Jazz di JogjaKomunitasNews

Lets talk about Jazz with WartaJazz.com and Jogja Jazz Club

WartaJazz.com bersama Jogja Jazz Club dan Toko Buku Gramedia Yogyakarta menyelenggarakan acara apresiasi jazz bertajuk Let’s Talk About Jazz, acara ini akan berisi :

  • Pemutaran Film tentang Jazz (dokumenter dan Live jazz music)
  • Diskusi
  • Jam Session

Let’s Talk About Jazz diadakan pada hari Minggu tanggal 23 Mei 2004 mulai pukul 13.30 WIB. Bertempat di Lantai 4 Toko Buku Gramedia Yogyakarta, Jl. Jendral Sudirman 54-56 Yogyakarta. Acara yang ini Terbuka untuk umum dan FREE OF CHARGE / GRATIS. Hubungi Ajie Wartono / WartaJazz.com, Jl. Munggur 50 Yogyakarta Tlp. 0274-512561 , HP. 08122701719

Materi :

  • Pemutaran Film Jane Bunnett Cuban Odyssey : Spirits Of Havana (Dokumenter)
  • Till Bronner & Group (Mainstream Jazz & DJ Collaboration) Recorded Live at SWR Studios, Germany.
  • Diskusi tentang jazz
  • Jam session bersama Jogja Jazz Club

Profil Jane Bunnett

Jane Bunnett pertama-tama belajar musik klasik dengan instrumen piano. Beralih ke musik jazz setelah terinspirasi oleh Charles Mingus. Di dalam beberapa koleksi albumnya, penampilan duet Bunnett bersama mantan pemain pianonya Charles Mingus almarhum Don Pullen menjadi salah satu album unggulan dalam dekade 1980an dan juga menjadi bukti ketangguhan permainannya. Misalnya dalam album “New York Duet” (Denon) yang dikeluarkan pada tahun 1989. Kemudian jika dibanding dengan gaya permainan Steve Lacy, sound yang muncul dari saxophonis kelahiran 1955 ini lebih jernih dan bersih. Sudah merupakan yang logis ketika dia mempelajari betul-betul alat tiup itu sehingga dia juga mengerti seluk beluknya.

Pada suatu saat yang akhirnya menjadi begitu pentingnya sepanjang karier musiknya adalah pada saat dia berkunjung ke Kuba. Mengapa kesenian dari negaranya Fidel Castro ini menjadi sesuatu yang menarik bagi Bunnett? Sejak pertama datang ke Kuba dia merasakan berada di lingkungan yang sangat kuat tradisi musikalnya. Sehingga hal tersebut mendorongnya untuk memuaskan rasa ingin tahu yang lebih banyak lagi mengenai kebudayaan Kuba lepas dari permasalahan hubungan politik internasional negara tersebut. Bersama suaminya yang juga musisi pendampingnya pemain trumpet Larry Cramer, paling tidak sudah 20 tahun terakhir ini mereka hilir mudik antara Amerika Utara dan Kuba. Menurut penuturannya sudah lebih dari 50 kali. Mereka mengadakan kegiatan seperti konser, workshop, rekaman bersama para musisi lokal dan bahkan beberapa di antara mereka sudah bergabung dengan kelompoknya Bunnett bermain di luar negeri.

Album pertamanya yang terpengaruh akan kesenian dari Kuba adalah “Spirit of Havana” yang dikeluarkan pada tahun 1991. Album ini berhasil memenangkan Grammy-nya Kanada yaitu Juno Awards pada waktu itu. Kemudian pada tahun-tahun berikutnya Bunnett masih dengan semangat yang sama menghasilkan “Chamalongo” tahun 1996, “Ritmo-Soul” tahun 2000, “Alma de Santiago” tahun 2001 dan “Cuban Odyssey” tahun 2002, dimana album “Cuban Odessey” masuk dalam nominasi Grammy Award 2003 dan memenangkan Juno Award 2003. Selain itu album-albumnya yang tidak berkaitan dengan Kuba masih banyak lagi seperti yang terbaru adalah “Spirituals & Dedications” yang menggandeng musisi-musisi jazz terkemuka seperti pianis Stanley Cowell dan saxophonist Dewey Redman dan album ini juga masuk dalam nominasi Juno Awards. Seperti yang pernah dilakukan oleh para tokoh jazz pendahulunya, dia sangat tertarik dengan tradisi musik Kuba untuk dikolaborasikan dengan musik jazz yang dapat menghasilkan sesuatu yang tanpa diduga sebelumnya. Beberapa musisi jazz yang pernah mencoba untuk mengeksplorasi dan mempopulerkan musisi Kuba di Amerika Utara salah satunya adalah Dizzy Gillespie.

Profil Till Bronner

Till Bronner merupakan salah satu musisi jazz muda dari Jerman yang telah mendapatkan reputasi internasional, trumpetist ini telah banyak berkolaborasi dengan para musisi jazz kenamaan dan beberapa albumnya mendapat banyak penghargaan. Dia juga salah satu musisi yang menurut Indra Lesmana mengilhami Indra untuk membuat proyek Reborn.

Lahir tahun 1971, berlatar pendiikan trumpet untuk musik klasik tapi kemudaian belajar jazz trumpet di Cologne Music Academy pada Prof. Jiggs Whigham dan Jon Eardley. Tahun 1989 – 1991 menjadi anggota Peter Herbolzheimer Rhythm Combination & Brass. Till Bronner juga membantu konser dan album para musisi ternama seperti Dave Brubeck, James Moody, Monty Alexander, Aki Takase, Joachim Kühn, Chaka Khan, Natalie Cole, Tony Bennett, Ray Brown, Johnny Griffin, Ernie Watts, Klaus Doldinger, Al Foster dan masih banyak lagi..

Tahun 1993 Dia merilis debut albumnya GENERATIONS OF JAZZ (Minor Music) dibantu bassist Ray Brown dan drummer Jeff Hamilton, album ini mendapat penghargaan Awards : Preis der Deutschen Schallplattenkritik (German record critics) dan Preis der Deutschen Plattenindustrie (German record industry).

Setelah itu berturut-turut dia merilis album selanjutnya yaitu 1995, MY SECRET LOVE (Minor Music), 1996, GERMAN SONGS (Minor Music), 1997 MIDNIGHT (BMG) dan 1998 LOVE (Verve/Universal Music), album yang terakhir ini mendapatkan penghargaan JAZZ AWARD di Jerman dan GOLDEN DISC AWARD dari majalah Swing Journal di Jepang..
Thaun 2000 kembali merilis album dibawah Universal Music bertitel CHATTIN’ WITH CHET yang didedikasikan pada trumpetist legendaries Chet Baker, dalam album ini dia berkolaborasi dengan seorang DJ dan mencoba meramu jazz , swing, pop, groove, funk dan modern sound dengan membawakan komposisi-komposisi yang pernah dipopulerkan oleh Chet Baker. Tahun 2002 dia merilis albumnya BLUE EYED SOUL masih dibawah Universal Music selain itu dia juga memproduseri beberapa musisi antara lain Mousse T., Bootsy Collins feat. Snoop Doggy Dog, Mark Murphy, Rosenstolz, 12 Cellists of the Berlin Philharmonic, dan membuat DVD NO ANGELS MEET BIG BAND.

Ajie Wartono

Memimpin divisi Projects & Event Management. Pernah mengikuti Dutch Jazz Meeting di Amsterdam, Belanda. Selama dua tahun dipercaya menjadi Ketua Festival Kesenian Yogyakarta (2007, 2008) selain sebagai Program Director, Bali Jazz Festival dan Ngayogjazz

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker