News

DUA ALBUM BARU: “‘ALL I GOT” AL JARREAU DAN “RIT’S HOUSE” LEE RITENOUR

Setelah Universal Music Indonesia merilis tiga album Joe Sample, Will Downing dan Down To The Bone, kali ini label yang kerap memproduksi album-album jazz ini mengeluarkan Lee Ritenour “Rit’s House” dan “All I Got” dari Al Jarreau.

Resminya “All I Got” milik penyanyi Al Jarreau dirilis dalam format kaset & CD dan beredar dipasaran sejak 20 September kemarin. Sementara “Rit’s House” dari gitaris Lee Ritenour menyusul kira-kira seminggu kemudian.

Kedua album ini menarik disimak, mengingat keduanya sangat populer dikalangan pecinta musik jazz di Indonesia. Al Jarreau misalnya telah mengarungi karir dimusik lebih dari 25 tahun, ia bergulat di Jazz namun aktif pula di pop dan R&B. Diketiga jenis musik ini, ia telah membuktikan kemampuan dengan menyabet Grammy Award.

Album All I Got memuat 11 nomor apik. Beberapa diantaranya sudah sangat akrab di telinga pecinta jazz. AllMusicGuide, sebuah institusi yang cukup terhormat memberikan 4 bintang untuk album ini. Kecantikan album ini digambarkan dengan kata-kata berikut: fluid, soulful, jazzy, dan romantis.

Dan kalau kita perhatikan pada album ini hadir sejumlah musisi papan atas macam Jeff Lorber, Freddie Ravel, Paulinho Da Costa, Joe Cocker, Bill Reichenbach dan lain-lain. Dan bertindak selaku produser Paul Brown.

Diramalkan, album ini akan menuai sukses seperti album sebelumnya “Tomorrow Today”. Oh ya, album ini sendiri dirilis lewat GRP sebuah label yang sangat terkenal di tanah air.

***

Sementara Lee Ritenour yang dijuluki ‘Captain Finger’ merupakan sosok yang akrab pula bersama kelompok legendaris yakni Fourplay yang ia rintis bersama Bob James, Nathan East dan Harvey Mason. Di Indonesia namanya terkenal lewat nomor-nomor seperti Rio Funk, Stolen Moments dan lain-lain.

Belakangan karena sibuk dengan label miliknya, gitaris yang posisinya digantikan Larry Carlton di Fourplay ini merilis sejumlah album. “A Twist of Marley” merupakan album yang digarapnya sebelum merilis “Rit’s House”.

Konsep utama yang ingin dilontarkannya adalah menarik sebuah garis lurus antara straight-ahead acoustic jazz dan funky fusion. Sebab ia merasakan ada perbedaan yang terlalu berjauhan yang diciptakan oleh industri saat ini. “Saya ingin membuat sebuah ekspresi kolektif untuk dua tipe musik ini dan menjadikannya bersatu bersama gaya Brazilian”, demikian ungkap Lee.

Seperti album-album sebelumnya, Rit’s House juga bertabur bintang. Ada Marcus Miller(bass), Vinnie Colaiuta (drums), George Duke(Fender Rhodes), Joey DeFrancesco (Hammond B-3) dan vocalis Michael McDonald.

Disepanjang karirnya, Lee Ritenour telah berkolaborasi dengan The Mamas & The Papas, Tony Bennett, Barbra Streisand, Quincy Jones, Dizzy Gillespie, B.B. King, dan Jaco Pastorius. Namanya identik dengan gaya permainan Wes Montgomery yang memang mempengaruhi gaya permainannya.

Bagi pecinta Lee Ritenour, album ini – meski masih kalah kualitas jika dibandingkan dengan “Wes Bound” – tetap layak dikoleksi. Setidaknya bagi mereka yang ingin melepas rindu dengan karya terbaru sang ‘Captain Fingers’ setelah album terakhir ‘This Is Love’ di tahun 1997

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker