Interview

Wawancara singkat bersama Sergio Mendes

Rasanya tak bosan-bosan mendengarkan salah satu koleksi bossa klasik ‘Mas Que Nada’. Tentu saja, wartajazz.com beruntung untuk wawancara singkat via telpon bersama musisi yang pertama mempopulerkan lagu tersebut, Sergio Mendes. Beberapa saat lalu, Mendes baru saja mengeluarkan 2 album sekaligus “Celebration: A Musical Journey” dan soundtrack musik film anyar “Rio”. Berikut cuplikan wawancaranya

WartaJazz (WJ): Halo, apa kabar? Sehat saja kan?

Sergio Mendes (SM): Baik, saya dalam keadaan fit sekarang

 

WJ: Tahun ini, anda mengeluarkan 2 album sekaligus?

SM: Benar, saya mempunyai dua proyek proyek tahun ini. Meskipun salah satunya adalah CD ganda kompilasi, “Celebration: A Musical Journey”, yang mencakup berbagai hits yang saya hasilkan sejak awal karier. Anda bisa menyimak banyak lagu terkenal di dalamnya. Baik karya-karya saya sendiri atau dari para komposer terkemuka lain. Semua diaransemen dalam warna samba dan bossa nova. Selain itu, saya juga ikut terlibat dalam pembuatan soundtrack film “Rio”. Film karya sutradara terkemuka yang juga berasal dari Brasil, Carlos Saldanha.

WJ: Saya sendiri belum melihat film animasi itu, bagaimana hubungannya dengan karya-karya anda?

SM: Saya bertindak sebagai produser dalam soundtrack film “Rio”. Film animasi tersebut menggambarkan suatu keriangan, keceriaan dan kegembiraan yang berkaitan dengan negara kami, Brasil. Tokoh-tokoh film animasi fable tersebut digambarkan dengan berbagai kekayaan flora dan fauna khas Brasil. Kaitannya dengan musik saya adalah keharmonisan dengan warna samba dan bossas yang juga merepresentasikan kegembiraan dan berbagai suasana emosi lainnya masyarakat Brasil. Saya bangga bisa ikut berperan serta dalam proyek ini dan pertama kali juga bagi saya untuk memproduseri soundtrack film.

WJ: Saya lihat beberapa foto yang ada dalam booklet “Celebration: A Musical Journey”. Mereka semua teman anda, termasuk dengan Pele dan Mick Jagger?

SM: Pele adalah sahabat dekat saya. Dia adalah pahlawan kami. Mick Jagger sekedar kenal saja dan sudah lama tidak berhubungan.

 

WJ: Coba kita kembali ke awal karier anda, mengapa anda tidak melanjutkan sebagai pianis musik klasik?

SM: Ketika masih muda saya pernah belajar musik klasik di sebuah konservatorium. Di samping belajar main piano musik klasik. Pada saat itu bossa nova datang dan menjadi trend yang digemari. Akhirnya saya mulai banyak mendengar rekaman-rekaman pianis jazz terkemuka dan sempat membentuk formasi trio di tahun 1960. Kesempatan berkarier sebagai pianis jazz semakin besar ketika Stan Getz, Herbie Mann, Dizzy Gillespie dan lain-lain sering tampil di Brasil. Demikian juga saya dalam menyikapi perkembangan ini. Bagaimana saya merasa tertantang dengan kombinasi secara harmoni dan melodi antara musik jazz dan Brasil. Tetapi, sampai sekarang saya masih mencintai musik klasik juga

WJ: Anda sukses besar ketika tembang ‘Never Gonna Let You Go’ menjadi hit di berbagai negara. Apakah anda merasakan sesuatu yang berbeda ketika dalam dunia bossa, jazz & pop?

SM: Saya rasa tidak ada perbedaan besar di antaranya. Semua tentang harmoni dan melodi. Hal yang terpenting adalah bagaimana kita bisa tampil sebaik mungkin di setiap kesempatan dan jadilah diri sendiri.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker