News

WILLEM BREUKER KOLLEKTIEF TOUR INDONESIA 2005: MAMPIR KE JOGJA!

WBK saat tampil di Erasmus Huis (2005)
WBK saat tampil di Erasmus Huis (2005)
Willem Breuker Kollektief saat beraksi di panggung

Setelah bulan November lalu, hadir sejumlah musisi jazz dunia dari Bali Jazz Festival ke Jogjakarta, mengawali bulan Desember ini, kembali hadir kelompok musik terbaik dari Belanda benama Willem Breuker Kollektief yang mengusung musik Free Jazz dan Avant garde dengan humor, parodi dan ironi

Kelompok yang didirikan tahun 1974, Kollektief terdiri dari sepuluh musisi yang berimprovisasi dan berpetualang dengan kemampuan yang istimewa. Breuker menulis musiknya dengan musisi – musisi yang khusus. Umumnya musik Kollektief ditulis oleh Willem (kadang ditulis oleh anggota bandnya).

Setiap musisi memberikan kontribusi improvisasi yang cerdas terhadap suara Kollektief. Willem Breuker (soprano sax, clarinets), Hermine Deurloo (alto sax, harmonica), Maarten van Norden (tenor sax), Arjen Gorter (double bass), Henk de Jonge (piano, synthesizer), Bernard Hunnekink (trombone, tuba), Rob Verdurmen (percussion), Andy Altenfelder (trumpet), Andy Bruce (trombone) dan Boy Raaymakers (trumpet).

Kelompok ini akan tampil Sabtu 10 Desember 2005 mulai pukul 19.30 wib, di Gedung JEC (Jogja Expo Centre), Ruang Yudhistira Jl. Raya Janti, Yogyakarta dengan penyelenggara Erasmus Huis Jakarta, Karta Pustaka Yogyakarta dan turut didukung oleh Jogja Expo Center, Warta Jazz.Com, Ardia Jazz Radio, Elti Radio.

Anda yang tertarik menonton kelompok ternama asal Belanda ini silakan mengontak alamat-alamat berikut ini :

  • Karta Pustaka: Jl. Bintaran Tengah 16. Phone: (0274) 383792
  • Warta Jazz.Com: Jl Munggur 50, Demangan Kidul. Phone: (0274) 512561
  • Elti Radio: Jl. Sabirin 6, Kotabaru. Phone: (0274) 557215

Selain manggng di Jogjakarta, Willem Breuker Kollektief juga dijadwalkan manggung di Pusat Kebudayaan Belanda, Erasmus Huis Jakarta Rabu (7/12).

***

Saksofonis dan klarinetis sekaligus komposer dari negeri kincir angin Belanda Willem Breuker kelahiran Amsterdam, pada tahun 1944 ini pada tahun 1966 sudah membentuk band atau ensemble yang beranggotakan 23 musisi dan pada tahun yang sama dia juga telah membuat rekaman bersama dengan ensemble besar yang dipimpin oleh pianist ternama dari Jerman Alexander von Schlippenbach yaitu Globe Unity Orchestra suatu ensemble yang memainkan musik free jazz dan improvisasi kolektif. Beberapa tahun kemudian Willem Breuker bersama pianist Misha Mengelberg dan pemain drums Han Bennink membentuk suatu ensemble yang juga memainkan musik-musik free jazz, improvisasi kolektif dan avant garde yang diberi nama Instant Composers’ Pool (ICP) yang juga sekaligus menjadi suatu perusahaan rekaman untuk merekam musik-musik mereka. Pada tahun 1973 Willem Breuker keluar dari ICP dan pertengahan tahun 1970 an dia membentuk grup Willem Breuker Kollektief yang merupakan salah satu pioneer atau pelopor gaya eclectic jazz ensemble yang masih aktif sampai sekarang.

Willem Breuker Kollektief (WBK) sampai sekarang merupakan salah satu ensemble terbaik dari Eropa yang memainkan improvised music dan musik kontemporer dan bermain baik di klub-klub jazz maupun di philharmonic hall. WBK bisa dikatakan memainkan musik hybrid dengan persilangan jalur musik tradisional, WBK melakukan pendekatan musikal dengan mengkombinasikan musik jazz, musik serius seperti musik klasik kemudian juga dikombinasikan dengan marching band dan musik circus sampai musik latin dan musik untuk film dan teater bahkan dalam penampilannya pun, kelompok ini sering melakukan atau mengkombinasikan musiknya dengan suatu performing teatrikal atau suatu happening art sebagai tuntutan dari konsep musik mereka. Dalam mengemas musiknya atau menciptakan komposisi Breuker lebih menentukan berbagai detail dan kebebasan terdapat pada cara elemen-elemen kecil yang digabungkan secara spontan dalam bentuk kolase. Dalam konsep komposisi Breuker, gramatik musiknya sendiri tidak baru, bahkan ketukan dasar dan harmoni tonal sering ada. Namun unsur tradisi ini digarap dengan teknik kolase, alienasi dan parodi , dan sebenarnya ini mengembangkan dari konsep yang pernah dibuat oleh Kurt Weill dan Hans Eisler. Seorang kritikus dan pengamat musik Ekkehard Jost mengemukakan tentang musik dari WBK sebagai berikut, “Breuker tidak menciptakan suatu bahasa musik baru, melainkan yang baru adalah cara dia dapat mengkombinasikan masing-masing elemen yang sudah ada”. Sehingga dari konsep musik yang ditawarkan oleh Breuker kita dapat menemukan nuansa-nuansa humor dan ironi selain juga unsur-unsur kejutan dalam musiknya, juga improvisasi dan komposisi “sesaat” atau spontan yang juga merupakan unsur penting yang ingin ditonjolkan oleh Breuker.

Lebih lanjut tentang WBK dapat dibaca di artikel profil WBK yang pernah kami muat beberapa waktu yang lalu. (*/Ajie Wartono/Agus Setiawan B/WartaJazz.com)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker