News

JAZZ DI YOGYA: KOLABORASI DIDIER SQUIBAN DAN SAPTO RAHARJO

Penampilan Didier Squiban di Yogyakarta tadi malam (04/02) mengakhiri lawatan konsernya di Asia dan Indonesia. Setelah menjamu Jakarta(28/01), Bandung(28/01), Balikpapan(31/01) dan Surabaya(02/02) pianis yang dijuluki “Keith Jarrett dari Breton” ini menyuguhkan beberapa komposisi dan improvisasi yang manis, dimana pianonya menunjukkan gaya impresionisme dan banyak bercerita tentang alam dan kehidupan manusia, perpaduan nuansa jazz dan klasikal yang mengalir begitu indah dari permainan pianonya. Pengaruh Debussy dengan kesan minimalisnya maupun Ravel dengan memunculkan suasana gaib dan misteri selalu tercermin dalam setiap komposisi dan improvisasinya meskipun kadang-kadang terselip nada-nada blues dan jazz.

Berbeda dengan konsernya di Erasmus Huis, Jakarta (26/01) ada hal yang yang menarik dari konser di Yogyakarta kemarin yaitu kolaborasi antara Didier Squiban dan musisi kontemporer Jogja Sapto Raharjo. Barangkali inilah perwujudan kata-kata yang diutarakannya dibelakang panggung seusai penampilannya di Jakarta tempo hari. “Saya ingin berkolaborasi dengan musisi-musisi lokal dalam penampilan saya, termasuk musisi dari Indonesia”, demikian kata Didier Squiban.

Seperti diketahui Sapto juga sudah pernah berkolaborasi sebelumnya dengan beberapa musisi jazz perancis seperti Andre Jaume dan Alex Grillo, dan sekali lagi pertemuan antar barat dan timur di lakukan dalam kolaborasi ini. Disini Sapto memainkan alat kendang dan gong, sebuah improvisasi yang menceritakan tentang alam, pantai dan laut menjadi tema kolaborasi ini, permainan kendang dari Sapto lebih banyak mengikuti ritmik dan ketukan dari permainan piano Didier dan hanya bersifat mengimbangi saja, tetapi yang menarik adalah permainan gong dari Sapto Raharjo yang dimainkan secara tidak konvensional yaitu selain dipukul juga banyak membuat gaung dan resonansi sehingga bisa menciptakan dan mendukung suasana yang dihasilkan dari nada-nada yang dimainkan piano sehingga kolaborasi ini terkesan lebih menyatu.

Lagu pembuka yang berjudul “Impression of Asia” merupakan komposisi dari Didier yang tercipta selama perjalanan dia di Asia, di lagu ini dia menampilkan kepiawaiannya berimprovisasi dan mengajak kita berkelana dari perancis ke daerah-derah di asia , dia memadukan unsur musik tradisional Breton dan warna musik-musik folklor dari Asia. Dalam wawancara singkat WartaJazz kala itu, terungkap bahwa Didier Squiban berusaha untuk menampilkan budaya Breton dalam karya musiknya karena dia lahir dari daerah itu. Dan jika kita menyimak karyanya dalam trilogi Molène, Porz Gwen dan Rozbras maka hal tersebut bisa kita rasakan. Dimana ia bertutur tentang sebuah pulau, peninsula dan pelabuhan.

Suasana gaib dan misteri juga muncul dari komposisi didier yang menceritakan tentang alam gaib, juga suasana jazz dan blues yang kental muncul pada komposisi yang menceritakan tentang kehidupan kota di amerika dengan klub-klub musiknya yang banyak memainkan jazz dan blues, walaupun begitu kadang-kadang muncul kesan humor juga dibeberapa komposisinya. Pada saat konser di Jakarta misalnya, ia sempat berkelakar akan memasukkan Setan ke Surga.

Tidak berlebihan jika setelah acara yang dikoordinir oleh Lembaga Indonesia Perancis Yogyakarta ini usai, para penonton banyak yang memuji permainan dari Didier Squiban walaupun masih juga ada yang bertanya apakah dia memainkan jazz atau bukan, hal ini mungkin karena memang jazz yang dimainkan oleh Didier bukanlah jazz yang selama ini banyak dikenal disini, Didier telah mempertunjukan bagaimana jazz juga bisa divariasikan dengan banyak jenis musik tetapi masih dengan spirit yang sama dan bagaimanapun konser malam ini akan lebih memperkaya apresiasi kita terhadap jazz. Teknik permainan Didier dalam memainkan piano juga terkesan sangat menguasai, dimana dia dapat mengatur intensitas dan tempo permainan dan dapat berimprovisasi dengan baik dalam nada-nada minimalis, tidak mengherankan apabila setelah pertunjukan berakhir para penonton masih memberi applaus sehingga Didier dan Sapto harus keluar untuk bermain lagi sampai dua kali.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker