News

MANISNYA SEKOTAK COKLAT DALAM KOLABORASI SYAHARANI & BALAWAN

foto: dokumentasi WartaJazz.com

Apa hubungannya musik jazz dengan sekotak coklat? Sepertinya memang tidak ada hubungannya. Namun pada hari Rabu, 22 Desember yang pada acara Jazz In Chocolate Box yang menampilkan kolaborsi penyanyi Syaharani dengan kelompok asal Bali; Batuan Ethnic Fusion yang dimotori oleh Wayan Balawan, relevansi keduanya menjadi nyata.

Adalah Nayaka, sekelompok penyelenggara acara, yang menetaskan ide tersebut. Nayaka yang dalam bahasa Bali berarti Pemuda atau Kepemimpinan menyebutkan hubungan jazz dan sekotak coklat dilihat dari ragam rasa yang akan dinikmati. Layaknya coklat bermacam warna dalam sebuah kotak, tidak dapat kita nikmati apa rasanya tanpa dibuka tutup kotaknya dan kemudian dicoba satu-satu. Begitu juga dengan acara yang mereka persiapkan kurang lebih dalam waktu hanya satu bulan ini; penonton yang datang diharapkan dapat menikmati manisnya kolaborasi dari dua kutub seniman yang sedikit banyak terafiliasi dengan musik jazz.

Syaharani, penyanyi yang bernama asli Saira Syaharani Ibrahim ini belakangan sibuk dengan proyek Queenfireworksnya. Ia sempat tampil di Jazz Goes to Campus beberapa hari sebelumnya. Dan lewat Sangaji Music, ia merilis album Careless Whisper.

Balawan dan kelompok Batuan Enthnic Fusion (BEF) merupakan kelompok yang unik. Mereka memadukan permainan gitar dengan teknik tapping dari Balawan dengan gamelan khas Bali. Kelompok ini telah merilis sebuah album dibawah perusahaan rekaman Chico & Ira berjudul Globalism. Bersama BEF, Balawan tampil memukau di acara JGTC 2004 yang diselenggarakan oleh FE UI, hari minggu (19/12) silam.

Syaharani dan Balawan menampilkan karya-karya mereka dalam dua sesi pentas kolaborasi. Di pentas pertama dengan sedikit berkelakar, Balawan mengajak penonton untuk menikmati jazz dengan santai. “Dengerin jazz jangan tegang, santai saja”, ujarnya. Dua nomor instrumental mengalir disusul vokal Balawan pada lagu yakni Globalism, Spain, Is All Right dan Waiting in Vain. Seusai Kene Keto, Balawan lantas mengundang Syaharani untuk menyanyikan tiga buah lagu masing-masing, Corcovado, Our Love is Here dan Jayaprana. Yang menarik, lagu yang populer lewat Bob Marley Waiting in Vain dibuka dengan intro suling, lantas menyusul ceng-ceng dan bonang serta kendang berpadu dengan tapping Balawan.

Geguritan, semacam seloka yang dibawakan dengan cara bernyanyi ditampilkan untuk membuka bagian kedua acara yang disponsori oleh A Mild Live Production itu. Sebagai lagu pertama dipilih Bird Song, komposisi Balawan yang kembali menampilkan Syaharani. Kemudian dilanjutkan dengan Sunya Suri, yang mengikutkan Ni Sri Yanti menembang intro berbahasa jawa sehingga berhasil menguatkan tema kontempelatif – laku menyepi dari keduniawian – dari lagu itu. Syaharani melanjutkan sesi kedua dengan sebuah lagu remaja yang belum dirilisnya. Lebih Baik Tidak menjadi istimewa karena aransemen yang ditampilkan oleh Batuan Ethink Fusion, terutama dengan adanya bebunyian Genggong yang mengisi sela-sela lagu. Komposisi dari Duke Ellington – Caravan – dan Roxane dari The Police juga dimainkan oleh kelompok musisi Bali tersebut selain beberapa lagu yang ditulis Balawan; seperti Magig Reog, Baleganjur dan Running Cak yang mengambil sound tari kecak dengan menampilkan adegan main-main dari saling sahut antara synth guitar Balawan dengan instrumen tradional Bali yang dimainkan oleh para personel Batuan Etnhic Fusion. Pentas kedua malam itu ditutup dengan lagu Wonderful World yang kembali menampilkan Syaharani . Lagu itu diaransemen sangat simpel namun ternyata sangat mendapat respon dari penonton. Tepukan membahana memenuhi ruangan News Café Kemang menanggapi kemanisan lagu tersebut.

Antusiasme penonton ini pun yang ditangkap oleh penyelenggara untuk membawa konsep pertunjukan Jazz in A Chocolate Box ke beberapa daerah. Bandung, Yogyakarta, Solo dan Bali menjadi rencana Nayaka berikutnya. Jadi atau Tidak, kita kembalikan kepada mereka. Hayo, Nayaka maju terus dan tetap jalankan sisi sosial yang telah kalian canangkan untuk menyumbangkan sebagian keuntungan kepada teman-teman kita di Sulawesi Selatan dalam bentuk beasiswa. Kita tunggu sajian jazz dalam sekotak coklat berikutnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker