NewsProfile

ARTURO SANDOVAL


Kita mencoba untuk menulusuri jejak-jejak karier musikalnya sejak dia masih tinggal di Kuba. Sebagai seorang anak dari seorang montir, Arturo Sandoval belajar trumpet musik klasik ketika masih berusia 12 tahun dan kemudian tiga tahun berikutnya dia mendaftarkan ke Cuban National School of the Arts belajar bersama seorang trumpetis musik klasik dari Rusia. Pada awal tahun 1970an, dia menjadi salah satu pendiri dan anggota dari The Orquesta Cubana de Musica Moderna di mana sampai tahun 1973 berkembang menjadi gaya Afro-Cuba yang juga merupakan pengaruh dari bandnya Irakere. Baru sekitar tahun 1977 dia bertemu dengan musisi idolanya, Dizzy Gillespie. Dengan cepat dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bergabung dengan bandnya Dizzy Gillespie ketika tournya ke Eropa dan di Kuba sendiri. Hubungannya berlanjut ketika Gillespie memasukan Sandoval ke United Nation Orchestra.

Setelah rekaman sebuah album bersama David Amram yang berjudul “Havana/New York” dan juga ikut dalam beberapa albumnya Irakere, pada tahun 1981 dia membuat kelompoknya sendiri untuk rekaman dan tour keliling Kuba. Kadang-kadang juga pemerintahan Castro mengijinkan mereka untuk tampil di beberapa festival jazz internasional maupun bergabung dengan orkestra seperti BBC Symphony dan Leningrad Philharmonic. Meskipun dia menderita di bawah rezim yang sangat membatasi kegiatannya bermusiknya, dengan berbagai cara dia mengajak istri dan anaknya untuk keluar dari Kuba. Akhirnya pada tahun 1990 ketika dia dalam rangkaian tour di Eropa dia masuk ke Kedutaan Amerika Serikat di Roma untuk memperoleh ijin tinggal di Florida.

Di sinilah dia mulai membuka lembaran baru dalam berkarya. Tepatnya dengan perusahaan rekaman GRP dia menguatkan kariernya di Amerika. Sebagai album pertamanya yang dibuat di Amerika adalah “Flight to Freedom”, dia mendemonstrasikan kefleksibelan permainannya dalam beberapa gaya dan sukses memimpin bandnya dalam rangkaian tournya dengan kekuatan gaya Afro-Cuba pada tahun 1990an. Secara teknis permainan trumpetis yang pernah tampil di Indonesia dalam acara JakJazz ini cukup mulus artinya dia berhasil memukau para pecinta musik jazz di seluruh dunia dengan tonal yang sangat kuat maupun khas gaya para pemain bebop dan brass section musik latin dengan nada-nada tingginya. Di samping itu, ketika tampil membawakan tema-tema ballads, dia dapat memunculkan suara-suara merdu, pasti dan lembut dengan senses of swing yang kuat. Bahkan juga mampu membawakan repertoar-repertoar musik klasik sama kualitasnya ketika dia bermain jazz. Tentunya juga dia mempunyai ketertarikan yang tinggi untuk menulusuri lebih jauh lagi dengan tradisi dari Kuba.

Dalam satu kesempatan dia juga membuat sebuah album solo piano yang berjudul “My Passion For The Piano” (Crescent Moon) pada tahun 2001 yang lalu. Kritik yang sering dialamatkan kepadanya adalah dia lebih sering mengumbar keinginan untuk menyenangkan penonton hanya dengan mengetengahkan nada-nada tinggi sebagai satu-satunya nilai cara bermusik. Dan yang jelas dia belum pernah membuat album dengan kategori unggulan secara umum di antara karya-karya para trumpetis legendaris yang lain.

Beberapa albumnya yang kiranya dapat dijadikan representasi diantara karyanya adalah “Straight Ahead” (Jazz House) 1988, “I Remember Clifford” (GRP) 1991, “Swingin’” (GRP) 1996 ataupun album terakhirnya “Trumpet Evolution” (Crescent Moon) 2003. Gemerlap musik khas Kuba dapat disimak di album “The Latin Train” (GRP) 1995 dan yang lebih ketara dengan model smooth jazz ada dalam album “Americana” (N-Coded) 1999. (*/WJ)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker