News

THE DEEP END, TANDAI PERJALANAN MATANG SPYROGYRA

Para pecinta jazz tentu tidak asing dengan Spyrogyra yang dimotori oleh Saxophonis Jay Beckenstein. Kelompok yang telah berusia lebih dari 30 tahun ini, kembali merilis album terbaru mereka yang menandai perjalanan mengagumkan selama kurang lebih 3 dekade. Album berisi 11 track dan bertitel The Deep End yang dirilis oleh anak perusahaan Universal Music, Heads Up.

Tidak ada perubahan anggota personel Spyrogyra seperti guitarist/ vocalist Julio Fernandez, keyboardist Tom Schuman dan bassist Scott Ambush, selain beberapa kontributor seperti vibraphonist Dave Samuels, trumpet player Don Harris, drummer Billy Kilson dan percussionists Cyro Baptista, David Charles danDaniel Sadownick. Satu wajah baru dalam album ini adalah bergabungnya drummer asal Kuba yang besar di Miami, Ludwig Afonso.

The Deep End menjadi semacam titik tengah antara pendengar baru dan lama, dengan mengedepankan vintage sound Spyro Gyra tentu saja dengan sentuhan kontemporernya. Apa yang terbersit dibenak saxophonist Jay Beckenstein adalah membuat album ini menyentuh spektrum emosional yang paling dalam. “Saya suka musik yang membuat saya berpikir” ujarnya menjelaskan, “namun, tentu saja musik yang abadi karena ia tumbuh didalam hati para pendengar”

Kesebelas lagu didalam album ini merangkul berbagai style dan warna – dan sudah pasti emosi – secara kohesif. Ada semacam kesadaran yang dibangun oleh Spyrogyra, menyikapi segala macam perkembangan terakhir, termasuk rekor penjualan lebih dari 10 juta album dan suksesnya album Original Cinema, yang dalam beberapa minggu masuk ke posisi di Billboard’s Contemporary Jazz chart tahun lalu, serta bertenggernya debut album mereka In Modern Times selama kurang lebih 64 minggu diposisi #2 pada chart yang sama tahun 2001 silam.

Reaksi positif juga datang dari berbagai kalangan. Jeff Charney dari ContemporaryJazz.com menyebut album dan kelompok ini, still sound fresh. Sementara Jonathan Widran dari All Music Guide memuji konsistensi Jay Beckenstein selama kurang lebih 30 tahun, menggabungkan instrumental pop hits dan mendorong musiknya melewati batas teritorial fusion ….kebanyakan band-band megap-megap menghadapi persaingan dan tuntutan dari radio yang (lebih suka) memutar materi ‘aman’ dan ‘trendy’, namun Spyro Gyra tidak seperti band-band tersebut…ini benar-benar resiko yang berharga.”

Bagi pecinta setia Spyrogyra mengoleksi album ini bukanlah sesuatu yang sia-sia. Beberapa lagu yang direkomendasikan antara lain Wiggle Room yang diciptakan Scott Ambush, Moonsoon diciptakan Beckenstein dan Summer Fling ciptaan Jeremy Wall.

Spyrogyra yang baru saja menuntaskan tur eropanya, saat ini kembali sibuk tampil diberbagai tempat di Amerika Serikat. Minggu lalu mereka tampil di Red Bank, NJ – Count Basie Theatre yang kemudian akan disusul Scullers Jazz Club di Boston.

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker