FestivalJava Jazz FestivalNews

JAKARTA JAVA JAZZ FESTIVAL 2006: LAPORAN HARI KEDUA (Bagian Kedua)

Penampilan Lee Ritenour yang banyak ditunggu-tunggu penonton Java Jazz Festival 2006. Photo: Agus Setiawan B © WartaJazz.com

Memasuki hari kedua penyelenggaraan JJF 2006, para penggemar musik jazz disuguhi dengan berbagai line up yang menarik seperti Michael Lington & Magenta Orchestra feat Jeff Lorber dengan bintang tamu Eric Benet, Shakila & Harvey Malaiholo, Brand New Heavies, Hiromi, Take 6, Saharadja, Bintang Indrianto & Deny Chasmala feat Sujiwo Tejo dan masih banyak lagi. Berikut ini laporan pada hari kedua, bagian kedua dari tiga tulisan.

LEE RITENOUR

Seperti yang diungkapkan dalam situsnya di halaman depan, “Saya akan mengawali kegiatan tahun ini dengan tampil di Java Jazz Festival 2006 di Jakarta”. Begitulah cuplikan tulisan dari seorang gitaris fusion terkemuka yang dulu pernah mendapat julukan Captain Fingers, Lee Ritenour. Untuk kesekian kalinya, membuktikan perhatiannya terhadap para penggemarnya di Indonesia Lee Ritenour dengan tampil dalam JJF 2006. Kali ini, dia dikawal oleh Barnaby Finch (keyboard), Malvin Smith (bass), Oscar Seaton (drum) dan dalam beberapa lagu juga menampilkan bintang tamu saxophonis Gerald Albright dan penyanyi dari Indonesia yang sedang naik daun Ello.

Meskipun awalnya diganggu dengan masalah sound system pada gitarnya, dengan yakin Ritenour membuka pertunjukannya dengan tembang ‘Lil Bumpin’ yang diambil dari albumnya di tahun 1993 “Wes Bound”. Berikutnya dengan mengundang Gerald Albright, ‘Boss City’ ditampilkan bersama dengan solo Albright yang cukup baik. Dalam lagu ini Ritenour menggunakan sebuah gitar akustik-elektrik tanpa body gitar. Melvin Smith juga unjuk kebolehannya dalam tembang ‘Night Rhythm’ yang bercorak latin dengan cabikan bassnya yang kuat. Duet gitar dan bass (kali ini memakai bass elektrik 7 senar) sempat menghibur penonton dengan “guyon” musiknya dalam judul komposisi ‘Etude’.

Setelah meluncurkan komposisi bossa nova terkenal ‘Aqua De Beber (Water To Drink)’, Ello tampil ke atas panggung menyanyikan sebuah karya ciptaan Bob Marley ‘Waiting In Vain’ dengan suara yang cukup tinggi. Penampilan mereka ditutup bersama trademark Ritenour yang terkenal Rio Funk dengan interlude yang cukup lama. Secara keseluruhan penampilan mereka cukup memuaskan, meskipun barangkali seseorang merindukan sesuatu yang baru darinya.

Iwan Hasan dengan gitarnya yang unik saat tampil bersama Discus di Java Jazz Festival 2006. Photo: Ajie Wartono © WartaJazz.com

DISCUS

Siapa nyana kalau balutan metal dan vokal growl bisa jadi anak manis dengan kehadiran Andien menyanyi “For This Love” (album pertama: Discus 1st), kendati waltz ini tetap berkesan gelap-misterius dengan nuansa bel sahut-menyahut kanonik (mungkin love di sini di Gotham City atau di serialnya Alfred Hitchkock). Akan tetapi, bukan progresif namanya kalau segmen lain nomer ini tidak tiba-tiba menjadi rock metal dengan bentuk-warna-irama yang sama sekali lain. Yang tidak mengejutkan dari Discus adalah ketika mereka masuk 5 besar untuk sejumlah kategori polling penonton Progday 2000 (AS).

Nomer panjang yang ditampilkan memang bisa terdiri dari beberapa segmen; “System Manipulation” dimulai dengan vokal etnik Yuyun dan handclaps semua personil; di tengahnya ada Fadhil Indra yang berpindah dari keyboard membentuk irama lain dengan rindik Bali; di bagian lain Iwan Hasan memetik seperti musik giring-giring Kalimantan; di ujung lain Anto Praboe (clarinet, sax, flute) meniup tarompet.

Konser ini juga menampilkan 3-pieces orchestra, “Condissonance”, trio violin-bass clarinet-gitar harpa. Di tengahnya ada kesempatan solo gitar harpa bersenar 21 yang menjadi bagian dari rekaman “Transcultural Echoes on 33 strings”. Bagian violin dimainkan eksklusif oleh Eko Partitur.

Discus yang juga beranggotakan Kiki Caloh (bass), Hayunaji (drums), dan Krisna (keyboard)  membuka dengan “Fantasia Gamelantronique”. Selain vokal tamu Andien, Fadly (Padi) juga menyumbang suara di akhir dengan komposisi nangroe. Kehadiran mereka menjadi salah satu yang beda dengan tema JJF sesi 5 Maret lainnya..(*/Arif Kusbandono/Roullandi N. Siregar/Ceto Mundiarso/WartaJazz.com)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker