News

RENE MARIE

Penampilan vokalis jazz kelahiran Virginia pada 7 November 1955 ini cukup unik dan menantang. Bagaimana tidak, jika orang yang melihat penampilannya dipanggung tidak dapat menebak akan seperti apa nanti penampilannya meskipun dia sudah mendengar koleksi CD albumnya. “Momen menjadi sangat berarti”, ujar Rene Marie tersebut. Penampilannya akan tergantung kepada moodnya pada saat itu yang sangat mungkin dapat berubah-ubah dalam hitungan menit sekalipun. Bisa jadi aneh atau merdu dan indah suara yang keluar dari mulutnya.

Penyanyi ini dianugerahi dengan jangkauan nada yang mengesankan dan mempunyai beberapa variasi pengaruh dari para penyanyi jazz yang lebih senior. Dia mampu menunjukan apresiasinya terhadap vokalis jazz legendaris Betty Carter dalam penampilannya yang singkat. Sementara karakter suaranya sendiri, unsur musik blues dan soulnya cenderung dominan. Hal tersebut dipelajarinya dari vokalis jazz legendaris yang lain seperti Sarah Vaughan, Ella Fitzgerald, Dinah Washington atau Nancy Wilson. Dan sampai sejauh ini dia masih konsisten untuk membawakan musik jazz, tanpa tertarik untuk menampilkan musik pop atau jazzy.

Selama beberapa tahun dia tidak begitu agresif dalam mengejar karier musiknya. Lebih senang untuk mengasuh kedua anaknya di tempat asalnya Roanoke Virginia. Ketika anak-anaknya mulai tumbuh besar, awalnya Marie hanya tampil di pesta pernikahan teman-temannya sendiri. Menurutnya, dia akan menjadi terlalu sibuk jika mengejar karier sambil mengurus anaknya.

Sampai pada tahun 1995, ketika usianya sudah menginjak 40 tahun, justru salah satu anaknya yang mendorongnya menjadi penyanyi jazz secara professional. Meskipun awalnya masih ragu, tetapi lambat laun dia menyetujui usulan tersebut. Akhirnya pada 1997, dia telah mantap pendiriannya untuk membuat album yang berjudul “Renaissance”. Sampai suatu ketika dia bersama bandnya tampil di klab jazz terkenal Blues’s Elley Washington DC di tahun 1999, ada seorang banker di antara penonton yang menawarinya untuk masuk ke dalam perusahaan rekamannya yang baru saja dia dirikan. Orang itu adalah Richard McDonnell, bos dari label jazz baru MaxJazz.

Pada tahun 2000, album “How Can I Keep From Singing” muncul dan diikuti oleh album “Vertigo” pada tahun berikutnya. Kedua album tersebut diproduksi oleh pianis jazz Bruce Barth. Untuk album “Vertigo”, berhasil mendapat pujian dan pengakuan dari segenap kritisi musik jazz terkemuka. Mereka rata-rata menilai album ini menjadi salah satu album vokal jazz yang layak diperhitungkan sepanjang sejarah musik jazz itu sendiri. Selain itu, dia masih memperoleh penghargaan pada posisi pertama dari Gavin Jazz Charts dan masuk dalam daftar top ten tangga lagu berbagai College di Amerika Serikat dan Canada.

Kesuksesannya dilanjutkan dengan album konsernya di klab jazz Jazz Standard New York yang dimasukan dalam albumnya “Live At The Jazz Standard” pada tahun 2003. Selain itu sejaka tahun 2004 dia mulai tertarik untuk menulis lagu karyanya sendiri. Bahkan dalam sebuah wawancara di majalah jazz terkemuka Downbeat, dia malah menolak untuk menampilkan kembali komposisi-komposisi standard jazz. Menurutnya seperti mempertahankan kepalsuan saja. Hasil karyanya sendiri tersebut dirangkum dalam album “Serene Renegade”.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker