New ReleaseNews

MONTY ALEXANDER / ERNEST RANGLIN, ROCKSTEADY: JAZZ RASA REGGAE!

Sebelum Monty Alexander menjadi pianis jazz ternama di US, ia memulai karirnya lewat kelab malam dan hotel di Jamaika. Pada saat yang bersamaan pemain muda ambisius dan inovatif ini juga menggali kekayaan bebunyian dan budaya yang membawanya sering diikutsertakan dalam rekaman di Studio – One, rumah produksi yang terkenal yang kerap disebut-sebut seperti Motown Records-nya Jamaika.

Masih di usianya yang belasan tahun, Alexander sering meracik dan menggabungkan irama jazz, blues, soul dan pop dengan musik Jamaika yang mengalir ditubuhnya. Ia dan rekan-rekan sebayanya menempa irama-irama tersebut dengan usaha tanpa henti – hingga akhirnya jadi populer diseantero dunia.

Beberapa dekade kemudian, Alexander kembali berada di waktu dan tempat yang tepat dengan Rocksteady – album baru dari Telarc Record – sebuah penghormatan bagi masa gemilang diawal pergerakan ska di Jamaika pada akhir tahun 60’an dan di awal tahun 70’an.

Tak tanggung-tanggung, ia mengundang dan rekaman bareng tamu spesialnya gitaris reggae Ernest Ranglin di 12 track lagu yang ada – album yang awalnya berada dibawah arahan produser legenda Jamaika Clement “Coxson” Dodd dan dibelakangnya ada beberapa ikon musik ska Jamaika seperti Toots dan The Maytals, Blues Blasters, Theophilus Beckford, Derrick Herriot, Roland Alfonso dan masih banyak lagi.

Turut membantu album ini antara lain Quentin Baxter (drums), Toots Hibbert (vocals on “Pressure Drop”), Junior Jazz (rhythm guitar), Gary Mayone (keyboards), Courtney Panton (hand drums on “Nightwork” dan “River Nile”) serta Hassan Shakur (acoustic bass).

Dibuka dengan karya Dave dan Ansel Collins “Double Barrel”, salah satu single Jamaika yang ngehit di Amerika. terdapat pula karya Ken Booth “Freedom Street. “Marcus Garvey” yang dimaksudkan sebagai penghormatan bagi pahlawan nasional Jamaika. Diakhir album ini, sebuah nomor milik legenda Bob Marley “Redemption Song” disajikan.

“Pada akhirnya semua yang main-main ini mejadi sesuatu yang sangat serius”’, kata Alexander. “Kami mengambil ide (album ini) dari era yang berbeda, sebagai penghormatan kami pada Bob Marley. Bob adalah pahlawan sejati dan seorang nabi bagi kami. Dia meletakkan musik Jamaika dalam peta di seluruh dunia. Dia adalah Duke Ellington kami”.

***

Disepanjang perjalanan karirnya, Monty Alexander telah tampil dan rekaman bersama Frank Sinatra, Ray Brown, Dizzy Gillespie, Sonny Rollins, Quincy Jones, Ernest Ranglin, Sly Dunbar, Robbie Shakespeare dan banyak lagi.

Pria yang bernama asli Montgomery Bernard kelahiran Kingston, Jamaica 6 Juni 1944 ini telah merekam sembilan album – diluar kompilasi – bersama Telarc Records ini dikenal sebagai pianis bop dan hardbop.

Ia hijrah ke Amerika Serikat akhir tahun 1961. Dua tahun kemudian ia mendapatkan kesempatan main bareng Art Mooney orchestra di Las Vegas. Disini ia lantas bertemu Frank Sinatra, kemudian Milt Jackson, yang memperkenalkannya pada bassis Ray Brown – dimana ia sering main bareng dan juga rekaman.

***

Sebagian besar keajaiban Rocksteady timbul dikarenakan alur yang hidup di setiap tracknya. Tanpa overdubs, tanpa trik, tanpa efek. Persis seperti ketika dulu, Alexander dan Ranglin mengerjakan nomor klasik di Studio One-Jamaika. Walau demikian, Alexander yang sangat mempercayai mitos Amerika ini, menginginkan rekaman tersebut jadi refleksi dari mitos dan semangat cowboy/western dari masa mudanya, semangat akan kebebasan dan kesempatan yang banyak mengilhami para pemuda Jamaika di masanya.

Rocksteady dapat dikatakan sebagai penawar rindu bagi keduanya akan kenangan masa lalu, sekaligus menjadi kontribusi pagi musik dunia khususnya reggae. Walau Alexander sempat berkilah, “I’m not a bebop musician, I’m not a calypso musician, I’m not a reggae musician. I’m a musician who loves it all.”

Beat-beat ska dan rocksteady yang masih melekat di diri Alexander, yang dipertahankannya, terdengar seperti hembusan nafas seekor kuda yang sedang menuruni jalan kecil seperti di film John Wayne

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker