News

Fuzzy Logic, release terbaru dari David Benoit

Komposer-pianis David Benoit, yang telah lebih dari 15 tahun dalam karirnya membantu sejumlah pionir dalam dunia contemporary jazz kembali mempersembahkan karyanya berupa album terbaru dengan titel Fuzzy Logic, demikian informasi yang kami terima dari pihak Universal Music Indonesia.

Lewat album yang tersedia dalam bentuk CD dan kaset ini, pria yang sempat dinominasikan Grammy sebanyak tiga kali ini melanjutkan karya terbaiknya. Kurang lebih 22 tahun ia menjadi leader dalam rekaman dan empat belas tahun kerjasamanya dengan label GRP.

“Saya menginginkan sesuatu yang sangat funky dan upbeat”, ujar Benoit. “dan saya tidak pernah merekam hal ini dalam waktu yang lama. Sebenarnya saya sendiri tidak tahu apakah pernah merekam album seperti ini” tambahnya lagi. Hal ini barangkali upayanya melakukan penyegaran setelah sebelumnya ia mengerjakan sebuah album persembahan untuk Charlie Brown. Lewat Fuzzy Logic, David Benoit bekerjasama dengan trumpeter Rick Braun dan Stuart Wade(produser Down to the Bone). “Intinya adalah menjadikan sound yang fresh dan mencoba beberapa hal yang baru dan mengembangkannya dalam hal yang positif”, lanjut Benoit.

Fuzzy Logic merupakan idiom yang dipakai Benoit untuk menggambarkan sebuah mesin yang mandiri – artinya dapat mengoperasikan dirinya sendiri. Disini ia tampak berusaha melakukan hal yang berbeda seperti pada nomor-nomor smooth-jazz miliknya yang cukup terkenal seperti ‘Tropical Sunset’ atau ‘Midnight Stars’. Meskipun tak urung ada juga nomor-nomor yang melodius macam ‘Reflections’ atau ‘One Dream at a Time’ yang ditulis Benoit untuk sang buah hati, June. Untuk mendukung aksentuasinya ia menggarap nomor tersebut dengan Oboe(Jon Clark), Flute(Tim Weisberg) dan French horn yang dimainkan Richard Todd.

Selain sejumlah nama diatas turut mendukung album ini Abraham Laboriel(bass), Nick Lane(trombone), Ross Bolton, Pat Kelly, Tony Maiden, Paul Jackson Jr.(gitar) dan Larry Bunker(vibraphone).

***

David Benoit, lahir tahun 1953 di Bakersfield, California AS. Ia belajar komposisi dan piano di El Camino College dan tahun 1975 ia sempat bermain untuk sebuah soundtrack film, Nashville. Setelah sempat kerja bareng Alphonse Mouzon dan penyani Gloria Lynne, ia menandatangani kontrak dengan label AVI. Lewat AVI ia menelorkan sejumlah karya antara lain “Christmastime”, “Digits”, “This Side Up”, “Stages”, “Can You Imagine” dan “Heavier Than Yesterday”.

Dan tidak berhenti disitu, bersama label GRP ia telah kemudian merilis album antara lain “Remembering Christmas”, Professional Dreamer, American Landscape”, “Here’s To You”, “Charlie Brown: 50 Great Years”, “Shaken Not Stirred, “The Benoit/Freeman Project, Letter To Evan, Shadows, Inner Motion, “Waiting For Spring”, “Urban Daydreams”, “Every Step Of The Way” dan “Freedom At Midnight” serta The Best of David Benoit: 1987 – 1995“, yang direkam dalam rentang waktu 1987 hingga 2002.

Karya-karyanya juga dapat dinikmati lewat proyek bersama GRP All-Star Big Band, John Ferraro, Sam Riney, Neil Stubenhaus, Abraham Laboriel, Tom Scott, Paul Jackson Jr. dan Diane Schuur.

David Benoit baru-baru ini menjadi Musical Director untuk America Symphony Youth Honor Orchestra dan saat ini sedang menggarap sebuah proyek musikal Broadway pertamanya bersama Mark Winkler. Isinya menceritakan kehidupan dan waktu bersama aktris terkenal Marilyn Monroe.

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker