Interview

INTERVIEW WITH J.J. Milteau (Pemain Harmonika asal Perancis)

Team Warta Jazz mendapatkan kesempatan wawancara sekitar 20 menit dengan musisi asal Perancis J.J. Milteau sebelum pertunjukan dimulai. Wawancara singkat kami berlangsung selama kurang lebih 10 menit di Lobby Hotel Le Meridien Jakarta. Berikut ini kutipannya :

WartaJazz (WJ) : Kapan anda tertarik pertama kalinya pada Jazz.

J.J. Milteau (J.J) : Sebenarnya saya pertama kali tertarik justru pada Blues pada saat saya masih muda. Saya suka mendengarkan Rolling Stones dan banyak musisi lainnya. Dan saya lebih suka disebut musisi Blues.

(WJ) : Kenapa memilih harmonika, dibandingkan alat musik lainnya.

(J.J) : Saya tidak bisa mengatakan persis apakah ada masalah dengan keuangan, tetapi salah satu sebabnya adalah karena harganya yang murah dan tentu saja ukurannya yang kecil memudahkan saya membawanya. Sebenarnya dulu pernah ada seorang teman saya yang juga memainkan gitar untuk sebuah perusahaan rekaman amerika. Saya lalu membeli sebuah gitar dan membawanya pertama kali ke Inggris, namun saat saya terbangun dari tidur, gitar itu sudah tidak ada. Itulah cerita mulanya.

(WJ) : Anda juga menjadi anggota Les Primitifs du Futur. Bisa diceritakan keterlibatan anda dengan mereka.

(J.J) : Saya suka melakukan kolaborasi dengan banyak musisi. Hal ini memungkinkan kami untuk bekerja sama. Selain itu saya juga bertindak sebagai ‘Sideman’ selama bertahun-tahun. Disinilah kesempatan itu datang, dimana saya banyak berkenalan dengan musisi-musisi yang memainkan jazz.

(WJ) : Anda pernah mendapatkan penghargaan Vitoire de la Musique(French Grammy) di tahun 1992. Apa pendapat anda?

(J.J) : Ya, itu seperti halnya banyak penghargaan yang lain. Hal itu bagus untuk musisi, setidaknya memberikan sebuah apresiasi terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Dan hal itu mungkin bisa menjadi pemacu untuk lebih baik dimasa datang.

(WJ) : Anda juga sangat peduli dengan anak-anak yang mengalami masalah asma, bisa diceritakan lebih lanjut?

(J.J) : Ya, sebenarnya saya hanya mencoba membantu sebagai manusia. Harmonika merupakan alat yang dapat membantu anak-anak dan orang-orang yang mengalami masalah asma untuk melatih pernafasan mereka. Harapan saya, mereka akan lebih tertarik dan bersemangat.

(WJ) : Selain menjadi musisi, anda juga sangat produktif menulis panduan bermain harmonika, apakah anda merasa ‘enjoy’ melakukannya?

(J.J) : Ya, saya sangat menikmatinya. Ide dasarnya adalah membantu orang untuk belajar harmonika. Dan sungguh menarik, bahwa meski buku ini hanya diedarkan di Perancis saja dan ternyata sambutannya cukup bagus.

(WJ) : Mungkin bisa diceritakan visi dari Quintet anda ini.

(J.J) : Quintet ini dibentuk karena saya membutuhkan pemain untuk mendampingi setiap konser saya. Manu Galvin(Gitar) merupakan musisi yang telah 15 tahun bersama saya dimana kami melakukan rekaman dan konser bersama. Sebenarnya ini adalah kali pertama kami keliling dunia dengan Quintet ini. Sebab biaya yang harus dikeluarkan untuk perjalanan ini tentu tidak sedikit. Dibantu Dani Vriet(Gitar dan Biola), Eric Laffont(Drum) dan Laurent Cokelaere(Bass). Dengan bantuan mereka kita dapat memainkan berbagai jenis musik. Dan kami dapat melakukan interaksi dengan penonton dan menjadikan setiap pertunjukan kami lebih menarik.

(WJ) : Apakah anda sependapat dengan pendapat bahwa ‘Music is Universal Language’?

(J.J) : Sebenarnya tidak juga. Menurut saya sebagai musisi kita harus mencoba untuk mengerti dan memahami orang lain dengan demikian kita dapat berkomunikasi dan menyampaikan sesuatu lewat musik kita.

(WJ) : Ada beberapa musisi dari Perancis yang melakukan kolaborasi dengan musisi Indonesia seperti Andre Jaume & Alex Grillo bersama Sapto Rahardjo. Adakah keinginan untuk melakukan hal yang sama?

(J.J) : Ya sebenarnya saya tertarik. Tapi saya tidak tahu persis bagaimana bentuk gamelan sebenarnya. Jadi saya harus mengetahui dan mendengarkan suaranya, dengan demikian saya dapat menilai apakah bisa dilakukan kolaborasi nantinya.

(WJ) : Apakah anda juga melakukan workshop selama Tour Asia ini?

(J.J) : Ya kami berencana untuk melakukannya di Singapura, Hongkong dan Shanghai.

(WJ) : Apa yang anda harapkan dari audience di Indonesia.

(J.J) : Saya tidak tahu persis. Kami datang dari jauh, dan ini merupakan kesempatan pertama disini. Tapi kami berharap penampilan kami tidak mengecewakan.

(WJ) : Ada rencana untuk datang kembali tahun depan misalnya?

(J.J) : Ya saya sangat berharap kesempatan itu akan datang lagi. Saya ingin bermain di kota lain seperti Bandung. Kami sadar bahwa saat ini kesempatan kami disini hanya beberapa hari. Karena saya yakin banyak pelajar Indonesia yang pasti tertarik dengan musik kami. Kalau melihat banyaknya pengunjung yang datang malam ini saya merasa sangat optimis bahwa konser ini akan berlangsung sukses.

(WJ) : Apa rencana anda selanjutnya?

(J.J) : Sekembalinya kami dari tour asia ini, ada banyak rencana. Saya akan mempersiapkan diri untuk melakukan rekaman di Amerika dan bermain dengan musisi blues yang ternama dan itu merupakan suatu hal yang berharga.

(WJ) : Terakhir apa saran anda untuk musisi Indonesia.

(J.J) : Bermain, bermain dan bermain. Itu merupakan cara terbaik untuk mendapatkan kesenangan dan pengalaman. Dan cobalah bermain dengan sepenuh hati, menikmatinya dan buatlah orang lain happy dengan musik anda.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker