NewsProfile

JEFF LORBER

jeff lorber. courtesy of vervemusicgroup.com

Jeff Lorber lahir dan besar di Philly (sebutan untuk Philadelphia) 4 November 1952. Ia dianggap sebagai salah satu pencetus contemporary instrumental music atau yang lebih kita kenal sekarang sebagai smooth jazz.

Bermain piano sejak berusia 4 tahun, Lorber kecil kerap tampil bersama band R&B lokal, sampai kemudian ia belajar dan lulus dari Berklee School of Music di Boston. Ketika merilis album perdana tahun The Jeff Lorber Fusion (Inner City Records) ditahun 1977 yang sukses menyusul album kedua Soft Space (Inner City Records) ditahun 1978 Lorber sebenarnya tak memiliki design dibenaknya. Yang ada hanya semangat bereksperimen yang sedemikian ‘liar’. Ia seperti menggambar elemen-elemen dari artis yang dikaguminya – seperti Earth, Wind & Fire dan Tower of Power hingga Miles Davis, dan The Paul Butterfield Blues Band – dan menempatkannya dalam sebuah pot lalu meramunya hingga lambat laun menghasilkan sound khas miliknya – bahkan bertahun-tahun kemudian.

Lorber mengakui diawal-awal karirnya dalam jazz, terdapat pengaruh grup semacam Return to Forever atau Weather Report yang sebutnya era awal Fusion tahun 70-an sementara ia menyebut dirinya sebagai ‘generasi kedua fusion’.

Lewat Jeff Lorber Fusion yang memulai debut tahun 1979, ia menimba masa kejayaan. Band ini banyak melakukan tur keliling dan Lorber juga mendapatkan nominasi sebagai Best R&B Instrumental Grammy untuk karyanya “Pacific Coast Highway” yang nge-hit di berbagai radio kala itu. Album “Step by Step” (1984, Arista) dianggap menjadi album yang paling sukses.

Ia lantas memproduseri album pertama saksofonis berambut kriwil, Kenny G – yang juga menjadi anggota band tersebut ingga menemukan Dave Koz – bahkan menjadi produser debut albumnya selain mengerjakan proyek lain bersama Eric Marienthal, Art Porter, Michael Franks, Jeff Lorber dan Herb Alpert serta lainnya.

Namun dipuncak kejayaan Fusion ia justru membubarkan grup dan mulai sibuk mengurusi produksi dan session work dan sempat merilis dua album “Lift Off” (1985, Arista) dan “Private Passion” (1986, Warner Bros. Records).

Dipertengahan tahun 80-an ini ia sempat mengomel lantaran tak menjadi sorotan, sehingga muncul ucapan “a sideman on my own records”. Ya, ia tidak menjadi perhatian, justru Michael Jeffries dan Karyn White, yang terkenal lewat single “Facts of Love” yang tak hanya hit tapi juga menjadi big seller.

Lorber lalu meneken kontrak dengan Verve dan merilis album solo ‘sungguhan’ tahun 1993 lewat “Worth Waiting For” yang oleh All Music mendapatkan pujian 4 bintang menyusul kemudian “West Side Stories” (1994, Verve-Forecast) dan “State of Grace” (1996, Verve-Forecast) yang didalamnya memuat karya eksotis dan misterius bersama Dave Koz, Irianty Erning Praja dan Dadang S. Manaf.

Lorber kemudian produktif baik sebagai performer ataupun produser. Selain rekaman dengan Verve sempat pula merilis “Midnight” (1998, Zebra Records), lalu “The Definitive Collection” (2000, Arista Records), “Kickin’ It” (2001, Samson Records) dan “The Very Best of Jeff Lorber” (2002, Verve/GRP) hingga akhirnya dikontrak oleh Narada Records.

Bersama Narada ditahun 2000 Jeff Lorber merilis album smooth jazz yang cukup sukses seperti “Philly Style” dan yang baru-baru ini “Flipside” (2005). Meminjam istilah Johathan Wildran untuk album yang terakhir dirilis Jeff Lorber ini “…making his unique brand of old-school soul meets modern funk back when old-school was still in session…“.

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker