FestivalNews

RABIH ABOU KHALIL

Foto: Ssirus W. Pakzad

Beberapa tahun yang lalu majalah jazz DownBeat pernah menulis bahwa karya musik Rabih Abou Khalil adalah sebuah perkawinan unik yang dengan sukses memperluas hubungan dunia musik jazz dengan musik Arab. Ungkapan pujian dari majalah tersebut memang pantas diperoleh untuk Rabih. Paling tidak dia sudah berusaha untuk membuat campuran antara dunia musik Arab dengan improvisasi musik jazz dan teknik klasik dari Eropa. Bahkan dia juga terbuka dengan perkembangan dunia musik secara global sekarang ini.

Musisi / komposer yang bermain Oud (barangkali kalau di Indonesia lebih popular dengan sebutan gambus / gitar Arab) kelahiran Lebanon ini sebenarnya juga pernah belajar flute musik klasik di Academy Of Music di kota Munich Jerman selama terjadi perang di Lebanon pada tahun 1978. Secara musikal, bermain oud sebenarnya sudah menjadi darah dagingnya sendiri. Berangkat dari hal tersebut, dia mempunyai ide untuk mendalami lebih jauh lagi musik Arab dengan cara yang baru. Rabih mulai membayangkan dan belajar bermain oud seperti layaknya bermain gitar jazz.

Di awal 1990an, dia mendapat dukungan dari radio Southwest German untuk menulis komposisi dan tampil bersama Kronos String Quartet dalam acara Stuttgart Jazz Summit pada tahun 1992. Empat tahun kemudian dia rekaman bersama Belanescu Quartet. Sampai sekarang Rabih telah bekerjasama dengan berbagai kelompok yang merupakan campuran musisi dari Arab, India dan musisi jazz terkemuka dari Eropa maupun Amerika. Termasuk dengan Sonny Fortune, Charlie Mariano, Ellery Eskelin (saxophonis), Kenny Wheeler (trumpet), Michael Godard (tuba), Glen Valez (perkusionis), Milton Cardona (Conga), Howard Levy (harmonica), Glen Moore, Steve Swallow (bassist), beberapa musisi dari downtown New York dan masih banyak lagi.

Sampai sekarang Rabih telah menghasilkan kurang lebih 13 album yang sebagian besar direlease di bawah label Enja Records dari Jerman. Beberapa album unggulannya adalah “Between Dusk and Dawn” (1986), “Bukra” (1988), “Blue Camel” (1992), “Arabian Waltz” (1996) dan “Cactus Of Knowledge” (2001). Sementara album terakhirnya adalah “Morton’s Foot”.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker