menyaksikan langsung aksi Joey di atas panggung. Pada malam terakhir Java Jazz Festival 2011, ia tampil di C1 First Media Hall bersama dua rekan yang juga ciamik, Paul Bollenback (gitar) dan Byron “Wookie” Landham (drum) menjadi Joey DeFrancesco Trio. Bagi penikmat jazz straight-ahead tulen, kehadiran Joey boleh dikatakan sebagai obat kekecewaan; mengingat Charlie Haden dan Maria Schneider batal main di Java Jazz tahun ini.

Musikalitas Joey yang luar biasa adalah sebuah proses panjang yang terus-menerus diolah; Sejak usia enam tahun, Joey biasa nongkrong di klub di kawasan Philadelphia tempat sang “Papa”, John DeFrancesco menggelar pertunjukan. Ia mencuri perhatian sang legenda jazz Miles Davis di sebuah acara televisi lokal pada tahun 1987 (waktu itu usianya baru 16 tahun!) dan berujung ajakan untuk turut serta dalam tur bersama Miles setahun berselang.

Lincah jemari Joey di atas organ Hammond B-3 sangatlah spesifik; gaya soul-jazz dan groove bluesy serta modal jazz jelas terasa dalam tiap permainannya. Kentara juga bahwa salah satu inspirasi terbesarnya adalah organis jazz dari generasi terdahulu, Jimmy Smith. Tercatat dua kali Joey berkolaborasi dengan Jimmy dalam album Incredible! (2000) dan Legacy (2005), rekaman terakhir sebelum Jimmy wafat. Produktifitas Joey terlihat dari rekamannya yang lebih dari dua lusin (salah satunya bersama John McLaughlin, After the Rain, 1994) serta jadwal manggung yang rata-rata 200 kali per tahun. Selain itu, Joey adalah penerima anugerah “top organist” tiap tahunnya sejak 2003 oleh majalah Down Beat. Di samping sebagai organis, pemain trumpet, dan vokalis, Iapun sempat menjadi aktor, komposer, serta produser untuk film arahan Giancarlo Tallarico, Moonlight Serenade (2009).

Malam itu Joey memainkan nomor “Rock With You” yang terambil dari album tribute kepada mendiang “Raja Pop” Michael Jackson, Never Can Say Goodbye: The Music of Michael Jackson (HighNote Records, 2010) bergaya funky dengan selipan solo organ kompleks. Penonton yang mayoritas anak muda menyambut girang. Ada sebuah insiden ketika bass drum mengalami disfungsi, lebih tepatnya jebol. Alhasil, Byron tidak bisa melanjutkan permainan sebelum bagian terbesar dari drum set itu diganti. Pemeo “The show must go on” benar-benar terjadi, sembari menunggu datangnya bass drum pengganti, Joey berinisiatif untuk alih peran menjadi vokalis dengan menyanyikan tembang ballad “Nearness of You” teriring jentikan gitar Paul Bollenback.

Joey DeFrancesco
Joey DeFrancesco

Joey makin gila waktu memberikan encore, nomor berdenyut boogie woogie, “Let the Good Times Roll.” Ia, secara harfiah, berakrobat di atas bangku organnya dan terlihat sesekali berpose terlentang pada susunan bilah-bilah organ bermerk Hammond New B-3 Portable tersebut. Konserpun berakhir selepas pukul sebelas malam. Permainan spektakuler, aksi panggung atraktif, serta pengalaman juga prestasi segudang, Joey DeFrancesco adalah organis jazz paling dahsyat di planet bumi!

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

One Comment

  1. Yep, setuju banget Joey de Francesco mainnya dahsyat banget di JJF 2011. Menurut saya Joey de Francesco adalah the most attractive and top performers di JJF 2011.

    Semua penonton Joey histeris menonton penampilannya. Mudah2an Joey de Francesco datang lagi di JJF 2012.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker