News

OELE PATTISELANNO RILIS ALBUM SOLO, “PLAYS STANDARDS

Merilis album solo tentu saja menjadi impian bagi setiap musisi, apalagi kesempatan tidak datang begitu saja, terutama bagi para musisi Jazz tanah air. Adalah Dwiki Dharmawan, yang memberikan kesempatan tersebut pada gitaris senior dalam blantika Jazz Indonesia, Oele Pattiselanno untuk berkolaborasi dengan musisi-musisi handal asal negeri kincir angin, Belanda. Demikian, yang terungkap dalam acara konperensi pers yang diadakan di Jazz House, Balai Kartini, Kamis (18 Januari 2007). Album Oele Pattiselanno ini secara resmi dapat dijumpai di toko-toko musik mulai Januari 2007 ini. Selain juga tersedia melalui situs musikita.biz dan dapat pula dibeli lewat WartaJazz.com Acara ini dihadiri sejumlah media ibukota dan kritikus musik seperti Bens Leo, juga tampak hadir promotor sekaligus chairman Java Jazz Festival, Peter Gontha dan penyanyi Syaharani dan Ubiet, yang juga memberikan semangat untuk Oele Pattiselanno, bahkan turut bernyanyi setelah sesi tanya-jawab dengan media usai. *** Dwiki Dharmawan bertutur saat sesi tanya jawab dengan media, “Proses rekaman berlangsung satu hari saja di tahun 2004, dimana saat itu saya menjadi host bagi Peter Ypma Quartet yang datang memberikan workshop di Sekolah Musik Farabi atas undangan Erasmus Huis. Ini ajaib juga karena rekaman hanya 3jam saja”, ujarnya lebih lanjut. Proses kemudian dilanjutkan dengan menambah dua nomor guitar solo di tahun 2005, melengkapi album Plays Standards yang terdiri dari sembilan lagu jazz bergaya Swing/Mainstream. Seluruh pekerjaan aransemen dilakukan oleh Oele Pattiselanno. Rekaman dilakukan di Pendulum Studio, sementara Mixing di kerjakan oleh Santoz di Studio Senopati. sedangkan Hok Laj dipercaya untuk menangani proses Mastering di Slingshoot Studio. Tentang pengalamannya rekaman bersama musisi Belanda, Oele mengatakan “…Feelnya dapet, Dialek swingnya lebih terasa”. Lebih lanjut ia juga mengungkapkan rasa terima kasihnya pada Dwiki dan Erasmus Huis, sebab dirasakannya ini sebagai karunia dari Tuhan. Album ini juga didedikasikan untuk Perry Pattiselanno, adik kandungnya yang meninggal dunia akibat ledakan bom teroris di Amman Jordania 9 November 2005 silam. *** Dwiki Dharmawan, musisi yang juga produser album ini mengatakan, “Oele Pattiselanno adalah asset nasional. Sudah selayaknya dengan kapasitas beliau, memiliki album solo yang dapat memperkaya khasanah musik Indonesia. Musikita Records memiliki visi dan misi memajukan musik (Jazz) Indonesia, salah satunya dengan merilis album bagi para musisi Jazz senior.” “Selain Oele Pattiselanno, Musikita Records juga telah merilis 4 album lainnya yaitu Krakatau – 2 Worlds, Krakatau – Rhythm of Reformation, Ubiet sings Tony Prabowo – Music for Solo Performers serta Kande – Meukondre”, ujarnya lagi. Saat ditanya obsesi Oele Pattiselanno berikutnya, ia berujar sederhana “Saya ingin merilis album dengan komposisi sendiri, semoga karya saya yang sekarang mendapat tempat di hati para pecinta musik”.

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker