JAZZ DIBULAN JULI : INSTITUT MUSIK DAYA’s EVENING, ALL ABOUT JAZZ
Kembali, Institut Musik Daya(IMD) mengadakan kegiatan rutinnya yang kali ini akan menampilkan seluruh anggota IMD, mulai dari mahasiswa hingga para professornya. Ada Duo double bass, Students Band, Marusya Nainggolan Quartet, Aksan Syuman, DAYA Swara dan DAYA Big Band dan tentu saja, Tjut Nyak Deviana Daudsjah.
Acara menarik ini akan digelar di pusat Kebudayaan Belanda, Erasmus Huis, Jl. HR. Rasuna Said Kav 3. Kuningan Jakarta Selatan, pada hari Rabu 16 Juli 2003 mulai pukul 19.30 hingga 21.00 WIB dengan harga tiket masuk sebesar Rp. 25.000,-
Jika anda tertarik menyaksikan acara ini, tiket pertunjukan bisa dipesan via WartaJazz.com dengan mengirimkan nama, no handphone dan jumlah tiket yang dipesan ke info@wartajazz.net atau bisa juga datang ke redaksi Wartajazz.com dengan alamat Tebet Utara III D No. 11, Jakarta 12820 Telp. 081927825299 dengan Nisha/Dewi.
***
Institut Musik Daya merupakan lembaga pendidikan yang didirikan oleh Deviana Daudsjah. Dengan pengalamannya kurang lebih 25 tahun bermukim di Eropa, sekolah musik ini diharapkan mempu menghasilkan lulusan yang mampu diandalkan dibidang musik khususnya jazz.
Kegiatan konser ini sendiri merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya yakni Interculture Jazz Night, Vocals Night yang digelar bulan Mei. Selanjutnya IMD juga menjadwalkan Ensemble workshop pada bulan Juli dan Agustus serta akan menyelenggarakan Kompetisi Jazz yang dilanjutkan dengan Indonesia Open Jazz dibulan Agustus 2003 mendatang.
***
Mereka yang akan tampil sebagian sudah cukup dikenal dan sering diberitakan via WartaJazz.com. Sebagian yang lain tentu masih agak asing ditelinga pecinta jazz tanah air khususnya Jakarta. Tentu karena mereka merupakan bibit-bibit muda potensial untuk menjadi generasi penerus yang akan mengembangkan jazz di tanah air pada waktu-waktu mendatang.
Duo double bass misalnya, akan menampilkan dua orang murid IMD yang memainkan instrumen yang boleh dibilang sangat langka di tanah air. Terlebih-lebih lagi mereka memainkan jazz. Tentu kita berharap bahwa akan banyak lagi anak-anak muda yang tertarik memainkan double bass.
Tak pelak lagi, dibelakang kegiatan ini ada nama-nama seperti Sri Aksan Syuman, Marusya Nainggolan dan Tjut Nyak Deviana Daudsjah. Mereka-mereka ini merupakan tenaga pendidik di IMD. Salah satu dari harapan mereka juga bahwa kelak para murid yang belajar di IMD ini, kelak juga akan menjadi pengajar setelah mereka lulus dari sekolah yang memiliki 8 semester ini.
Sebuah harapan yang patut mendapat dukungan dari anda, para pecinta musik sekalian.
