FestivalNews

3 KONSER JAZZ DI GEDUNG KESENIAN JAKARTA INTERNATIONAL FESTIVAL

Dalam rangka GKJIF (Gedung Kesenian Jakarta International Festival) yang tahun ini memasuki penyelenggaraan yang ke-7 kalinya, akan mempersembahkan berbagai kegiatan, salah satunya adalah konser Jazz.

Tiga kelompok jazz dalam dan luar negeri akan memeriahkan kegiatan yang akan berlangsung mulai 20 Agustus hingga 5 September 2004 ini. Berikut ini sekilas mengenai para musisi yang akan tampil di GKJIF 2004, beserta informasi harga tiket pertunjukan masing-masing.

***

Yang pertama adalah Chicago Jazz Quartet (CJQ). Disponsori oleh Kedutaan Amerika Serikat di Jakarta, dirancang sebagai Duta Jazz dari Amerika Serikat pada tahun 2004 setelah
memenangkan audisi yang kompetitif diselenggarakan oleh Kennedy Center untuk seni pertunjukan di Washington DC.

Kuartet ini akan melakukan tur di enam negara Asia: Vietnam, Thailand, Indonesia, Philippines, Bangladesh dan Pakistan awal Agustus 2004 ini. Program Duta Jazz ini dapat terselenggara di bawah naungan Departemen AS.

Personil Chicago Jazz Quartet akan tampil, berbagi pengalaman dan mempersembahkan jazz vokal pada publik yang akan ditemui pada negara-negara tersebut, dari pejabat tinggi sampai musisi lokal. Anggota band memberikan kontribusi penuh pada karakter musik dari grup dengan cara yang unik dan mereka sangat memperhatikan pada apa yang akan dihadapi baik musik maupun budaya masyarakat setempat.

Chicago Jazz Quartet terdiri dari Benjamin Lewis (piano), Matt Lewis (vocal, trumpet), Lorin Coben (bass), dan Michael Raynor (drum). CJQ akan tampil Rabu, 11 Agustus 2004 dengan harga tiket pertunjukan Rp 50.000,- & Rp 40.000,-

***

Kelompok kedua yang akan mengisi GKJIF ini adalah Budjana-Balawan dan Batuan Ethnic Fusion yang terdiri dari Nyoman Marcono (kendang, suling, genggong), Nyoman Suwidha (kendang, reong, suling, genggong), Wayan Suastika (tingklik, reong, suling), Wayan Sudarsana(cengceng, genggong, suling), Ketut Tarmadi (bass), Bogie Prasetyo (drums, perkusi), Wayan Balawan (gitar, gitar synthesizer, vokal) dan Dewa Bujana, (gitar-bintang tamu).

Wayan Balawan kelahiran Bali 1973, dibesarkan dalam lingkungan musik gamelan Bali. Tahun 1993 mendapat kesempatan belajar jazz di Australian Institute of Music, Sydney, selama dua tahun. Tahun 1997 pulang ke Bali mendirikan Batuan Ethnic Fusion (sebuah grup yang menggabungkan Gamelan Bali dan Jazz), dan melakukan eksplorasi elemen-elemen musik etnik Bali, menggunakan instrumen musik tradisi dikembangkan dalam pemahaman modern. Selain itu, Balawan bersama grup juga mengaransir lagu-lagu tradisi yang tidak diketahui pengarangnya hingga musik modern.

Balawan adalah gitaris unik – telah merilis dua album, yang salah satunya direkam dan diedarkan di Jerman – yang memainkan gitarnya tidak dipetik melainkan disentuh layaknya memainkan tuts-tuts piano, teknik ini dikenal sebagai teknik tapping. Bagi anda yang tidak mengenal nama Balawan, barangkali komentar Indra Lesmana dapat sedikit menjadi bahan pertimbangan, “It’s always exciting to find new things in art and Batuan Ethnic Fusion is a perfect example of artist who explore into the great spectrum in art with passion, love, beauty and freedom…”.

Penampilannya kali ini akan didukung oleh Dewa Bujana sebagai bintang tamu. Tiket pertunjukan sebesar Rp 30.000,- & Rp 25.000,- dan pertunjukan pada Sabtu, 28 Agustus 2004

***

Kelompok ketiga yang berpartisipasi dalam GKJIF ini adalah Krakatau, yang terdiri dari Dwiki Darmawan (Micro-tuned keyboard dan Synthesizer), Pra Budidharma (Slendro Fretless Bass), Adhe Rudiana (kendang, perkusi, simbal), Yoyon Darsono (rebab, suling, terompet, kecapi, voice), Zainal Arifin(Bonang, perkusi, voice), dan Gerry Herb(drum) plus Nyak Ina Raseuki atau yang akrab disapa Ubiet (voice).

Dengan formasi diatas, Krakatau yang terpilih menjadi Duta Budaya Indonesia 2004 baru-baru ini mengadakan tur keliling ke 10 kota di Amerika Serikat dan Kanada. Penampilan Krakatau di Amerika Serikat dan Kanada membuka wacana baru tentang pemahaman musik kontemporer Indonesia di tingkat internasional, dan mendapat sambutan luar biasa dari publik dan media cetak maupun elektronik, diantaranya mendapat review yang positif dari Majalah Jazz Times dan JazzOnline.

Selain itu, Krakatau sebelumnya telah tampil di Singapura, Malaysia, Jepang, China, Australia, Hungaria, Bulgaria, Serbia, Montenegro, Romania, Republik Ceko, Republik Slovakia dan Venezuela.

Krakatau memadukan musik karawitan dan jazz, dan membuka wacana baru tentang musik
karawitan dalam perkembangan dunia musik modern. Penampilannya kali ini, akan menyajikan komposisi terbaru selain nomor-nomor yang telah dirilis dalam ‘Mystical Mist’ dan ‘Magical match’. Krakatau akan tampil pada Rabu, 1 September 2004 dan Harga tiket pertunjukan Rp 50.000,- & Rp 40.000,-

***

Seluruh kegiatan konser diatas di selenggarakan di Gedung Kesenian Jakarta, Jalan Gedung Kesenian No.1, Jakarta Pusat 10710, mulai pukul 20.00 WIB. Bagi anda yang tertarik menonton kegiatan diatas, silakan menghubungi GKJIF di Telepon. (021) 3808283, 3441892 atau Fax. (021) 3810924 serta E-mail: gkj@pacific.net.id

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker