News

JAMIE CULLUM – TWENTYSOMETHING – FRANK SINATRA WITH SNEAKERS

Universal Musik Indonesia kembali merilis sebuah album Jazz. Jamie Cullum twentysomething adalah artis dan judul album yang dilepas ke pasar jazz Indonesia. Ia masih berusia 24 tahun, dan dijuluki sebagai “Frank Sinatra with Sneakers” oleh BBC London.

Diusia 24 tahun, Jamie Cullum mungkin terlihat agak kaku untuk memainkan jazz kontemporer. Namun ia sangat fasih menjadi pianis, penyanyi sekaligus penulis lagu. Publik penggemar jazz dan musik pop menanggapinya secara antusias, “twentysomething”, menjadikan Jamie seorang bintang – mencatatakan diri dengan penjualan terlaris dalam debut jazz di sejarah Inggris, dimana mendapatkan penghargaan Platinum dalam waktu hanya 6 minggu!.

***

Direkam di Studio Mayfair di London, Twentysomething berisikan campuran jazz standard,irama kontemporer dan ballad yang membuang jantung berdebar-debar. Sebagai pemimpinnya adalah mantan produser dari Amerika yaitu Stewart Levine, orang yang pernah bekerja dengan nama-nama besar seperti Simply Red, BB King, George Benson, David Sanborn dan Masters at Work.

Sehubungan dengan musik akustiknya yang kental, Levine memilih untuk merekam dan menggabungkannya menggunakan pita analog. Karena album ini hampir seluruhnya direkam secara “live” tanpa perlu adanya perbaikan atau improvisasi penampilan, Levine merasa tidak perlu ‘perbaikan’ secara komputerisasi yang pada umumnya dilakukan pada hasil rekaman digital. Walaupun demikian justru album Twentysomething memiliki suara lebih hangat, lebih jelas dan lebih realistik. “Dont fix it if it ain’t broken”, ujar Levine dalam linearnotesnya.

Beberapa lagu jazz standard, What a Difference a Day Made, Singing In The Rain dan I Get A Kick Out Of You, dtulis pada 70 tahun yang lalu namun masih tetap up-to-date hingga hari ini , sepertinya dulu ketika lagu-lagu ini [pertama kali] diperdengarkan. Persamaannya, pada cara membawakan lagu-lagu kontemporer – Lagu Jeff Buckley berjudul Magisterial Lover, You Should Have Come Over sama bagusnya dengan lagu Hendrix berjudul Wind Cries Mary, yang dinyanyikan oleh Jamie dengan gayanya sendiri yang dibuat olehnya.

Secara mendasar, Twentysomething juga mendemontrasikan bakatnya dalam penulisan lagu baik Jamie maupun kakaknya Ben. Judul dari setiap track menggambarkan sesuatu yang modern, vital, dan lucu tentang “berbuat aneh di era 20-an kamu”, ketika jaman lagu dari Van Morisson berjudul These are The Days menjadi lagu kebangsaan musim panas untuk yang untuk dikeluarkan!.
Dan kelihatannya bakal menjadi album single pertama dikenal di radio berjudul All At Sea, ditulis pada sore hari yang membosankan ketika Jamie bekerja di atas kapal pesiar.

Ini merupakan album besar, mulai dari musik era 50-an sampai rock alternative 90-an melalui tulisan pada diri sendiri, sampai dengan jazz yang penuh jiwa. Karena itu, kata Jamie, menjadi kelebihan orang yang berusia 20-an, dapat melompat keberbagai generasi. Jadi orang yang terlalu muda menyebabkan [kita] khawatir tentang adanya perbedaan. Sementara [jika] menjadi orang yang cukup umur memegang bermacam-macam kemungkinan tentang musik.”Saya masih belajar, saya masih menjelajah” ujarnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker