NewsProfile

NORAH JONES


Ketika mengeluarkan album pertama yang berjudul “Come Away With Me” di bawah label musik jazz terkemuka Blue Note Records dalam bulan Februari 2002, Norah Jones tidak menduga kalau albumnya tersebut akan menjadi bestseller. Kenyataannya, dia selalu dengan harapan yang paling buruk. Karena menurutnya, banyak hal yang dapat merubah sesuatu dengan cepat. Biasanya dengan hal seperti itu, sering terjadi hal-hal yang mengejutkan yang bermakna positif.

Ternyata dugaan Jones tersebut tidaklah meleset. Dia mendapat kejutan yang luar biasa. Album tersebut berhasil meraih penghargaan Grammy dalam 8 kategori, 18 juta kopi berhasil terjual di seluruh dunia dan membuka pintu dunia akan kesuksesan karier bersama kelompok bandnya. Dugaan Arif Mardin (seorang produser terkenal yang juga pernah menangani artis selevel Aretha Franklin, Dusty Springfield dan Bee Gees), produser Norah Jones, bahwa orang-orang telah siap untuk mendengarkan musik yang hangat. Norah Jones adalah semacam pasukan garis depan dari sebuah sajian musik pop jenis yang lain, yang telah lama dirindukan para pendengarnya. Kita sekarang berada dalam sebuah periode waktu di mana para pendengar merindukan sesuatu dari seseorang yang benar-benar artis.

Album itu sendiri menampilkan bintang tamu para musisi jazz papan atas saat ini seperti gitaris Bill Frisell dan drummer Brian Blade. Hal ini juga menunjukan arah baru untuk perusahaan rekaman Blue Note yang mengkombinasikan keindahan musik jazz dan bakat dengan sebuah kepekaan musik pop.

Demikian juga dengan albumnya yang terakhir “Feels Like Home” yang dikeluarkan oleh Blue Note pada tahun 2004 yang lalu. Album tersebut mempersembahkan kemampuan Jones sebagai penyanyi, penulis lagu (dalam beberapa lagu) dan pianis. Tentunya masih dengan dukungan band, tim manajemen dan sound engineer yang sama dengan album sebelumnya. Termasuk Jones menulis lirik lagu milik Duke Ellington ‘Melancholia’ dengan memberi judul ulang ‘Don’t Miss You At All’. Single pertama dari album ini adalah ‘ Sunrise’ yang begitu popular di Indonesia beberapa saat lalu.

Album “Feels like Home” direkam dalam 2 sesi. Bulan April 2003 Jones dan bandnya berkumpul dalam sebuah studio di New York dan mulai rekaman untuk beberapa lagu, termasuk beberapa lagu yang telah mereka tampilkan dalam konser. Setelah disisipi dengan rangkaian konser di Amerika Serikat, para musisi kembali berkumpul di New York untuk meneliti ulang beberapa lagu yang telah direkam. Mereka juga mencoba untuk membuat aransemen yang berbeda dan memasukan beberapa lagu baru.

Dalam album tersebut, Norah Jones bermain piano, wurlitzer dan organ pompa. Selain itu, dibantu oleh Adam Levy dan Kevin Breit (gitar), Daru Oda (backing vocal), Lee Alexander (bass) dan Andrew Borger (drum). Bintang tamu yang ikut hadir antara lain Dolly Parton, Brian Blade dan Levon Helm (drum), Garth Hudson (organ/akordion), Jesse Harris dan Tony Scherr (gitar) serta Rob Burger (keyboard).

Dalam album ini baik musik atau pun penampilan Jones tampil lebih natural, tidak banyak koreksi nada ketika rekaman dan suaranya selalu menyentuh jutaan orang di seluruh dunia. Seperti dalam album pertamanya, Jones mengisi gaya musiknya dalam album “Feels Like Home” ini dengan campuran warna musik country, pop dan jazz. Dalam album pertamanya penampilannya cenderung mellow dan menampilkan lagu-lagu ballad. Dalam album barunya dia tampil lebih variatif.

Keberhasilan tersebut tidaklah mudah diraih oleh gadis kelahiran New York pada tanggal 30 Maret 1979 ini. Dia memang putri dari Begawan musik dari India, Ravi Shankar. Namun kalau dilihat dari perjuangan meniti karier musiknya, dia lebih mandiri. Tumbuh besar dengan asuhan ibunya di Texas, mulai mendengarkan karya-karya dari Billie Holiday dan Bill Evans yang baginya adalah menarik dan menantang. Perhatian terhadap musik jazz semakin besar setelah dia masuk sekolah menengah atas di Booker T Washington, Dallas dalam program performing and visual arts. Selama di sekolah tersebut, Jones sudah mengantongi penghargaan dari majalah musik jazz terkemuka Downbeat yang mengadakan acara Downbeat Students Music Award dengan kategori Best Jazz Vocalist dan Best Original Composition pada tahun 1996. Pada tahun 1997 dia memperoleh kembali juara dua dari kategori Best Jazz Vocalist.

Dengan menyimpan bakat hebatnya sebagai vokalis jazz yunior, Jones masuk University Of North Texas dalam program piano jazz selama 2 tahun. Sampai seorang teman menawari pekerjaan untuk tampil di sebuah jazz klab terkenal di New York Greenwich Village selama musim panas 1999. Meskipun keinginannya masih cukup kuat untuk kembali ke sekolah tersebut, namun suasana jazz klab tersebut lebih kuat daya tariknya bagi Jones. Selain itu, Jones juga ikut terlibat dalam sebuah band trip-hop-electronica yang bernama Wax Poetic. Serta membentuk kelompoknya sendiri dengan merekrut Jesse Harris (gitar), Lee Alexander (bass) dan Dan Rieser (drum)

Dalam bulan Oktober 2000, kelompok baru tersebut mendapat kesempatan untuk menunjukan demo untuk label Blue Note. Kontrak kerja sama mereka baru disepakati di awal tahun 2001. Pada waktu itu dia juga pernah tampil dalam beberapa kesempatan bersama gitaris jazz funk Charlie Hunter serta terlibat dalam proyeknya “Songs From the Analog Playground”.

Playground”.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker