News

KOKO HARSOE – MAINAN


Koko Harsoe Production

Komposisi:
1. Assalamualaikum 5:52
2. Mainan 5:58
3. The Twin 4:00
4. Image 5:57
5. Delegation 5:10
6. Corner in Blue 3:20
7. Parikan (a tribute to “Markeso”) 8:33
8. Svara 6:05

Musisi :
Koko Harsoe
gitar & vokal
Eury Sordhy keyboard
Ito Kurdhi bass & vokal di ‘Parikan’
Oni Pa drum
Ajat digeridoo
Barock tabla


Beli album ini

Satu lagi seorang gitaris jazz dari Bali yang baru saja mengeluarkan sebuah album baru yaitu Koko Harsoe dengan albumnya yang berjudul ‘Mainan’. Album ini sekaligus juga sebagai album pertamanya. Dalam blantika musik jazz di Bali sosok Koko ini tidaklah begitu asing. Gitaris kelahiran Malang ini kelihatannya harus berjuang untuk memperkenalkan beberapa karyanya kepada para pecinta jazz di luar Bali (maklumlah karena selama ini sebagian besar para pemain jazz kita lebih senang untuk berkumpul di ibu kota saja, apalagi kalau sudah terjun ke dalam industri musik). Meskipun melihat kondisi nyata, tidak sedikit para pemain musik jazz yang ada di berbagai daerah yang tidak kalah potensinya dengan yang berada di Jakarta. Sekalipun paling tidak, sebagai langkah awal yang cukup berani hal ini sudah diantisipasi oleh Koko dengan memproduksi album ini sendiri.

Di luar kondisi di atas, dalam album ini Koko menawarkan kepada publik pecinta jazz dengan sebuah style di mana barangkali tidak jauh-jauh akan mengingatkan kembali ke “masa keemasan” fusion ataupun jazz rock pada dekade 1980an terutama di Indonesia. ‘Assalamualaikum’ sebagai salam pembuka memberikan aksen yang sedikit eksotis dengan tampilnya dua orang musisi yang memainkan digeridoo dan tabla (sayang, dalam keseluruhan album ini mereka masih malu-malu untuk tampil lebih percaya diri atau memang hanya dalam komposisi itu saja). Dalam komposisi yang berjudul sama dengan judul album ini ‘Mainan’ terutama pada bagian improvisasi gitar solonya menunjukan bahwa Koko juga tidak asing dengan bebop licks-nya. Sebenarnya hal itu juga kadang-kadang muncul dalam beberapa komposisi lainnya namun dengan kemasan melodi dan beat yang lebih bisa diterima oleh banyak orang. Selain itu, Koko juga tidak terlepas pengaruh dari para gitaris musik rock yang khas. Dalam lapisan berikutnya, Sordhy dalam beberapa bagian tampil cukup baik. Dia cukup ketat dalam memainkan akor dan improvisasinya. Komposisi yang dengan apik digarap yaitu ‘Parikan’ lebih menjadi semacam tour de force bagi kelompok ini.

Barangkali yang menjadi harapan terutama bagi para pecinta musik jazz di Indonesia album ini dapat menumbuhkan kegairahan ataupun semangat yang baru kembali untuk terus berkarya baik bagi Koko sendiri maupun untuk para pemain musik jazz Indonesia yang lainnya dalam kondisi Indonesia yang sedang carut marut ini. Kalau dari keyakinan penulis sendiri, Koko sebenarnya bisa tampil lebih serius lagi dalam menggeluti musik jazz apalagi bisa ditambahkan sebagian unsur-unsur kekayaan tradisi seni musik nasional ataupun ide-ide yang menarik lainnya. Dalam album ‘Mainan’ ini seolah-olah Koko tampil masih belum maksimal. Meskipun masih ada sesuatu yang menjadi hambatan, yaitu dominasi pasar.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker