KUL KUL BAND

Note: Artikel ini diperbaharui pada 15 April 2017
Dibentuk pada tanggal 20 Februari 2005, Kulkul adalah kelompok musik tradisional modern beruansa Bali. Perpaduan unsur musik modern dan ramuan tradisional Bali membuat kelompok ini menjadi grup musik yang unik. Keberadaannya menjadikannya layak untuk bisa tampil meramaiakan khasanah musik nasional.
Kulkul telah tampil dalam sejumlah event nasional yakni Bali Jazz Festival 2005, Java Jazz Festival 2005 dan Jak Jazz Festival 2006.
Visi dari Kul-kul adalah agar keberadaan kekayaan seni musik tradisional modern khusunya Bali, dapat dijadikan contoh betapa kaya khasanah musik tradisional kita yang dapat ditampilkan. Misi kelompok Kulkul adalah agar musik tradisional modern bernuansa Bali ini layak tampil di forum Nasional maupun Internasional. Sedangkan sensasi yang di tawarkan dan tampilkan adalah, suatu pertunjukan musik dengan karya cipta yang unik.
Kulkul telah merilis sebuah album bertajuk Welcome to Bali yang diproduksi secara independen.
***
Berikut ini sekelumit profil dari para pendukung Kul-Kul Band
Demas Narawangsa (Demas) pada Drum dan Kempluk
adalah pemain termuda (12 th., kelas 2 SMP) di group ini. Demas adalah ikon dan penggagas dibentuknya Kulkul. Sekilas beberapa prestasi Demas adalah, pada usia 7 th. Demas menjadi juara 1 Drum Competition Indo Music Expo 2000 di Parkir Timur Jakarta. Kemudian pada usia 9 th. menjadi juara 1 Yamaha Drum Competition 2002 tingkat Nasional di Hotel Indonesia Jakarta. Inspirasi Demas membentuk Kulkul dikarenakan pada waktu itu Demas sering berkolaborasi dengan para pemain perkusi dari grup Krakatau, yang bernuansa etnik Jawa Barat. Kemudian Demas ingin membentuk grup sendiri yaitu Kulkul dengan nuansa etnik Bali.Akhirnya Demas mengajak beberapa teman dekat dan di bantu oleh Seniman Gamelan Bali yaitu Bpk. I G Kompyang Raka sebagai pemilik Sanggar Saraswati di Jakarta dengan melibatkan beberapa muridnya untuk membantu Demas dalam proyek ini.
Sigit Ardityo Kurniawan (Didit) pada Biola.
Dahulu Didit dikenal sebagai pemain Biola cilik berbakat. Sejak usia 8 th. sampai sekarang Didit selalu mengisi acara peringatan 17 Agustus di Istana Negara sebagai violist. Saat ini Didit adalah pemain Biola yang sering tampil sebagai additional player untuk pementasan seperti bersama Kridayanti, Rossa, dll. Saat ini Didit masih kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta.
RM Aditya Andriyanto (Adit) pada Keyboard.
Seperti juga Didit, Adit juga sering tampil sebagai additional player dibeberapa event pementasan. Adit juga masih kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta.
Adman Maliawan (Awan) pada Bass.
Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini sudah lama malang melintang di dunia musik. Profesinya sekarang sebagai pengajar di Institut Musik Indonesia (IMI). Awan pernah menjadi juri pada Yamaha Drum, Bass, and Guitar Competition dan pernah pula menjadi demontrator untuk produk Bass Yamaha.
I Ketut Budiyasa pada Kendang, Gangsa Pemade, Kulkul.
Anggota dari Sanggar Saraswati milik Seniman Gamelan Bali yaitu Bpk. I G Kompyang Raka..
I Komang Sumada pada Suling, Gangsa Pemade, Cengceng Kopyak, Kulkul.
Anggota dari Sanggar Saraswati milik Seniman Gamelan Bali yaitu Bpk. I G Kompyang Raka.
I Wayan Sudiarta pada Cengceng, Gangsa Kantilan.
Anggota dari Sanggar Saraswati milik Seniman Gamelan Bali yaitu Bpk. I G Kompyang Raka.
I Wayan Sudarsana pada Kulkul, Gangsa Kantilan, Cengceng Kopyak.
Anggota dari Sanggar Saraswati milik Seniman Gamelan Bali yaitu Bpk. I G Kompyang Raka
Faisar Fasya (Faisar): Guitar
Merupakan anggota baru

