News

MAGIC FINGERS : ALBUM BARU DARI GITARIS ASAL BALI, BALAWAN

Dikalangan praktisi musik jazz baik tanah air maupun manca negara, nama Balawan sudah tidak asing lagi. Pemilik nama I Wayan Balawan ini lahir diGianyar, Bali pada 9 September 1973. Ia mulai bermain musik pada umur delapan tahun dan mendirikan grup band pada saat duduk di bangku sekolah dasar. Balawan banyak memainkan lagu-lagu dari Deep Purple dan Beatles. Jenuh dengan musik rock, tamat dari SMU dia pindah ke Sidney untuk belajar jazz gitar dan vokal di the Australian Institute of Music. Talentanya yang besar di musik membawanya meraih beasiswa selama tiga tahun (Diploma of Music). Setelah merampungkan pendidikannya, Balawan berkarir sebagai gitaris profesional di Sidney selama lima tahun dan namanya pun mencuat sebagai salah satu dari deretan pemain gitar handal.

Tahun 1997, Balawan pulang ke tanah kelahirannya. Bersama kawan-kawan semasa kecilnya ia mendirikan Batuan Ethnic Fusion, sebuah grup musik yang memainkan musik etnik Bali yang dikombinasikan dengan musik jazz. Mereka sempat merilis album pada tahun 1999 berjudul gloBALIsm.

Balawan dikenal sebagai gitaris yang handal memainkan gitar secara teknik tapping, yaitu teknik khusus dimana jari-jari kiri dan kanan secara bersamaan memainkan bass, chords, dan melody, seakan-akan dia memainkan piano. Publik pun dibuatnya takjub dengan kepiawaiannya memainkan dua gitar secara bersamaan dengan cepat, lincah, juga melodius.

Balawan juga dikenal sebagai guru gitar dan sering tampil di berbagai sekolah musik di kota-kota di Indonesia. Ia pun kerap memberikan klinik gitar dan promo tur yang disupport oleh gitar Ibanez dan Laney amplifiers. Selama ini Balawan telah banyak melanglang buana, merambah festival demi festival bergengsi manca negara. Di Bali sendiri, dia terkadang tampil di Jazz Café, Ubud, Bali.

Sepanjang karir musiknya, Balawan pernah tampil disejumlah pertunjukan internasional seperti – East Meet West Gitarren Festival Edenkoben Germany (2000), Open Strings Guitar Festival Osnabrueck Germany (2000), Tour International Guitar Nights in 12 Cities in Germany (2001), Hell Blues Festival in Trondheim Norway September (2001), Hell Blues Festival in Trondheim Norway (September 2005), Australian tour 4 cities with Batuan Ethnic Fusion (Oktober 2005), Pop Asia Fukuoka japan (October 2005) dan Tokyo Asia music Market Tokyo japan (2005) serta Bali Jazz Festival (2005)

MAGIC FINGERS
Balawan pernah merilis album solo pada tahun 1994 dibawah sebuah label asal Jerman. Kini tepat pada 8 Desember 2005, Balawan meluncurkan karyanya bertajuk MAGIC FINGERS, yang dapat dinikmati secara luas oleh khalayak penikmat musik Indonesia.

Album yang dirilis dibawah label SONY BMG Music Entertainment Indonesia ini menyajikan 11 komposisi hasil pergulatan Balawan di berbagai studio mulai dari Sanur, Denpasar, hingga Tokyo. Selain komposisi karyanya sendiri, ia juga menggarap lagu daur ulang, antara lain Semua Bisa Bilang, yang nge-top di taun 70-an oleh Charles Hutagalung. Lagu ini diaransemen ulang dengan gaya European Gipsy Jazz yang bernuansa melayu yang dipilih sebagai hit single pertama.

Ada juga Arti Kehidupan-nya Mus Mujiono dan lagu Sesaat Kau Hadir-nya Utha Likumahua. Mendengarkan keseluruhan album yang dikemas dalam format jazz etnik ini, kita seakan diajak berkontemplasi, keluar sejenak dari hingar bingarnya kehidupan. Untuk menikmati sisi indah kehidupan ini melalui alunan komposisi musik yang indah pula.

Bagaimana materi jazz instrumentalnya?, Balawan menampilkan Prelude yang merupakan Reprise dari lagu janger. Sementara di ‘Magic Reong’ ia mempersembahkan alat musik traditional Reong yang dimainkan oleh dua orang. Alat musik reong ini adalah salah satu alat gamelan di Bali yang paling susah untuk dimainkan. Lalu ‘The Dances of Janger’, merupakan lagu traditional bali yang sangat terkenal, yang diaransemen dengan gaya modern dengan menampilkan alat musik gangsa ,satu alat yang dimainkan oleh dua orang sekaligus berhubung dengan cepatnya tempo dari melodinya. Disusul kemudian ‘Mainz In My Mind’ dengan irama waltz ¾ yang menampilkan permainan guitar bergaya tapping atau touch style atau gaya permainan piano yang diterapkan pada gitar. Dan tentunya disertai biola untuk memperkuat nuansa eropanya ( Mainz adalah sebuah kota di Jerman dekat Frankfurt).

Melengkapi album ini, Balawan juga menyajikan gaya music country dengan tempo yang cepat, dengan permainan gitar yang cepat juga, dan dikombinasikan dengan alat musik
Cengceng beleganjur yang sangat ritmikal dan penuh sinkopasi pada nomor ‘Country Beleganjur’ dan satu-satunya lagu yang berbahasa Inggris ‘Like A Bird’ disajikan dengan irama modern dengan sentuhan gamelan.

Untuk anda yang ingin mengoleksi album-album dari Balawan, silakan mengontak Redaksi Wartajazz.com di Tebet Utara III D No. 11 Telp. (021) 8310769

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker