News

PATRICIA BARBER

Pianis sekaligus vokalis Patricia Barber memiliki sebuah karier yang brilian yang ditunjukannnya sebagai interpretator lagu yang cerdas maupun sebagai penulis lagu yang banyak menghasilkan keindahan lirik. Dapat dikatakan tidak banyak artis yang mampu melakukan hal serupa. Hal tersebut sudah diakui oleh segenap kritisi musik atas kesuksesannya baik ketika membuat rekaman di studio, atau di atas panggung. Patricia saat ini memang masuk dalam jajaran pasukan garda depan dari para vokalis jazz perempuan dengan gaya barunya. Sejak 10 tahun yang lalu karier musiknya terus diamati oleh para pecinta musik jazz.

Penyanyi jazz pandatang baru kelahiran Chicago yang mempunyai karakter suara alto dengan sedikit berat dan mengeluarkan efek vibrato ini mempunyai kepekaan dalam merespon keindahan sebuah melodi lagu. Sehingga membawa pendengar ke dalam suasana yang sedikit aneh dan imajinatif. Tidak itu saja, penampilannya sebagai pianis juga layak diperhitungkan. Banyak penyanyi jazz yang mampu bermain piano. Tetapi sebagian besar hanya bersifat pengisi saja. Agak lain dengan penyanyi yang satu ini. Ketika Barber berimprovisasi dengan pianonya, seolah-olah juga menjadi tontonan tersendiri. Gaya penampilan sebagai pianisnya sendiri cukup menantang kalau dibandingkan dengan para pianis musik jazz yang lain.

Dia adalah puteri dari seorang pemain saxophone yang pada masa lalu pernah bermain bersama Glenn Miller, Floyd “Shim” Barber. Setelah belajar piano klasik dan psikologi di University Of Iowa, dia kembali ke Chicago untuk bermain musik jazz dan pada tahun 1984 mulai memimpin sebuah band yang memuluskan kariernya. Pada saat itu, kelompok tersebut sudah tampil regular di sebuah bar terkenal di Chicago, Gold Star Sardine Bar. Cukup lama Barber mengasah pengalamannya sampai pada tahun 1994 ketika mendapat kesempatan untuk tampil di sebuah tempat bersejarah yang menjadi ajang representasi musisi jazz di Chicago, Green Mill, dia semakin serius dan fanatik terhadap musik jazz. Di sela-sela kesibukannya yang menghabiskan waktu malam tersebut, dia juga berhasil menyelesaikan studinya di Northwestern University dan mendapatkan gelar MA dalam bidang musik pada tahun 1996

Sudah sejak awal Patricia mencoba mendokumentasikan kreatifitasnya. Pada tahun 1989 sudah menghasilkan album “Split” di bawah label rekamannya sendiri Floyd. Tidak seberapa lama setelah itu, perusahaan rekaman besar dan terkenal musik jazz Verve menawarkan kontrak kerja dengannya yang telah menghasilkan album “A Distortion Of Love” pada tahun 1992. Dalam kesempatan tersebut, reputasinya semakin luas dikenal oleh publik penggemar musik jazz di Amerika. Namun Patricia tidak merasa cocok dengan kebijakan dari perusahaan tersebut yang menurutnya sangat mengekang kreatifitasnya sehingga membuat kerjasama tersebut tidak bertahan lama.

Tidak lama setelah itu, dia masuk ke sebuah perusahaan rekaman kecil Premonition. Dari label tersebut menghasilkan album “Café Blue” pada tahun 1994 dan “Modern Cool” di tahun 1998. Pada tahun 1998 itu juga, perusahaan rekaman besar dan terkemuka Blue Note membeli Premonition. Usaha pemasaran perusahaan ini banyak sekali membantu untuk menambah kekuatan promosi reputasi Patricia ke dalam kancah musik jazz internasional. Album baru keluar pada tahun 1999 dengan judul “Companion”. Album tersebut adalah rekaman pertunjukannya di Green Mill.

Penampilan selanjutnya dapat disimak dalam album “Night Club” di tahun 2000 dan “Verse” pada tahun 2002. Untuk album yang terakhir disebut tadi, mendapat kesuksesan yang besar, terutama dalam hal pencapaian musikalnya. Dia memperoleh penghargaan bergengsi dalam bidang seni dari Guggenheim Foundation pada tahun 2003. Sementara konsernya di Paris pada tahun 2004 yang didokumentasikan dengan judul “Live: A Fortnight In Paris” menjadi salah satu album unggulan dari penyanyi ini.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker