JazzTraffic

Bali Kanelop dan Endah n Rhesa Hibur Ratusan penggemar jazz di Jazz Traffic Festival

“Jazz adalah Rumah , Saya tidak tahu artinya, atau apa pengertiannya.  Di dalam Rumah tidak perlu mengenal siapa yang di depan dan belakang.  Yang penting adalah sinergi. JAZZ is A Life”  Ucap Bertha dalam menyapa penonton Jazz Traffic yang hadir (24/11). Pada kesempatan tersebut Bertha, sapaan akrab dari pemilik nama Etta Herawati berkolaborasi dengan Group Bali Kanelop asal Bali yang dimotori oleh Koko Horsoe.

Kanelop sebenarnya adalah kebalikan dari “Enak Pol”. Koko Harsoe seorang gitaris jazz yang sudah merilis 3 solo album. Jazz menurut Koko Harsoe adalah kanvas untuk melukiskan spirit kita berupa bunyi/nada. Sebagai seorang gitaris Koko Harsoe pernah bermain dengan musisi international yaitu maestro Herbie Hancock thn 1997 di Intercontiniental Bali waktu itu Peter Gontha yang bawa dia dan musisi Indonesia yang main selain Koko ada Indro bass, Ito Kurdi dan Inang.

Dimulai dari Eternal Child dan Run for Your Life yang dibawakan sendiri oleh Bali Kanelop hingga Spring can really hang, You up the most, so danso samba, Feeling , dan ditutup dengan lagu Kasih Ibu dimana kelima lagu tersebut dibawakan dengan berkolaborasi dengan Bertha. Antusias penonton terlihat jelas di lagu feeling dan kasih ibu, dimana penonton juga ikut bernyanyi sesuai dengan arahan Bertha. Sesuai dengan yang dikatakan Bertha, yang penting dari JAZZ adalah Sinergi.

Bagi penggemar akustik sudah tidak asing dengan nama Endah n Rhesa. Duo suami istri yang melejit dengan single When You Love Someone ini pada (24/11) juga menyapa publik surabaya di Jazz traffic festival.

Di kedatangannya yang kali kedua, dimana pada tahun sebelumnya juga bermain di acara yang sama berujar, “Jazz itu spontan ” ungkap Endah Widiastuti dalam sesi konfrensi pers. Dalam konfrensi pers tersebut, Endah n Rhesa, memperlihatkan bagaimana mereka mampu membuat lagu secara spontan yaitu lagu yang bercerita tentang kucing yang mengejar tikus. Chemistry dan sinergi diantara mereka terlihat jelas dari bagaimana mereka berdua kompak dapat saling mengisi pada sesi pembuatan lagu pada sesi konfrensi pers tersebut. “Kami tidak berkspektasi apapun. Kami fokus pada penampilan kami di panggung. Jika penampilan kami di panggung baik maka penonton pun juga akan mengapresiasi. Dan kami yakin penonton di Surabaya tahu apakah penampilan kami memang baik atau tidak ” kata Endah menutup sesi konfrensi pers.

Dalam penampilannya, Endah n Rhesa membuat ratusan pengunjung yang memadati indoor exhibition Hall Grand City ikut bernyanyi ketika single mereka ditampilkan.

Bagus Kristomoyo

Jazz-holic and Frame-chaser

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker