News

2nd FREMANTLE INTERNATIONAL JAZZ FESTIVAL – UPAYA MEMBANGUN TRADISI JAZZ

Kalau tak ada aral, 17 hingga 19 Januari 2003 mendatang akan digelar untuk kedua kalinya sebuah pesta musik jazz di Australia. Sejumlah negara mencatatkan kehadirannya antara lain Kuba, UK, Denmark, USA, dan Perancis.

Festival yang merupakan bagian dari Perth International Arts Festival yang tahun ini memasuki kegiatan yang ke 50 kalinya. Sejumlah panggung dipersiapkan sedikitnya di 7 tempat berbeda diseantero Perth.

Berikut ini nama-nama artis yang akan tampil. ACME Jazz Unit, Allison Miller, Beautiful Minds, Bob Barnard, Chucho Valdes Quartet, Don And The Duke, Gary Potter, George Washing machine And Ian Date, Jazz Brunch, Joe Chindamo Trio Plays The Paul Simon Songbook, Katrine Madsen, Kitty Margolis, Kristen Cornwall, Nueva, Michael Pigneguy, Raw Material, Sarah & Leela Petronio, Virginia Mayhew, virgo s-à-vis.

Panitia mematok harga tiket masuk sebesar $80 dan $70 untuk hari Sabtu dan $65, $75 untuk hari Minggu. Sementara jika tertarik untuk mendapatkan seluruh tiket untuk kedua hari tersebut harganya didiskon menjadi $125, $145.

Menilik festival di Australia ini barangkali bisa menjadi inspirasi untuk menyelenggarakan kegiatan serupa di Indonesia. Menarik karena awalnya festival ini hanya bagian kecil dari kegiatan Arts Festival namun tahun ini justru menjadi sebuah kegiatan yang jauh lebih besar – ditinjau dari sisi artis yang hadir saja misalnya.

Kehadiran Chucho Valdes Quartet, Katrine Madsen, Kitty Margolis, Joe Chindamo Trio, Virginia Mayhew merupakan program unggulan kegiatan festival kali ini. Dan seperti yang diungkapkan Helen MatthewsJazz Festival Manager tahun ini – upaya menghadirkan berbagai negara merupakan salah satu ide dasar agar para penonton dapat memiliki pilihan lebih banyak.

Tentu saja ini akan membuka banyak peluang lain, taruhlah pariwisata. Sebab kegiatan ini diselenggarakan diberbagai tempat yang memiliki daya tarik. Seperti Spare Parts Puppet Theatre, New Maritime Theaterette, dan Univesitas Notre Dame yang kesohor itu.

Bagaimana dengan Indonesia?. Sebenarnya beberapa waktu ada sejumlah grup yang melakukan pendekatan dan mencoba untuk mencari peluang tampil disana, sayangnya pihak panitia telah menutup peluang tersebut jauh-jauh hari sebelum grup Indonesia mengontak mereka. Barangkali ini bisa menjadi catatan supaya tahun depan paling tidak kita bisa mengirimkan satu kelompok dari Indonesia.

Oh ya, Untuk mendukung acara ini pihak panitia menyediakan brosur yang bisa didapatkan di kafe, perpustakaan atau museum di Perth atau dapat menghubungi PIAF di +61 8 9484 1133. Atau silahkan browse situs mereka : http://www.perthfestival.com.au

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker