Biang Kerok di Kemayoran (Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012) , Like Father Like Son & Benyamin On Jazz
Panggung paling utara arena Djarum Super Mild Java Jazz Festival (JJF) 2012 adalah bagian seru dengan pengalaman unik pentas di udara terbuka. Capek berjalan jauh ujung ke ujung dari pintu masuk utama akan terbayar proyek hip Indra Aziz BeatBop dalam pesta "musik mulut" (03/03/'12). Dengan kelenturan luar biasa Billy Tamnge "BdaBX" selalu menimpali rekan-rekannya lewat kopian sempurna bunyi scratch, robot berbicara, dan variasi bunyi mekanis lainnya berkomplemen dengan Jevin Julian. "Round N Around" dengan solo horn pakai mulut mengingatkan pada hit Us3 atau trip hop berwarna tango dari Gotan Project. "Sometimes" yang berkelindan dengan samba, hingga "Comes As You Are"-nya Nirvana jadi komplit dengan dukungan Indra Perkasa (bas kontra) dan Riza Arshad (piano digital).

Pernah dengar konser dini hari jazzer Indonesia dan masih disesaki penonton loyal? Kecuali minus kocak dan isengnya MC Farhan jelang pagi di atas panggung, duet ayah-anak Benny-Barry (04/03/'12) adalah reproduksi sukses panggung JJF 2008 silam (saat masih berlokasi di Senayan) yang dilanjut konser 51 Tahun Benny Likumahuwa di Balai Kartini tahun berikutnya. Bedanya adalah album baru secara bersamaan dirilis dengan tajuk "Like Father Like Son" (Platinum Records, 2012). Judul yang diambil untuk sebuah lagu yang dibuat tahun 1972, tetapi baru saat ini dinamai dengan tepat oleh sang istri.
Kemudian tentu saja, Barry Likumahuwa adalah bassist paling sibuk pada festival ini, main saban hari, menyusul namanya yang kini telah melejit jauh dengan penggemar setia format Barry Likumahuwa Project (BLP). "Human Nature" kalem dari flute Benny cukup diiringi bas elektrik Barry dalam kombinasi permainan kord dan double stop. "My Journey With You" pun menyusul dengan menyebutnya sebagai favorit gitaris BLP, Henry Budidharma, menampilkan vokal Indra Aziz.
Biang kerok Kemayoran betulan adalah yang punya nama jalan sekarang dan lahir di situ 73 tahun yang lalu, Benyamin Sueb. Kalaupun lebih maju sehari, bolehlah disebut bahwa orkes Benyamin On Jazz (04/03/'12) merayakan ulang tahun seniman Betawi serba bisa itu. Proyek ini sudah lama tersiar kabarnya dan di tangan pengarah musik Indra Aryadi, berhasil terkumpul musisi-musisi muda dalam kompilasi tribute ini. Nama-nama seperti Yoseph Sitompul (piano digital), Brinets "Idol", dan Zoltan Renaldi tak asing lagi dengan Indra mendukung rekaman maupun live rilis "Duniaku" (Swara Musik/Bravo Musik, 2011). Termasuk pula drummer Demas Narawangsa yang dalam koneksi IYR membawa Dennis Junio (alto sax) dan Albert "Denias" Fakdawer, lalu Didiet violin dari koneksi Kulkul. Kelompok remaja Soundshine pun andil mewakili tribute dari masa yang jauh berbeda.
"Badminton", "Hujan Gerimis", dan "Janda Kembang" yang identik dengan figur pemilik celetukan "muke lu jauh" jadi nostalgia yang mengundang senyum. Musisi senior pun turun tangan, Indro Hardjodikoro menyebutkan bahwa tak ada yang bisa menggantikan Bang Ben. "Saya juga adalah teman Beno, anaknya, waktu SMP," ujarnya pula soal hubungan dengan keluarga almarhum. Selain Indro ada kibordis Krishna Balagita, yang antusias ikut serta menghormati warisan Benyamin lewat cara mereka sendiri: interpretasi jazz. (Arif Kusbandono/WartaJazz)


