News

KLINIK DAN WORKSHOP IDANG RASJIDI QUARTET GAIRAHKAN APRESIASI WARGA MUDA BOGOR PADA MUSIK JAZZ

Memainkan musik jazz tidak harus dengan chord-chord yang rumit. Coba dimulai dengan rhythm sederhana. Yang penting, dimainkan dengan jujur dan keluar dari hati. Itulah sebagian tips yang disampaikan Idang Rasjidi beserta kuartetnya kepada pengunjung acara Jazz Clinic & Workshop yang diselenggarakan Jumat (23/4) lalu di Plaza Balai Kota Bogor.

***

Acara yang baru pertama kali diadakan di kota hujan ini merupakan hasil kerjasama Idang melalui SSC Sastra Universitas Pakuan dan A Mild Live Production. Untuk kesemparan perdana ini mereka menampilkan satu kelompok jazz, Idang Rasjidi Quartet, sebagai fasilitator di klinik dan workshop tersebut.

Kuartet ini terdiri dari Idang Rasjidi pada akustik piano, Sri Aksan Sjuman (drums), Jeffrey Tahelele – menggantikan Ananda Mates yang berhalangan hadir – pada elektrik bass, dan gitaris muda Ahmad Ananda. Setelah beberapa sambutan, mereka membuka pentas dengan memainkan tiga lagu berturut-turut dan sekaligus mengantarkan acara masuk ke sesi utama. Tiga lagu itu; 2 lagu pop – Overjoy, Stevie Wonder dan Give Me The Night – serta dengan menarik Idang cs memainkan lagu Naik-Naik ke Puncak Gunung yang dikemas jazzy. Suguhan musik tanpa vokal tadi sontak disambut applaus ratusan pengunjung yang telah memadati pelataran terbuka itu sejak pukul 19.00.

Seperti yang dijanjikan Idang bahwa acara yang berlangsung malam itu bukanlah sebuah sebuah konser – tapi klinik dan workshop – dimana di sesi utama, pengunjung bebas bertanya berdialog dengan musisi yang hadir supaya mereka pulang membawa pengetahuan baru seputar musik jazz. Maka sesuai rencana, setelah membawakan lagu-lagu pengantar tadi. Setiap personel kuartet Idang Rasjidi berpencar menemui pengunjung sesuai dengan instrumen masing-masing. Idang tetap berada di panggung utama bercerita perkembangan jazz sembari memberi contoh roots-roots khas tiap aliran dengan pianonya. Di tenda sisi kirinya, Aksan dan Jeffrey masing-masing dikerumuni para peminat drum dan bass dengan bergairah menyimak demonstrasi dari keduanya. Tidak kalah antusias di sisi kanan panggung dimana bersama Nanda berkumpul pengunjung yang seru berdialog tentang gitar jazz. Tak nampak kelelahan di wajah para personel kuartet itu melayani pertanyaan-pertanyaan pengunjung, meski kadang harus sedikit berteriak karena ketiadaan pengeras suara di tiga tenda kiri-kanan panggung. Mendekati pukul 22.00, ajang tanya jawab itu terpaksa dituntaskan. Idang dan kuartetnya kembali membawakan sebuah lagu sebagai penutup acara. Sebelumnya ia beserta grup sempat memberika tips rhythm-rhythm sederhana dan bagaimana contoh berimprovisasi yang dapat dipakai untuk sebuah band baru. Pendekatan pendidikan yang menarik sekaligus menghibur.

***

Acara apresiatif yang sukses mereka persembahkan bagi warga muda kota Bogor ini sejatinya merupakan test case kedua setelah keberhasilan pagelaran musik jazz, yang juga menampilkan Idang Rasjidi, di Fakultas Sastra Universitas Pakuan akhir tahun yang lalu. Selain rencana menggelar acara coaching clinic seperti ini secara rutin tiap dua bulan – tentu dengan variasi instrumen dan corak musik yang lebih beragam, seperti melibatkan vokalis – Gong kegiatan penyelenggara adalah akan digelarnya festival tahunan jazz internasional di kota Bogor, awal Oktober mendatang. Rencana besar sepertinya telah bergulir dan tentunya mengharapkan partisipasi dari banyak pihak. Untuk itu WartaJazz.com siap membantu.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker