NewsProfile

DUET BINTANG INDRIANTO & HUSEIN ARIEF SETIADI LEWAT JAZZYDUET

Setelah cukup sukses dengan album perdana bertitel “Jazzybass”, Bintang Indrianto didukung Victorius Music Production kali ini kembali menyajikan karya terbaiknya dengan menggandeng saksofonis Husein Arief Setiadi dan kawan-kawan lewat album anyar bertitel “JazzyDuet – Light Jazz Instrumental”.

Seperti album sebelumnya lagu-lagu yang dibawakan merupakan lagu dengan tema gospel, meskipun setidaknya ada dua komposisi orisinil yakni ‘Marcus’ yang diciptakan Bintang sendiri dan ‘Jalu’s Song’, yang sudah dapat ditebak, diciptakan oleh Jalu G. Pratidina – seorang perkusionis – juga anggota simakDialog – yang belakangan cukup sering tampil baik dipanggung ataupun rekaman.

Untuk anda yang baru mengenal Bintang Indrianto, ia seorang bassis yang memiliki jam terbang cukup tinggi dalam industri rekaman dan panggung musik di Indonesia. Ia membantu sejumlah artis seperti Kris Dayanti, Dewa19, Reza Artamevia dan lain-lain. Dalam album sebelumnya JazzyBass, ia mengundang permainan dua orang bassis lain – yang juga kerap memainkan musik jazz – yaitu Indro Hardjodikoro(mantan bassis simakDialog) dan Mates(bassis Indra Lesmana Reborn).

Kembali ke album JazzyDuet ini, ada perbedaan yang cukup signifikan. Misalnya dari sisi penggunaan instrumen drum yang sebelumnya hanya dilakukan dengan ‘programming’ kali ini menghadirkan drummer beneran Uce Haryono.

Tentu saja nama Husein Arief Setiadi tidak boleh dilupakan. Ia sangat serius menggarap album ini. “Saya senang bekerja dengan Bintang, kerjanya asyik euy!”, ujarnya dalam logan sunda dalam sebuah percakapan dengan WartaJazz.com disuatu pagi dikawasan Pasar Festival, Kuningan beberapa waktu lalu. Buat anda yang penasaran dengan gaya permainan Arief – demikian ia akrab disapa – mungkin album ini bisa menjadi sedikit pemuas rasa penasaran anda.

Yang menarik dalam album ini adalah bonus nomor keroncong bertitel ‘Give Thanks’ yang dibawakan Bintang Indrianto(Fretless Bass), Bang Saat(Ukulele/Cello), Dony Koeswinarno(flute), Oni Saunine(violin), dan Jalu G. Pratidina (Gendang). Yang tidak lazim, adala penggunaan Gendang, yang justru bikin nomor ini jadi beda!. Ditambah lagi sebuah nomor ‘dangdutan’ dengan menghadirkan kelompok dangdut asli asal Balikpapan Kalimantan Timur yang dipimpin Bang Saat, berkolaborasi dengan Bintang dalam ‘Mourning Into Dancing’.

Namun Bintang sendiri tatkala ditanya nomor yang disukainya lantas menyodorkan ‘Jalu’s Song’ sebuah komposisi ‘tantangan’ untuk Jalu yang telah memainkan kendang dan berbagai instrumen perkusif lainnya namun karakter ‘etnik’-nya justru tidak begitu kentara. Disini Jalu berupaya mengerahkan segenap energinya dengan tak hanya memainkan Gendang namun juga nge-dalang yang dibantu Netta(sinden/female voices), Bang Madun(Jembe), Sukri(Gongseng), Ondi(Shaker) dan tentu saja Arief Setiadi(Tenor Sax/Piano).

Dari sisi desain dan kemasan, album ini terkesan lebih eksklusif dibandingkan album sebelumnya dengan penggunaan bungkus karton tambahan dibagian luar kotak CD misalnya. Meski ini berujung pada harga yang meningkat dua kali lipat dari harga CD JazzyBass.

Selain pemain yang sudah disebutkan diatas, Idang Rasyidi(Keyboard/Synt/bass/drum programming), Inang Noorsaid(drum), Frangky Sihombing(bass), Lian Panggabean(elektrik gitar), Anton Seva(keyboard), juga turut membantu album JazzyDuet ini.

Untuk mendukung promosi album ini, rencananya tanggal 16 Agustus 2002 mendatang, Bintang akan tampil dalam sebuah kegiatan bertajuk ‘Philips Smooth Jazz Concert’ dengan mengambil lokasi di Tennis Indoor Senayan Jakarta.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker