News

MICHIEL BORSTLAP – GRAMERCY PARK


Universal / Emarcy / North Sea Jazz Records 014 326-2

CD 1
Piano Solo
Michiel Borstlap : solo piano

Komposisi:
1. Vision of Nature 5:42
2. Dolphin Dance 10:24
3. Memory of Enchantment 8:21
4. Scherzo no.1 op. 20 9:52
5. Body and Soul 7:04

CD 2
Piano Trio
Michiel Borstlap : piano
Essiet Essiet, Stefan Lievestro, Boudewijn Lucas : bass
Jeff ‘Tain’ Watts, Roy Dackus, Sebastiaan Kaptein : drum
Hans Teeuwen : vokal

Komposisi:
1. Gramercy Park 5:38
2. Blame It on My Youth 9:28
3. I Love You 8:52
4. Come Rain or Come Shine 8:03
5. People 4:16
6. King Bela 2:17
7. All Blues 10:56
8. Witchcraft 2:50

CD 3
Meets Soulvation
Michiel Borstlap : piano & electric piano
Ronald Molendijk : beat & wheels of steels
Jeroen Rietbergen : keyboard
Michel Van Schie : bass

Komposisi:
1. Temple of Dance 1 9:32
2. Temple of Dance 2 10:34

Beberapa waktu lalu Borstlap membuat sebuah album yang dipersembahkan untuk sebuah kelompok fusion legendaris Weather Report yang cukup mendapatkan perhatian para pecinta musik jazz. Kali ini musisi dari Belanda ini mencoba untuk membuat karya triloginya yang terdiri dari 3 bagian; solo piano, trio dan meets soulvation. Dua bagian pertama sudah jelas. Borstlap maupun para pemain pendukungnya lebih menonjolkan gaya improvisasi yang fleksibel, mengalir dan modern. Pada bagian ketiganya dengan durasi yang lebih singkat menunjukan bahwa Borstlap tidak canggung pula memainkan sebuah bentuk musik yang lebih banyak melibatkan peralatan elektronik dalam mencerna pengaruh musik soul maupun acid jazz.

Penampilannya ketika dia sebagai pemain tungggal menunjukan kalau dia sudah mempunyai dasar yang kuat dalam menafsirkan beberapa komposisi dengan efektif. Kita lihat saja dalam ‘Dolphin Dance’ karya Herbie Hancock maupun dalam ‘Scherzo no.1 op. 20’ karya Frediric Chopin dibuatnya begitu imaginatif, romatis dan kuatnya kesan yang impresif. Begitu pula dalam beberapa komposisi karya Borstlap sendiri yang diwakili dalam ‘Vision of Nature’ dan ‘Memory of Enchantment’. Ada beberapa motif dan tekanan improvisasi yang menunjukan bahwa dia mempunyai pengaruh dari Chick Corea maupun Keith Jarrett. Barangkali tinggal menunggu waktu saja dia dapat lebih dikenal lebih luas lagi dalam dunia musik jazz internasional.

Sayangnya, dia bukan orang Amerika sehingga bakat dan kemampuannya yang sebenarnya dapat lebih kompetitif lagi terutama dengan para pianis muda dari Amerika. Dalam formasi trionya dengan beberapa kali pergantian personil ini bisa menunjukan secara teknis dan personal sejajar dengan Brad Mehldau. ‘Blame It on My Youth’ dimainkannya dengan penuh empati dan sensitif. Demikian juga dalam ‘All Blues’-nya Miles Davis, ‘I Love You’-nya Cole Porter dia mengolah improvisasinya maupun chords dengan reaksi yang organik dan padat namun tidak sampai menyesakkan. Kemampuannya sebagai seorang aransir yang kreatif juga ditunjukan dengannya, salah satunya dalam ‘Come Rain or Come Shine’.

Pada bagian ketiganya, kita diajak berjalan-jalan di sebuah kota metropolit lengkap dengan berbagai keramaian dan kegermelapannya. Kesempatan ini Borstlap bersama rekan-rekannya sedang mengeksplorasi beberapa instrument elektronik dan piano akustik seperti halnya yang populer dengan istilah dari media massa acid jazz, namun masih sedikit menyisakan improvisasi dari pada hanya sekedar menonjolkan penggunaan efek-efek elektroniknya. Tanpa harus menjadi konsep improvisasi musik elektro-akustik, Borstlap membuat para pendengar menggoyang tubuhnya untuk mengikuti irama campuran antara musik pop, disko, tekno dan improvisasi yang lebih sederhana. Hanya dalam ‘Temple of Dance 2’ terasa lebih monoton.

Sesi rekaman album ini digarap di berbagai kota besar dunia, seperti di New York, Amsterdam dan Bombay. Musisi pendukung yang terlibat pun dari beberapa negara meskipun tidak diberi kesempatan lebih banyak lagi oleh Borstlap untuk menunjukan kemampuannya. Secara keseluruhan dalam album ini Borstlap selain menampilkan sisi perjalanan karakter individunya yang cukup menonjol juga bahwa dia dapat menyerap beberapa aspek yang terjadi sekarang ini dalam industri dunia hiburan terutama dalam seni musik

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker