News

PERTUNJUKAN MUSIK “JENDELA JAZZ” DIGELAR DIKOTA KEMBANG

Liburan ke Bandung sambil nonton musik jazz di udara terbuka
Sebuah pertunjukan di udara terbuka dilingkungan sebuah lembaga pendidikan akan digelar akhir pekan ini Sabtu, 24 September 2005 di Kota Kembang, Bandung. Sekitar tujuh kelompok yang rata-rata musisi jazz pemula di Bandung akan unjuk kebolehan dalam sebuah acara bertajuk Jendela Jazz.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati 10 tahun Jendela Ide, dimulai sejak bulan April, dimana setiap bulannya, Jendela Ide menyelenggarakan program pertunjukan beragam jenis musik untuk apresiatif. Setelah bulan-bulan sebelumnya program tersebut diisi diantaranya oleh “Musik Oriental”, “Musik Latin-Salsa”, dll., untuk bulan September ini, bekerjasama dengan KlabJazz dan didukung oleh WartaJazz.com rencananya akan diisi dengan ”Musik Jazz”.

Pertunjukan yang akan menampilkan kelompok asal bandung yakni Brew Ensemble, Edward Trio, Pineapple, Bandung String Trio, Jendela Ide Kids Percussion, Erlan Effendy dan Sekapur Sirih digelar di Deutsche Schule Bandung – Jendela Ide, Jl. Kyai Gede Utama 12 Bandung pukul 18.30 hingga selesai dengan tanda masuk Rp. 10.000,- Informasi lebih lanjut silakan menghubungi Jendela Ide Telp. 022 2501925 atau KlabJazz – Niman 08172388862.

***

KLABJAZZ.
KlabJazz adalah sebuah perkumpulan/klab yang berkecimpung dalam usaha memasyarakatkan musik jazz melalui beragam kegiatan, di antaranya; Pertemuan Mingguan setiap hari Minggu sore untuk apresiasi musik jazz, yang hingga saat ini telah diisi dengan pemutaran video-video jazz, diskusi musik jazz, serta penyelenggaraan berbagai pertunjukan musik jazz. Informasi lebih lanjut mengenai kiprah mereka dapat disimak di http://www.commonroom.info/klabs/jazz

JENDELA IDE
Jendela Ide adalah sebuah wadah aktivitas anak dan remaja, yang bertujuan menstimulir perspektif budaya anak dan remaja, melalui berbagai kegiatan senirupa, teater, bahasa-sastra, olah bunyi dan gerak, yang diwujudkan dalam program berkreasi, pameran, pertunjukan, pemutaran film, diskusi, pelatihan, penulisan dan pendokumentasian. Kegiatan Jendela Ide berasaskan penghargaan terhadap: kreativitas, keunikan individu/kelompok, keberagaman, serta pemahaman silang budaya. Info lebih lanjut silakan buka http://www.jendelaide.blogspot.com

***

Tentu tidak lengkap jika kita tidak menyimak mereka yang berencana akan tampil dalam kegiatan kali ini. Selengkapnya kami sajikan dalam tulisan berikut:

BREW ENSEMBLE
Brury Effendi – trumpet; Julianus – trumpet. Arief Rinoko – alto saxophone; Ivan Indramsyah – trombon; Mira – tenor saxophone; Edward Prasetya – gitar; Edward Manurung – drum; Lindu – elektrik bass & Donny Herdanto – keyboard.

Brew Ensemble adalah salahsatu kelompok yang lahir dari Latihan Bersama Jazz (LaBJazz) bersama Imam Pras dan Rudy Aru. Awalnya disiapkan untuk meramaikan peristiwa JazzAID; Konser Untuk Korban Tsunami yang diselenggarakan di Pusat Kebudayaan Perancis – CCF de Bandung oleh KlabJazz di awal Februari lalu. Juga turut meramaikan juga, bahkan membuka penyelenggaraan musik jazz yang diselenggarakan juga oleh KlabJazz bertajuk Pekan Jazz Priangan di pertengahan bulan Juli yang lalu sebagai penampil pertama dari 39 kelompok musik jazz yang tampil selama enam malam tersebut. Akhir Agustus Brew Ensemble diberi kehormatan untuk tampil sebagai kelompok pembuka konser amal Zagreb Jazz Orkestar di Ramayana Room, Hotel Grand Preanger.

Brew Ensemble berpusat pada lima atau lebih anggota yang khusus memegang instrumen tiup; dua terompet, satu saxophone alto, satu saxophone tenor/bariton, satu trombone dan kadang satu flute. Oleh karenanya rhythm section kadang berubah-ubah.

Repertoir mereka cenderung memilih komposisi-komposisi musik era hardbop yang kental dengan elemen funk dan groove.

EDWARD TRIO
Edward Prasetya – elektrik gitar; Lindu Muliantara – elektrik bass & Edward Manurung – drum.

Tiga personil Brew Ensemble yang memberanikan diri tampil dalam format trio. Dimotori oleh gitaris Edward Prasetya. Repertoir mereka cenderung lebih ke komposisi-komposisi musik neo hardbop karya Miles Davis dan John Coltrane dengan sedikit elemen rock gaya John Scofield.

Tampil pertama kali di Pekan Jazz Priangan, Edward saat itu dibantu oleh rekan-rekannya dua personil Trancemission Quintet, bassi Christian dan drummer … Sementara di Friday Night Jazz@The Cellar, Edward sempat dibanru oleh bassis Rudy Aru (yang memainkan elektrik bass) dan drummer Opik.

PINEAPPLE
Ahmad Indra – gitar; Sartono – keyboard; Dicky – saxophone/flute. Sonny – bass. Ule – drum.

Kelompok yang terdiri dari para murid gitaris jazz senior kota Bandung Venche Manuhutu. Nama Pineapple pertamakali tampil di Pekan Jazz Priangan bulan Juli yang lalu. Ini adalah untuk ketiga kalinya Pineapple tampil di hadapan publik. Gitaris utamanya, Ahmad Indra pertamakali tampil untuk di acara KlabJazz, saat ia masih bergabung bersama kawan-kawan klassiknya di KlabKlassik dan tampil di acara JazzAid di CCF bulan Februari yang lalu.

BANDUNG STRING TRIO
Ammy Kurniawan – elektrik biola; Didin – elektrik gitar; Balqi Lesmana – elektrik bass.

Bandung String Trio berpusat pada pemain biola Ammy Kurniawan. Salahsatu “peniti” dari 4 Peniti. Nama Bandung String Trio diperkenalkan untuk pertamakali pada acara Bandung Jazz Statement Desember tahun lalu. Awalnya adalah proyek untuk memperkenalkan ke hadapan publik bahwa format baku (dengan drum dan atau keyboard) tidak merupakan suatu keharusan dalam mendirikan sebuah “working group”. Bassis dan gitaris berganti-ganti, kadang Rudy Aru dan Hery Wijaya bermain pada bass akustik, dan kadang Rizky Diansyah dan Ardi memainkan gitar.

Walau awalnya dimaksud untuk menunjukan kekuatan tiga instrumen string akustik, namun pada Jendela Jazz ini Bandung String Trio akan berembel-embel “Electric” menjadi Bandung Electric String Trio.

JENDELA IDE KIDS PERCUSSION
Jendela Ide Kids Percussion didirikan tiga tahun yang lalu, sebagai salah satu bentuk kegiatan dari kegiatan budaya yang diperuntukkan bagi anak-anak dan remaja yang diselenggarakan oleh Jendela Ide (JI). Awalnya terkumpul dua puluh anak-anak dan remaja yang mempelajari rebana dibawah bimbingan Jaelani, fasilitator JI untuk musik anak-anak. Melalui proses tersebut terkumpul beberapa anak yang meminati lebih jauh untuk mempelajari alat musik Afrika djembe. Kemudian JI mengundang fasilitator Adjierao dan Atmo untuk mengajari mereka secara berkala, hingga akhirnya terbentuk kelompok perkusi anak yang solid. Jendela Ide Kids Percussion (JIKP) dan Jendela Ide Junior Percussion kemudian pun sering tampil pada penyelenggaraan seni dan budaya di Bandung maupun di Jakarta. Tahun 2004 JIKP turut serta dalam workshop perkusi bersama penabuh djembe asal Burkina Faso, Afrika, dan beserta komponis Tomoko asal Tokyo Jepang.

Tahun ini JIKP sempat tampil di JazzAID Konser di CCF-Bandung, Java Jazz Festival di JHCC-Jakarta, serta menjadi kelompok pembuka pertunjukan musik jazz Trio Dingo asal Australia di Aula Timur ITB.

ERLAN EFFENDY
Vokalis kelompok Top40 Bandung ternama Wachdach ini pernah mengungkapkan keinginan pribadinya untuk juga mencoba tampil menyanyikan karya-karya standard dengan irama swing. Mungkin akan tampil dengan karya-karya rb-jazz seperti karya-karya Al Jarreau dan Michael Buble, namun hingga tulisan ini dibuat belum menemukan kelompok pengiring yang pasti. Kita lihat saja…

SEKAPUR SIRIH
Prasandhya – elektrik bass; Bonar Noviasta – gitar; Andreas Nandhiwardana – gitar; Lukman Agus – drum; Rara Utami– keyboard.

Kelompok musik yang beranggotakan anak-anak Unit Apres(iasi) ITB. Pertamakali dikenal oleh KlabJazz pada saat penyelenggaraan Ganesha Jazz Event, yang juga diselenggarakan oleh Unit Apres ITB bekerjasama dengan KlabJazz (kemudian beberapa di antara mereka pun aktif membantu pada kegiatan-kegiatan KlabJazz). Repertoir SekSi berkisar pada karya-karya akustik fusion Acoustic Alchemy dan Lee Ritenour. Sejak itu SekSi selalu tampil pada event-event KlabJazz; JazzAID, Gerbang Jazz Unpad hingga Pekan Jazz Priangan. Dan mulai sering diundang pada event-event jazz di kota Bandung, seperti pada Jazztastic dan acara-acara kampus di kota Bandung. Hadirnya aktivis KlabJazz termuda pianis Rara Utami (16 tahun) pada formasi SekSi menjadikan SekSi berubah menjadi quintet, walau sebelumnya juga pernah mencoba menghadirkan pemusik akordeon dan saxopon.

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker