NewsProfile

OMAR SOSA – BALLADS


Ota Records

Komposisi:
1. Mis Tres Notas
2. Para Ella
3. Fragile
4. Twice As Sad
5.Gracias Senor
6. Para Dos Parados
7. Antes De Ir Va Esto
8. Tienes Un Solo
9. Raya
10. Shirma

Musisi :
Omar Sosa (piano, percussion)
Maria Marquez (vocals)
Gerardo Cilvetti (violin, viola)
Daniel Khachatrian (cello)
Sheldon Brown (bass clarinet, tenor saxophone)
Geoff Brennan, Rahsaan Fredericks (double bass)
Elliot Kavee (drums)
Rattu Lama (tabla)
Jesus Diaz (percussion).

Di Indonesia, jika kita berbicara tentang Omar, pastilah akan membicarakan Omar yang menyanyikan “There’s Nothing Like This” yaitu Omar Lye-Fook seorang keturunan campuran dari Ayah Tionghoa Jamaika dan ibu India yang membawakan lagu acid. Omar Sosa, seorang keturunan Kuba yang telah memenangkan beberapa award baik sebagai pianis maupun penulis lagu adalah Omar yang impresionis dalam bermusik.

Album “Ballads” bukanlah album baru, melainkan kompilasi dari album-album sebelumnya. Tampilan cover dan isinya sangat jauh berbeda dimana cover membuat orang berpikiran bahwa ini adalah satu karya hip hop / acid jazz sedangkan isinya adalah untaian nada melankolis, harmonis juga expresif dalam membaurkan ritmik indah dengan permainan jari diatas tuts piano yang senada dan “feel” yang mantap.

Agak susah untuk diungkapkan dalam kata-kata tapi lagu-lagu pilihan di album ini sangat mampu menghentikan kegiatan kita dan hanyut terbawa alunan nada-nada indah melodi yang harmonis(rhapsodic), terbalut dalam macam-macam aliran dari pengaruh musik Afrika Utara, Yoruba dari Barat Afrika, Afro-Cuban dari Amerika Selatan yang dikawinkan dengan Jazz dan sedikit Pop.

‘Ballads’ ini dikompilasi dari ‘Free Roots’, ‘Spirit Of The Roots’ dan ‘Bembón’ yang merupakan album trilogy ‘Roots’ ditambah album ‘Prietos’. Lagu-lagu dalam album ini dipilih secara selektif untuk menggambarkan perjalanan waktu dan musik Omar. Dibalik album iniada tertulis “While Omar Sosa is often lauded for his high-energy, percussive piano style, he has also a profound sense of expression in the delicate, lyrical realm. In this collection of ballads, loosely defined, taken from four of his early recordings, we are treated to a listening experience of beautiful melody and rich harmony, full of romanticism and grace – all with a Latin jazz heart.” Unsur romantisme klasik yang disebut itu dipengaruhi oleh Chopin dimana Omar pernah selama 2 tahun, setiap malamnya mendengarkan lagu Chopin sebelum tidur karena dia merasa sangat dekat dengan karya Chopin. (*/L3X/WartaJazz.com)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker