New ReleaseNews

SPYRO GYRA MENGAMBIL SUATU LOMPATAN EMOSIONAL DALAM THE DEEP END

Ada beberapa musik yang sangat mempengaruhi pikiran dan membuat kita berpikir, apakah karena penulisan lagu yang begitu mendalam, aransemen yang hebat atau pada pelintiran dan perubahan dari offbeatnya. Ada banyak kesenangan yang dapat ditemukan dalam membedah musikalitas dari musisi sekaliber itu seperti yang dapat kita temukan pada album terbaru Spyro Gyra, “The Deep End” Tapi bukan disitu intinya, itu hanya efek samping yang menyenangkan. Yang benar-benar diinginkan oleh saxophonis Jay Beckenstein pada saat membuat album ini adalah untuk menyelam ke dalam spektrum emosional. “saya menyukai musik yang dapat membuat saya berpikir” dia menjelaskan “musik menjadi abadi karena karena musik tersebut hidup dihati banyak orang”.

Itu yang ingin diraihnya pada saat orang mendengarkan album The Deep End, album ketiga Spyro Gyra yang akan di release di bawah label Heads Up pada 25 Mei 2004. Khusus untuk pasar jazz Indonesia berdasarkan konfirmasi yang kami terima dari Syahrivan dari perusahaan rekaman Universal Music Indonesia, akan dirilis pada bulan Juli 2004, namun tanggalnya masih belum ditentunkan. Album ini juga di jadwalkan untuk dirilis dalam format Super Audio Compact Discs (SACD) 5.1 Surroundsound.

Beckenstein yang mendirikan band ini 30 tahun yang lalu mengatakan bahwa ia dan rekan-rekannya benar-benar mencurahkan isi hati mereka ke dalam musik yang mereka buat. Ia juga mengatakan “I hope that you can hear the passion, regardless of the fact that the styles bounce all around, like on all of our records. When people come up to me and tell me how much our music means to them, well, first of all, I love hearing that. I know where that’s coming from: it’s from that deep end inside each of them. That’s the place I want to keep going back to.”

Rekaman album The Deep End yang terdiri dari sebelas lagu mencakup warna dan gaya yang sangat luas – dan tentunya, emosi – yang menyatu dengan sempurna. Hal itulah yang telah membuat Spyro Gyra disebut-sebut sebagai The Contemporary Jazz Powerhouse selama 3 dekade. Dengan penjualan album mencapai lebih dari 10 juta copy, grup ini terus membuat pijakan baru dengan catatan terahir berupa kelanjutan dari album Original Cinema, yang hampir menghabiskan tahun 2003, mencatat 64 minggu pada Billboard,s Contemporary Jazz chart, yang pada puncaknya menduduki urutan kedua pada chart tersebut. The Deep End di buat dengan, penggabungan musikalitas yang kuat pada tiap lininya – seperti biasa – dan kontribusi penulisan lagu dari berbagai sumber dalam Spyro Gyra : Beckenstein, gitaris / vokalis, Julio Fernandez, keybordis Tom Schuman dan basis Scott Ambush. The Deep End juga memeperkenalkan anggota terbaru dalam band tersebut, Ludwig Afonso sebagai drumer pada lagu “Joburg Jam”

Kursi drummer terbuka saat Joel Rosenblatt, memutuskan untuk mencoba sesuatu yang baru. Anggota band yang lain telah mencoba lebih dari 20 drumer dalam sebuah audisi yang terjadwal. sayangnya Afonso terlambat mendapat kabar tentang audisi tersebut, tapi itu tidak menghalanginya. Ia tetap mendatangi tempat audisi tersebut dan mencoba untuk mendapatkan kesempatan dan hasilnya ia mendapatkan posisi tersebut.

Juga tergabung dalam ensemble ini adalah drumer tamu Billy Kilson. Musisi lain yang memberi kontribusi dalam album ini adalah Vibrafonis Dave Samuels, trumpetis Don Harris dan perkusi onis Cyro Baptista, David Charles dan Daniel Sadownick. Musisi yang telah berkolaborasi dengan band ini sejak lama, Jeremy Wall memberikan kontribusi pada lagu pertama,”Summer Fling.”

“‘Monsoon’ is a tune that I love playing live,” kata Beckenstein. “We’ve played it live for a couple years and I wanted to have this band playing it on an album. I really like it because it’s just a high-energy version of what, in my mind, the band is all about. I also like Scott’s ‘Wiggle Room,’
because it’s kind of left of center. I always like presenting that side of the band that some people might not immediately associate with us.”

Akan tetapi Beckenstein dengan cepat menunjukkan bahwa di dalam The Deep End ada sisi yang lebih lembut juga, “There’s a lot of beautiful material on the record too,” dia mengatakan. “One that comes to mind is Julio’s tune, ‘The Crossing.’ It’s very passionate, very orchestral and atmospheric. You can hear that the guy’s heart is totally in this song and that’s why I love it.”

Lebih dari sekadar mengekplorasi urusan hati, ‘The Deep End’ mengemas hal lama dengan yang baru dengan mempertahankan sound vintage milik Spyro Gyra sebagaimana sensibilitas kontemporernya. “There are a couple cuts on it that really strike me as being in the spirit of what we sounded like almost twenty years ago,” Beckenstein berkata. “I think Jeremy’s ‘Summer Fling’ has that kind of spirit. Likewise with my tune, ‘As You Wish.’ On the other hand, I think there are elements in it that sound totally consistent with what we’re doing live today.”

Jarang sekali band yang dalam satu album menghadirkan bermacam gaya dan substansi. Akan tetapi, Spyro Gyra adalah musikal kolektif yang langka itu, yang tidak takut untuk melepaskan diri dan melompat ke laut yang dalam.

Bukankah itu esensi musik yang sesungguhnya ?

(*/Rizqi Andi/WartaJazz.com)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker