News

YOSHIKO KISHINO – SEISTA


GRP UCCJ 2021


Komposisi:
1. Siesta
2. The Red Blouse
3. Primavera
4. Antonio’s Song
5. So Many Stras
6. Poco Brazil
7. Siesta – Vocal Version
8. Norwegian Wood
9. The Day Will Come
10. Corcovado
11. Mas Que Nada
12. Pray For Them

Musisi:
Romero Lubanbo: gitar (1,2,6,7)
Marc Johnson: bass (3,4,5,8, 9)
Nilson Matta: bass (1,2,6,7)
Danny Gotlieb: drums (1 – 9)
Bashiri Johnson: perkusi (1,2,6,7)
Emiko Shiratori: vokal (7,10)
URU: programming (11)
Nahoko Kakiage: programing (10)
Yoshiko Kishino: piano/fender rhodes/keyboards

Yoshiko Kishino adalah seorang pianis/komposer/keyboardist dari Jepang yang sepertinya lebih memfokuskan dirinya ke dalam gaya smooth jazz. Di Indonesia sendiri namanya masih belum dikenal para pecinta musik jazz secara luas. Agak misterius memang. Kalau bersumber dari situs on-linenya, dia adalah salah satu dari musisi yang pernah menghasil beberapa albumnya di bawah label GRP pada pertengahan tahun 1990an sampai sekarang. Selain itu, yang lebih mengherankan adalah Kishino dalam album-album solonya pernah menggaet para musisi jazz papan atas untuk tampil di dalamnya. Sebut saja seperti Eddie Gomez, Lewis Nash, Marc Johnson (termasuk dalam album ini), Peter Erskine, Paul Motian, Bill Stewart, Cyro Baptista, Michael Brecker dan lain-lain.

Sekilas dari album yang pernah dibuatnya, gaya permainan pianonya bahkan lebih terkesan seperti pianis di lobby-lobby hotel. Minimnya semangat dalam berimprovisasi dan gaya musical yang lebih menantang. Dengan mengetengahkan komposisi-komposisi yang sebagian besar dengan irama bossa, album ini tidak jauh berbeda dengan album-album sebelumnya. Kehadiran bassis Marc Johnson dalam beberapa komposisi di atas membantu dalam memperlihatkan aksen permainannya sedikit lebih kelihatan. Karya Beatles ‘Norwegian Wood’, dibandingkan dengan komposisi-komposisi lain dalam album ini terasa sedikit lebih hidup. Dalam ‘Corcovado’ dan ‘Mas Que Nada’ Kishino berinteraksi dengan peralatan elekronik dan dia sendiri menggunakan piano dan fender Rhodes.

Musik-musik semacam ini kita memang tidak bias menghindarinya. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak kita jumpai ketika sedang berada di super market atau pun restoran. ‘Seista’, yang kurang lebih artinya adalah keadaan seseorang yang belum sepenuhnya sadar ketika baru saja bangun tidur ini pas untuk menggambarkan sebagian musik yang ditampilkan dalam album ini.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker