News

BLUE LINES, ALBUM PERDANA co-P – KOMITMEN MUSISI MUDA BAGI INDUSTRI MUSIK JAZZ INDONESIA

‘Blue Lines’ merupakan album garapan 6 musisi muda yang berbakat dengan mengusung musik jazz kontemporer, sebuah warna lain yang ditawarkan grup ini untuk para pecinta musik terutama jazz yang saat ini lebih didominasi oleh masuknya album-album dari mancanegara.

Didukung oleh Glen Dauna pada keyboard dan syntehsizer, Ilyas Muhadji pada abass, Tri Alexander sebagai Lead vocal, Aditya pada drum dan perkusi sementara Teuku Denie pada electri/steel string gitar serat Dimas Soeryoputro memegang classical/nylon string gitar. Dimas juga bertindak selaku Composer dan Executive Producer.

‘Jazz tidak harus berat dan tidak harus serius’, apa maksudnya?. Musik Jazz dalam “Blue Lines” dapat dinikmati kapan saja dan oleh kalangan muda sekalipun. Inilah yang disuguhkan oleh kelompok musisi muda yang menamakan diri co-P. Misi mereka adalah menyumbangkan karya musik bagi industri musik indonesia khususnya dijalur musik jazz.

Materi “Blue Lines” secara keseluruhan dikerjakan sendiri. Sehingga selayaknyalah menjadi kebanggaan sebagai anak bangsa yang memiliki visi jauh kedepan. Buat mereka, co-P merupakan sebuah forum yang menyatukan ide bakan dan aliran latar belakangan yang beragam menjadi sebuah eksistensi yang fokus di musik jazz. Dengan karya-karya yang digarap serius dengan standard kualitas tinggi, mereka berharap dapat merambah industri musik manca negara atau kerennya disebut ‘go international’.

Berbicara mengenai penggarapan album, berawal dari pertemuan Dimas dan Denie ditahun 2000 pada acara Monday Jazz yang diselenggarakan di Dermaga Food Court oleh gitaris kenamaan, Ireng Maulana. Dimas yang aktif belajar musik sejak belia kemudian tampil bersama grupnya pada acara tersebut. Saat melihat Denie nge-jam bareng Ireng Maulana itulah menginspirasi Dimas untuk mengajak Denie bergabung bersama bandnya. Tak hanya itu, Ireng juga memberikan dukungan. Keduanya lantas sepakat membuat proyek eksperimental yaitu membuat rekaman album jazz kontemporer.

Seiring dengan waktu yang bergulir, kelompok ini makin matang dan memantapkan diri dijalur jazz kontemporer hingga ditahun 2002 ini dikukuhkan nama co-P. Setelah mengumpulkan materi keenam musisi ini sepakat mengerjakan albumnya lewat jalur independen atau kerap juga disebut ‘indie label’ dengan proses rekaman dilakukan di dESTUDIO.

Setelah dua bulan penyelesaian proses rekaman, lalu 5 bulan proses mixing, mastering dan administrasi, album ini diluncurkan dengan menggelar sebuah konferensi pers di News Cafe dibilangan Kemang, Jakarta Selatan, 13 November 2002 lalu.

Album ini diproduksi oleh Creative Monkey dan distribusi ditangani oleh KARIZA. Album yang hanya tersedia dalam format CD ini dijual seharga Rp. 45.000,- Jika anda tertarik untuk memilikinya, silakan menghubungi (021) 8310769 atau email sales@wartajazz.net

Dengan hadirnya album “Blue Lines” co-P telah memberikan bukti nyata sumbangannya untuk industri musik indonesia. Mudah-mudahan tak hanya berhenti disini tapi lantas disusul karya-karya inovatif dan ‘fresh’ berikutnya. Selamat kepada co-P!

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker