News

DOM MINASI – THE VAMPIRE’S REVENGE


CDM Records

Komposisi:
Disc One:
1. The Seduction,
2. Who’s Your Dentist?,
3. Just One More Bite,
4. The Transformation,
5. The Dark Side,
6. The First Day.
Disc.Two:
1. Blood Lust,
2. The Hunt,
3.Where You Gonna’ Go? Where You Gonna’ Hide?
4. The Vampire’s Revenge

Musisi :
Dom Minasi (12 & 6 string guitars),
Ken Filiano (bass/electronics),
Jackson Krall
(drums),
With Special Guest Artists:
Perry Robinson
(clarinet),
Joe Giardullo (soprano sax),
Jason Kao Hwang (violin),
Tomas Ulrich (cello),
Mark Whitecage, Blaise Siwula, Ras Moshe (alto saxes),
Steve Swell (trombone),
Borah Bergman, Matthew Shipp (pianos),
Herb Robertson, Paul Smoker (trumpets),
Joe McPhee, Sabir Mateen, John Gunter (tenor saxes),
Francois Grillot (bass-2)
Carol Mennie (vocal),
Peter Ratray (recitative)
Byron Olson (conductor)

Dom Minasi adalah satu artis Jazz yang banyak dipuji sekaligus banyak dikritik baik dari majalah, internet maupun radio. Dom bukanlah orang baru dalam dunia musik, dia telah membentuk trio sejak umurnya masih 15 tahun. Pada Umur 19-20 tahun dia telah banyak memiliki asuhan tapi akhirnya dia memangkas menjadi 95 orang supaya dia tetap bisa bermain beraktivitas 6 malam dalam 1 minggu yang dihabiskannya untuk menjadi cadangan dan mengatur musikalitas para vokalis.

Banyak waktu yang dihabiskan tidaklah sia-sia. Dia telah membuat lebih dari 300 karya baik komposisi lagu maupun lirik. Dari karirnya yang panjang dia telah bekerja keras, bermain musik dengan segala gaya musik Jazz yang ada, bermain musik di Club Jazz ternama sampai pentas di Gedung Putih untuk menghibur Bill Clinton.

Karyanya yang terbaru ini, Vampire’s Revenge menampilkan gaya mainstream/free jazz yang terinspirasi dari tulisan Anne Rice yang berjudul Vampire Chronicles yang kemudian dikembangkan kedalam musik. Isi album ini benar-benar tidak ada rythmn dasar yang bisa membantu kita memahami alur lagu. Semuanya dimainkan berdasarkan intuisi dan improvisasi tapi album ini jelas sekali membentuk satu urutan kisah yang menceritakan tentang Vampire yang membalas dendam dari lagu pertama “The Seduction” yang menampilkan gaya elegan seorang vampire yang sedang merayu korban, dilanjutkan dengan “Who’s Your Dentist?” dimana korban mengetahui kejanggalan dari vampire ini dan “Just One More Bite” yang mengetengahkan kisah korban sampai lagu terakhir dimana sang korban yang telah menjadi vampire menuntut balas di “Vampire’s Revenge”.

Semua lagu sudah tersusun sebagaimana layaknya satu opera hanya saja opera ini disajikan dalam bentuk free jazz yang dimainkan oleh Trio dengan personil Dom Minasi sebagai pentolan pada gitar, Ken Filiano pada bass/electronics dan Jackson Krall pada drums. Semua kisah ini tidak akan terpentaskan dengan baik tanpa ada dukungan dari Perry Robinson (clarinet), Joe Giardullo (soprano sax), Jason Kao Hwang (violin), Tomas Ulrich (cello), Mark Whitecage, Blaise Siwula, Ras Moshe (alto saxes), Steve Swell (trombone), Borah Bergman, Matthew Shipp (pianos), Herb Robertson, Paul Smoker (trumpets), Joe McPhee, Sabir Mateen, John Gunter (tenor saxes), Francois Grillot (bass-2), Carol Mennie (vocal), Peter Ratray (recitative) Byron Olson (conductor). Jika dilihat dari susunan pemain-pemain yang mendukung album ini sudah seperti satu grup ensamble/brass classic yang biasa mengiringi satu karya besar Shakesphere di panggung opera.

Untuk anda penggemar mainstream/free jazz, album ini benar-benar tidak seperti album jazz seperti biasanya. Penuh intrik dan dramatis, tidak heran banyak kritik yang dilayangkan pada album konsep ini akan karya yang begitu rumit untuk dipahami tapi banyak pula menuai pujian. Dikemas dalam dua CD dengan panjang lagu dari 8 menit sampai 18 menit ini akan memberikan bayangan cerita kegelapan seorang vampire. Salah satu Pro dan Kontra dapat disimak dari penuturan Matt Cibula yang memberikan rating 4 berkata : “The “concept” is restricted to the song titles, which are vampire-related but aren’t all that interesting; in fact, the two worst tracks are the ones that actually reference the concept out loud. Sedangkan sebaliknya, “The Vampire’s Revenge is a long haul, but the consistent brilliance of Minasi’s recruits justifies the roomy settings”, kata Hank Shteamer – Time Out. NY (*/L3X/WartaJazz.com)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker