News

ALBUM TERBARU DARI DEWA BUDJANA: SAMSARA

Samsara is the Cycle of existence (birth, life and rebirth) conditioned by karma, it is the wheel of suffering that characterized the phenomenon we call life…Demikian kurang lebih arti dalam bahasa inggris yang merupakan judul album solo ke empat musisi asal pulau Dewata ini.

Pertengahan februari ini Dewa Budjana kembali merilis solo albumnya berjudul SAMSARA. Yang istimewa dari album ini adalah proses tak berkesudahan dari musikalitas Budjana sendiri dan juga para musisi kondang tanah air dan mancanegara yang terlibat di dalamnya.

Album yang mulai dikerjakan sejak November 2001 ini mengumpulkan sejumlah musisi senior dan berbakat tanah air, antara lain Indra Lesmana, Krisna Bala, Budhy Haryono, Aji Rao, Arief Setiadi, Saat,, Balawan, Henri Lamiri, Dwiki Dharmawan, Tohpati, Oele Patiselano, Jopie Item, Donny Suhendra, Eugene Bonty, Wawan hingga Bubi Chen. “‘Bermain dengan mereka adalah impian. Beberapa dari mereka adalah para senior yang saya kagumi. Begitu juga dengan yang sebaya. Permainan mereka membuat kekaguman tersendri bagi saya. Tapi tak hanya mereka yang menginspirasi saya. Seorang Dalai Lama, semangat kedamaian bagi saya juga Anand Krishna yang judul bukunya Shambala saya petik menjadi judul komposisi salah satu tembang dalam Samsara,” jeias Budjana. Termasuk kolaboratornya adalah Kadek Darmanti, Kadek Dewi Ariyani dan Iku yang hadir lewat senandungnya.

Tapi niatannya buyar lantaran jenuh membuat album. Di tengah-tengah pembuatannya Budjana kabur, ingin jalan-jalan ke luar negeri. Kegiatan ini memang sudah jadi hobinya selain bermain gitar. Berkemaslah ia menuju negara tujuan pertamanya, Amerika Serikat. Di sana, bukannya menjadi turis sesuai niat awalnya, dia malah mencari musisi asal negeri paman sam itu yang ingin dia ajak berkolaborasi di album barunya. Salah satu pinangannya menarik minat salah satu musisi besar yang juga adalah personil dari grup jazz fusion legendaris Weather Report, Peter Erskine. Tak pelak lagi Budjana mulai serius mengedakan bakal album ketiganya ini di bawah label Sony Music dan album keempat di keseluruhan diskografinya. Peter lalu mengenalkan Budjana seorang bassist Dave Carpenter yang juga ikut main di album ini.

Hasil jammin” bersama Peter dan Dave ini mentuntaskan 4 komposisi yang sudah setengah jalan, yakni Back Home, Rerad Rerod, Last Forest dan Shambala. Dua dari komposisi di atas (Back Home dan Last Forest) tampil juga kolaborator lama Budjana, Saat yang piawai memainkan suling khas Kalimantan. Saat juga tampil pada komposisi Lonely yang hanya melibatkan Budjana dan dirinya. Uniknya kompisisi ini direkam di tengah sawah yang menghadirkan nuansa sepi, sendiri. Alunan duet gitar dan suling saling mengisi diiringi orkestrasi alam persembahan jangkrik dan penghuni sawah lainnya.

Selagi di Amerika, Budjana tak melewatkan untuk mengajak Arie Ayunir – mantan penggebuk drum simakDialog dan grup pop Potret – untuk reuni. Hasilnya komposisi Lovina yang menduetkan gitar dan dram. Jalan-jalan ia lanjutkan ke negeri matahari terbit. Di sana Budjana meminta bantuan seorang teman yang juga penggemar dari GIGI, untuk mencari pemain Shamisen -alat musik tradisional Jepang. “Instrumen ini untuk komposisi Nikki Iku. Kalau selintas mirip dua kata dari bahasa Bali, padahal kedua kata ini adalah nama pasangan tua asal Jepang yang menetap di Bali. Nikki sang suami dan Iku sang istri kata Budjana terlihat sentimental.

Yang tak kalah unik adalah perjalannya ke kota pahlawan, Surabaya. Ia mempersembahkan komposisi sebagai penuntas album ini, berjudul Souvereign Hill. Bersama pianis kawakan Bubi Chen, Budjana memainkan musik rag time dalam gaya yang komikal. Lonjakan-lonjakan piano dan permainan klarinet serta cello berhasil membangkitkan nuansa lucu yang mengingatkan kita akan kehebohan perkelahian a la koboi tempo dulu di dunia barat Amerika.

Kolaborasi-kolaborasi inilah yang ia ingin tampilkan sesuai keinginannya dalam menghadirkan, nuansa baru dalam musiknya. Dari lagu pembuka sampai komposisi penutup Budjana tampil akur bersama -para musisi yang ia idolakan. Termasuk yang unik dalam album ini, pada komposisi Januari ia menggelar harmonisasi dari para pendekar gitar kini dan lampau, Oele Patiselano, Jopie Item, Tohpati dan Donny Suhendra. Masing-masing mengusung senjatanya, Oele – gitar listrik kopong, Jopie dan Donny – gitar listrik, Tohpati – gitar akustik nilon dan Budjana sendiri – gitar akustik baja. Hasilnya, sebuah nomor unik yang keras dan lembut. Seperti tema keseluruhan album Samsara ini.

‘Bila mau dicerna, album Samsara dibuat atas perpaduan melodi lembut dan keras, distorsi dan minimalis ciri Budjana. Seperti menyandingkan 2 album terdahulu saya, Nusa Damai dan Gitarku. Akhirnya konsep ini begitu kena dengan judul album terbaru saya ini, Samsara. Berputar naik dan turun, keras dan lembut. Saling berbeda tapi bersumber dari satu putaran. Ya inilah Samsara, sebuah pedalanan tak berkesudahan. Gambaran arti Samsara bisa dilihat di cover kasetnya. Sengaja saya tulis di pojok kanan kutipan arti Samsara dalam bahasa Inggris,” ungkap Budjana.

Pedalanan Budjana belum selesai. Dan putaran roda masih harus berputar. Permainan gitarnya menjadi senjata ampuh untuk menghantarnya sebagai salah satu musisi tanah air yang diperhitungkan. Karirnya merentang dalam beragam musik. Dari pop hingga new age ia mainkan. Terbukti sebagai solois dan bersama grupnya GIGI ia telah memberikan konstribusi hingga grup ini menjadi salah satu band terbaik tanah air selama 9 tahun ini.Siapa sangka sebuah rencana liburan bisa berujung menyelesaikan album SAMSARA.

Selamat untuk Dewa Budjana, ditunggu konsernya!

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker