News

TWELVE 20 SIX – TWELVE 20 SIX

TWELVE 20 SIX – TWELVE 20 SIX
NCM East NCM 40114

Komposisi:
1. Cowboy Song 4:06
2. And What You Hear 4:37
3. The Journey 8:32
4. R.E.M. At 10am 4:54
5. Old Factory 5:24
6. Atlas 2:07
7. Theme I Like From “Romeo At Friar Lawrence’s” 4:43
8. Color Theory 5:07
9. Promenade/Dog’s Dominion 8:16
10. Evolution 9:21
11. The World Is Moving Too Fast 6:03

Musisi :
Lori Bingel : tuba
Brian Drye :
trombone
Dan Fabricatore :
akustik bass
Matt Glassmeyer :
tenor sax & aneka suara
Greg Joseph :
drum & perkusi
Sean Moran :
gitar

Kelompok musik improvisasi yang unik ini baru hadir dalam blantika musik jazz kontemporer pada akhir tahun 1999 di New York, sekalipun masih dianggap rombongan “bawah tanah”. Terdiri dari enam musisi muda yang haus akan eksplorasi dan eksperimen dalam bermusik. Dilihat dari karier dari masing-masing personil pun sangat beraneka ragam latar belakangnya. Dari berbagai pengalaman masing-masing yang pernah membantu para musisi jazz terkemuka sampai yang pernah membantu dalam proyek musik pop ataupun rock.

Mengapa menjadi unik? Setelah mereka berbaur satu sama lain dan mencoba untuk mengkomunikasikan karya-karyanya kepada pendengar muncul ramuan melodius yang meditatif sampai raungan dan chaos dari elemen masing-masing instrumen. Berbagai sumber dicoba untuk mereka gunakan. Konsep-konsep Ornette Coleman, Paul Bley, Henry Threadgill, Charles Ives, Aaron Copland, musik rock, hip-hop atau pun soundtrack film menjadi sumber inspirasi mereka.

Ada sebelas komposisi yang mereka perdengarkan yang mempunyai cakupan emosional yang cukup variatif. Kadang-kadang terasa sentimentil, groove, bernada penolakannya terhadap pendefinisian namun selalu dapat diakses tanpa merasa terlalu rumit dan hambar. Instrumen yang digunakan juga memperluas jangkauan lapisan harmoni yang mereka kreasi. Ada tuba, trombon, tenor sax, gitar listrik dan tentunya juga efek-efek suara elektronik yang ditimbulkan menjadi semakin menambah banyak hiasan ornamentasinya. Kondisi yang menonjol dalam hal proses penciptaan komposisi antara lain ketat dan terstruktur sehingga terasa seolah-olah tidak bisa lepas dari kerangka blue print yang mereka rencanakan sebelumnya. Secara konseptual menarik, apalagi sekarang ini sudah menjadi trend untuk sebagian kelompok musik jazz maupun improviser yang lain. Yang lebih sulit adalah untuk menghidupkan konsep tersebut menjadi semacam sebuah reaksi kimiawi yang menyatu dalam semangat berkreasi. (Ceto/*/WJ

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker