News

GEMPA MELANDA YOGYAKARTA, REDAKSI WARTAJAZZ.COM DIKABARKAN SELAMAT

Gedung di ISI yang mengalami kerusakan. Foto: Dwiki

Seperti yang telah kami informasikan (27/05) Sabtu yang lalu sekitar pukul 05.53 wib, terjadi sebuah gempa berkekuatan 5.9 pada Skala Richter (BMG) atau sekitar 6.2 SR menurut USGS di kota yang menjadi melting pot Indonesia atau kerap pula disebut miniatur Indonesia, Yogyakarta.

Salah satu yang terkena dampak dari gempa yang berlangsung 57 detik disusul beberapa gempa berskala lebih kecil setelahnya menyebabkan gedung ISI (Institut Seni Indonesia) Yogyakarta yang tertelak di Sewon, Bantul mengalami kerusakan. Selain itu, enam orang mahasiswa ISI dilaporkan tewas.

Dwiki Dharmawan, salah satu musisi yang berada di Jogjakarta melaporkan saat mendampingi Mendiknas Bambang Sudibyo bersama Anggito Abimanyu (Dewan penyantun ISI) dan Bramantyo Dekan Fakultas Seni Pertunjukkan mengunjungi kampus yang menjadi sekolah calon musisi orkestra maupun jazz, bahwa gedung Auditorium dan Rektorat mengalami kerusakan.

Berdasarkan catatan WartaJazz.com, di Auditorium ISI tersebut pernah digelar sejumlah workshop jazz antara lain menampilkan musisi jazz dari Amerika, Bill Heid Trio, kemudian Guerino Mazzola dan Heinz Geisser dari Swiss maupun Peter Ypma bersama Rotterdam Conservatory dari Belanda.

Menurut Ajie Wartono dari WartaJazz.com Yogyakarta, sejumlah peralatan musik seperti Baby Grand Piano dan sejumlah peralatan lainnya seperti perkusi, vibraphone dan lain-lain diselamat dan telah dipindahkan ke gedung yang tidak mengalami kerusakan. Begitu pula rekan-rekan musisi muda yang kerap memainkan musik jazz di Yogyakarta juga dikabarkan dalam keadaan baik.

ISI Yogyakarta diketahui melahirkan sejumlah kelompok jazz yang mulai diperhitungkan, seperti Jurasik Big Band yang sebagian personilnya mahasiswa ISI, pernah menjadi big band favorit di ITB Bandung dan sempat tampil di Bali Jazz Festival 2005. Lalu ada Jaco Quartet dan Anane yang juga tampil di BJF2005.

Ajie Wartono

Memimpin divisi Projects & Event Management. Pernah mengikuti Dutch Jazz Meeting di Amsterdam, Belanda. Selama dua tahun dipercaya menjadi Ketua Festival Kesenian Yogyakarta (2007, 2008) selain sebagai Program Director, Bali Jazz Festival dan Ngayogjazz

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker