NewsProfile

MICHAEL BLAKE DALAM SEBUAH SETTING TRADISIONAL

Untuk pertamakalinya saxophonis dari Brooklyn, Michael Blake menawarkan kesempatan kepada pendengarnya untuk mendengarkan karyanya yang dalam sebuah setting tradisional. Album ini diberi judul ‘Elevated’ yang direkaman oleh Knitting Factory.

Komposisi-komposisi orisinil Michael Blake yang ada dalam album ini mempunyai unsur akar spritual musik jazz namun konsepnya ditekankan dalam arah yang baru. Ben Allison (bass), Frank Kimbrough (piano) dan Mike Mazor (drum) ikut memberikan ruang permainan tenor dan sopran saxophone Michael Blake menjadi enak untuk berkembang. Saxophonis ini dengan jelas mengukir sebuah pendekatan unik yang mencampurkan gaya permainan Lester Young yang lembut dengan getaran spiritual khasnya Pharoah Sanders.

Sebagai informasi tambahan, Blake adalah personil tetap dari The Jazz Composer Collective. Selama sepuluh tahun ini dia juga bekerja sama dengan John Lurie, The Lounge Lizards, Slow Poke serta beberapa penampilannya dengan Dave Tronzo, Steve Bernstein (Sex Mob).

Tidak hanya itu, dia pernah bekerja sama dengan para produser ternama seperti Prince Paul, Scott Harding dan Teo Macero. Tahun lalu dengan ensemblenya Free Association mendapat penghargaan bergengsi Doris Duke Jazz Ensemble’s Project Grant dari Chamber Music America.

Perusahaan rekaman yang mempunyai visi menantang yang dikomandani oleh Michael Dorf ini me-release album dari trombonis Joshua Roseman yang diberi judul ‘Cherry’. Dengan nama kelompok ‘The Josh Reseman Unit’ ini didukung oleh beberapa musisi yang hebat seperti mendiang Lester Bowie(trumpet), Joey Baron (drum), John Medeski (organ) dan Dave Fiuczynski (gitar). Dengan penuh kekuatan dan daya temu, ensemble ini beberapa komposisi orisinil yang menarik dan membaca kembali beberapa komposisi musik pop terbaik sepanjang abad lalu (ada komposisi-komposisi dari Led Zepplin, Beatles, Nirvana, Marvin Gaye maupun Sun Ra).

Komposisinya memberikan kesan dan sikap visi ke depan, tidak hanya berdiri dalam idiom-idiom jazz semata, satir dan bahkan mendekonstruksi sesuatu yang mapan menjadi sesuatu yang indah dalam reruntuhan itu. Dalam liner note Greg Tate menyebutkan, “Jika musik jazz ini adalah sebuah agama, maka Josh Roseman ini adalah orang sucinya. Sekarang ini jazz lebih banyak membutuhkan orang suci”.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker