New ReleaseNews

IRREPLACEABLE, SAJIAN YANG SEGAR DARI GEORGE BENSON

Universal Musik Indonesia kembali meluncurkan sebuah album jazz untuk pasar Indonesia. Dari gitaris jazz legendaris hingga vokalis soul-pop yang luar biasa sekaligus pemenang grammy 8 kali George Benson – mendapatkan pujian baik dari para penggemarnya maupun para kritikus karena tiga hal: kepandaian yang tidak dapat diperbandingkan, menggarap segala sesuatu dengan kualitas kelas satu, dan mungkin yang lebih penting karena selalu tak pernah (dapat) diprediksi.

Kualitas yang luar biasa inilah yang menjadikan nama George Benson tetap harum dan tenar didunia musik, hingga dikeluarkannya album keempat untuk GRP/Verve bertitel Irreplaceable yang kental dengan musik soul yang seksi dengan sentuhan musik urban kontemporer yang tegas namun terdengar segar.

“Saya hanya mencoba membangunkan orang-orang”, ujar Benson dengan penuh percaya diri. Apa yang dilakukannya di Irreplaceable untuk mendapatkan respons yang kurang lebih sama tatkala ia merilis Breezin – dengan membawakan ‘This Masquerade’ tanpa vokal beberapa tahun silam. Ketika DJ mengatakan “Itu George Benson”, orang-orang pasti akan terkejut dan berkata ‘Apa?’ orang-orang tidak percaya, “itulah yang kita inginkan” ujarnya lagi.

Meski Benson kerap tampil baik sebagai instrumentalis tamu di lagu Mary J. Blidge ‘Seven Days’ atau ‘You can do it (baby)’ milik Nuyorican Souls – sebuah band acid jazz, musik baru yang diusungnya akan berpengaruh terhadap industri (musik). Seperti singel pertama yang bertitel sama dengan albumnya, ‘Irreplaceable’ yang akan membawa para penggemar George Benson mengingatkan pada nomor klasik Stevie Wonder ‘Ribbon in the Sky’. Sementara di Inggris, ‘Cell Phone’ menjadi singel yang diunggulkan. Isinya sebuah percakapan tetang spiritualitas dan kehidupan alam baka.

George Benson mengerjakan album ini bersama penulis lagu sekaligus produser Joshua Thompson yang telah dikenal sukses menggarap bintang-bintang R&B seperti The Temptations, Luther Vandros hingga Alicia Keys dan Tyrese. Tentu saja kita tidak lupa duet yang dikerjakan untuk penyanyi Case dan JOE bertitel ‘Faded Pictures’ yang diklaim menjadi salah satu musik soul kontemporer terbaik dalam dekade terakhir. Sehingga wajar album ini akan terdengar segar buat para pecinta R&B.

Pelantun hits semacam ‘This Masquerate’, ‘Give Me The Night’, ‘Turn Your Love Around’ dan ‘Love All The Hurt Away’ dibantu sejumlah musisi seperti Joe Thomas (Guitar, Keyboards, Drum Programming, Back Vocal), Melvin Davis, Richard Bona (Bass) dan Ali Jackson (Drum Programming). Josh Thompson sendiri juga turut membantu memainkan Guitar, Keyboards, Bass, Strings, Drum Programming pada beberapa nomor.

Dibantu pula peniup harmonika Gregoire Maret yang solo pada lagu ‘Stairway to Love’. Dinomor ini kita dapat menikmati sound gitar akustik khas milik George Benson yang berduet dengan gitaris spanyol Jose Ramirez.

Nomor-nomor lain yang juga menarik dalam album ini seperti hits-nya Babyface ‘Reason for Breathing’ lalu ‘Whole Man’, ‘String of Love’, serta nomor cover instrumental ‘Missing You’-nya CASE. Dinomor terakhir ini kita dapat menikmati permainan bass Richard Bona – bassis yang namanya menonjol beberapa tahun terakhir dengan bergabung bersama gitaris Pat Metheny.

Buat para penggemar George Benson di Indonesia ini mungkin semacam obat penawar, lantaran doi urung mengunjungi Indonesia tahun lalu. Gosipnya waktu itu George Benson dijadwalkan untuk datang namun lantaran situasi keamanan yang dipandang kurang kondusif kabar yang sempat santer beredar dikalangan penggemar jazz itupun tak jelas. Apakah doi akan datang untuk mempromosikan album terbarunya ini? ini juga belum jelas.

Namun yang sudah pasti, pria kelahiran Pittsburgh dan pernah bekerjasama dengan Miles Davis, Freddie Hubbard, Dexter Gordon, Frank Sinatra, Tonny Bennet hingga Minnie Riperton ini masih energik dan rajin merilis album. Album pertamanya yang dirilis tahun 1964 bertitel George Benson With Jack Mc Duff merupakan salah satu album terbaiknya. Terakhir ia merilis “The Greatest Hits of All” tahun 2003 silam, isinya tentu saja lagu-lagu terbaiknya.

So, buat para penggemar George Benson, jangan lewatkan album terbaru ini.

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker