New ReleaseNews

AARON NEVILLE DAN NATURE BOY-NYA

Dalam perjalanan karir Aaron Neville yang cukup panjang dan terkenal itu, “Nature Boy” sangat unik. Ibarat suatu tanda dan ‘wahyu’, Nature Boy berisikan lagu-lagu dengan penghayatan yang mendalam dan sensitivitas yang luar biasa. Aaron memiliki naluri terhadap swinging jazz yang mencapai puncak kesempurnaan. Ia menciptakan kembali The Great American Songbook dengan sentuhan yang tentu saja lembut. Semua kehebatannya dicurahkan pada karya yang disebutnya “berharga”. Natural Boy itu klasik dan berkelas dalam segala hal.

Dilahirkan pada 24 Januari 1941, Aaron merupakan anak ketiga dari empat bersaudara Neville dari
New Orleans. Model vokalis pertamanya adalah kakak laki-lakinya Art, pemain keyboard dan pendiri the Meters. Saudaranya, Charles, bermain saksofon bersama B.B. King sedangkan Cyril menjadi partner Aaron dalam sebuah band yang mereka sebut the Soul Machine.

Sepanjang tahun 60-an, Aaron merekam albumnya untuk perusahaan label rekaman lokal Lousiana hingga pada tahun 1966 ia menembus pasaran nasional dengan “Tell It Like It Is”, sebuah lagu balada sendu yang melangkah ke peringkat pertama tangga lagu. Sebuah lagu yang hingga kini masih dianggap sebagai salah satu lagu klasik dalam sejarah musik Amerika. Dikeluarkan oleh Par-Lo Records, sayangnya lagu ini muncul bersamaan dengan bubarnya perusahaan rekaman tersebut. Tanpa kelanjutan dan royalti sama sekali, karir Aaron tetap stabil. Meskipun dikelilingi oleh orang-orang yang berniat tidak baik terhadapnya, Aaron tetap berjuang untuk sepuluh tahun berikutnya.

Aaron, Charles, dan Cyril mengadakan pertunjukkan dengan nama The Wild Tchoupitoulas di New York sebelum kembali ke New Orleans pada tahun 1976 untuk merekam album dengan nama album yang sama. Album tersebut didedikasikan bagi kepala suku Indian, George (Big Chief Jolly) Landry. Bagi Neville bersaudara, ia adalah paman tercinta dan sumber inspirasi. Untuk pertama kalinya Neville bersaudara bersama-sama masuk dalam satu rekaman.

Neville bersaudara mengawali kesuksesan album mereka pada tahun 1977. Puncaknya adalah pada tahun 1989 yaitu lagu “Yellow Moon” yang ditulis dan dinyanyikan oleh Aaron Neville. Solo karirnya mulai bangkit pada tahun 1991 dengan “Warm Your Heart”, album terkenal yang diproduksi oleh George Massenburg dan Linda Ronstadt.

“Linda … ,” kata Aaron, “ … adalah alasan yang nyata sehingga solo karirku menemukan hidup yang baru,” adalah Ronstadt juga yang menampilkan Aaron dalam albumnya Cry Like A Rainstorm, Howl Like the Wind pada tahun 1989 yang mengahsilkan pop hit duet di peringkat kedua dengan lagu “Don’t Know Much”.

Aaron telah memenangkan 4 Grammy. Pada tahun 1989, bersama dengan Linda Ronstadt untuk lagu “Don’t Know Much” memenangkan Best Pop Duo. Dalam tahun yang sama, bersama dengan Neville Bersaudara memenangkan Best Pop Instrumental Performance untuk lagu “Healing Chant”. Kembali berduet dengan Linda Ronstadt memenangkan Best Pop Duo pada tahun 1990 dengan lagu “All My Life”. Kemudian pada tahun 1994, bersama dengan Trisha Yearwood yang menyanyikan lagu “I Fall To Pieces” memenangkan kategori Best Country Collaboration. Ia dikenal dengan nama “Best Male Singer”. Aaron telah merekam selusin album solo yang berkisar antara musik genre hingga gospel dan country.

KINI JAZZ

“Jazz,” kata Aaron, ”kadarnya sama dengan pemahaman musikal saya terhadap blues atau funk. Charles membuat saya bertumbuh dengan jazz modern sejak saya masih kecil. Dia selalu menjadi sumber inspirasi saya. Saya memanggilnya Horn Man karena dialah peniup saksofon favorit saya. Ia membuat sesuatu berbicara. Charles bukan sekadar pendiri dari Neville Bersaudara namun ia juga yang menjadi musical director bagi Aaron Neville Quintet. Saat saya menyanyi, saya suka bila ia berada di samping saya. Ia adalah pria yang baik dan gentleman.”

“Ayah saya, Big Arthur, adalah inspirasi kami yang pertama. Ia memiliki suara yang besar seperti Arthur Prysock. Ayah menyukai jazz a la Nat King Cole. Nat adalah penyanyi favoritnya dan lagu ‘Nature Boy’ adalah lagu favoritnya. Saya menyanyikannya sebagai penghargaan bagi ayah saya. Rob Mounsey, yang memproduksi sesi ini, pada mulanya menyodorkan saya berbagai materi untuk Nature Boy. Ia mempunyai visi untuk proyek ini. Sebagai tambahan, Rob memberikan inspirasi bagi saya dengan musisi-musisi pilihannya. Roy Hargrove, Grady Tate, Ron Carter, Michael Brecker, Ry Cooder, Anthony Wison. Mereka memiliki mood yang bagus. Bagi saya, jazz berbicara tentang mood. Jazz berbicara tentang standar yang dihubungkan ke jiwa dan kehidupan.

“The Shadow of Your Smile”, sebagai contoh, sering saya nyanyikan di sebuah klub jazz kecil
bernama Gloria’s Living Room. Dalam jangka waktu yang sama, saya menyukai lagu “Cry Me A River” versi Julia London. Saking sukanya, saya sempat iseng menyanyikan lagu itu di sebuah label rekaman kecil dan ternyata dirilis kemudian walaupun saya tidak mendapat bayaran sedikitpun. Selagi masih kecil, saya pernah mendengar Annie Laurie menyanyikan lagu “Since I Fell For You” dengan Paul Gayten. Lenny Welch bahkan menangis mendengar lagu itu. Saya ingin menyanyikannya lagi. Lagu itu merupakan salah satu balada yang mengaburkan batas antara blues dan jazz. Saya juga harus menyanyikan lagu “Our Love Is Here To Stay” dengan suara Ella yang terngiang-ngiang di kuping saya. Suara Ella membayangi saya selama bertahun-tahun. Ia adalah sebuah instrumen bagi saya.

Itulah yang menjadi obsesi saya terhadap Nature Boy. Menggunakan suara saya sebagai sebuah instrumen jazz dan membiarkan nuansa jazz itu mengalir di dalamnya. Anda tidak akan menyebut Jackie Wilson seorang penyanyi jazz, namun lagu “Danny Boy” yang dibawakannya sangat luar biasa. Saya bahkan tidak dapat melakukan sehebat itu. Saya menyukai versi Jackie, namun saya akan mencoba versi saya sendiri. Ron Goldstein, executive producer, dialah yang yang menyarankan lagu itu. Terima kasih, Ron!

Semua orang tahu bagaimana Ray Charles benar-benar kuatir dengan lagunya ‘Come Rain or Come Shine’. Saya sering bertemu dengan Ray. Tidak ada yang lebih menggetarkan hati.Ray memiliki pendekatan tersendiri terhadap jazz dan bahkan semua jenis musik. Saya
berharap bisa menjadi seperti dia.

Di antara penyanyi wanita, Ronstadt benar-benar berada pada tempatnya. Saya tidak ingin bernyanyi dengan penyanyi lain selain dia. Asyik sekali bisa menyanyikan lagu klasik seperti ‘The Very Thought of You’ dengan Ronstadt.Seperti halnya Ray dan Aretha, Linda melampaui segala sesuatu yang merintanginya.

Saya menikmati perpaduan suara kami.Ketika menyanyikan kembali lagu Summertime, In the Still of the Night, membuat saya terimhat pada orangtua saya. Dengan lagu-lagu inilah mereka berdansa. Lagu-lagu dalam album ini adalah beberapa dari lagu-lagu ketika saya masih muda. Itulah sebabnya mengapa saya sangat menyukai lagu ‘Blame It On My Youth’ terutama pada baris, “I believe in everything. Like a child of three”. Saya selalu mengatakan bahwa suara saya adalah percampuran dari kekuatan dan wibawa yang dimiliki ayah saya, cinta dan kelembutan dari ibu, dan kepolosan masa kecil saya. Orang-ang dulu mengajarkan pada saya bahwa musik, cinta dan Tuhan adalah kesatuan dari segala hal. Sehingga saat saya menyanyikan lagu-lagu yang romantik ini, yang semakin menawan dengan berlalunya waktu, saya tidak hanya merasakan cinta duniawi, namun saya juga merasakan kedahsyatan Tuhan dan jiwa dari cinta itu sendiri.”

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker