News

40 TAHUN MENINGGALNYA COLTRANE DIPERINGATI DENGAN DEBUT FILM BARU

A Love Supreme dari John Coltrane. Sebuah album yang sangat terkenal. (*/ist)

Tepat pada hari ini, 40 tahun yang lalu John Coltrane meninggalkan para penikmat musik jazz. Hingga sekarang, kesan yang ia tinggalkan masih membekas. Sebuah film terbaru besutan Bret Primack bertitel “Like Sonny” sebagai bagian dari enam seri Sonny Rollins Podcast — untuk merayakan hidup dan musik dari kreator luar biasa ini yang menceritakan persahabatan yang unik dengan dari seorang Coltrane bersama Sonny Rollins. Judul film ini sendiri diambil dari sebuah lagu yang diciptakan Coltrane yang bercerita tentang Rollins, mengambil melodi dari sebuah phrase yang ia dengar saat Sonny memainkannya.

Film dokumenter yang berdurasi tiga belas menit ini menampilkan interview bersama Sonny Rollins, Jimmy Heath, dan Paul Jeffrey; yang dicuplik dari sebuah interview radio ditahun 1960 bersama John Coltrane; dan video performances oleh Trane dan Sonny.

Bret Primack sendiri memproduksi video panggung dan dokumenter yang tersebar banyak di website-website. termasuk di Blog Bird Lives dan YouTube. Ia juga mensindikasikan video tersebut keberbagai blogs dan situs musik lainnya. Hingga awal July 2007, Bret telah memposting kurang lebih seratus empat puluh video yang ditonton lebih dari satu juta kali.

Informasi lebih lanjut tersedia di situs-situs berikut:

http://sonnyrollins.com/podcasts.php

http://www.youtube.com/watch?v=KckpQYnrozQ

http://www.jazzvideoland.com

***

John Coltrane lahir 23 September 1926 di Hamlet, North Carolina Amerika Serikat. Hidupnya dikelilingi oleh musik. Ayahnya memainkan beragam instrumen, membuat Coltrane sempat belajar E-flat Horn dan Clarinet sebelum akhirnya memutuskan bermain Alto Saxophone.

Ia belajar di Granoff Studio di Philadelphia dan Ornstein Schoof of Music. Semasa perang dunia kedua, ia sempat mengikuti wajib militer dan dan tampil bersama US Navy Band yang bermarkas di Hawaii.

Kerjasamanya dengan Miles Davis ditahun 1958, disebutnya sebagai kebebasan.Di masa itu ia dikenal sebagai orang yang memainkan beberapa notes pada saat yang bersamaan atau dikenal sebagai ‘sheets of sound’.

Tahun 1960 ia membuat formasi Quartet bersama pianis McCoy Tyner, drummer Elvin Jones, dan bassis Jimmy Garison. Belakang bergabung pula Pharoah Sanders dan Eric Dolphy. The John Coltrane Quartet sukses dengan sejumlah album hits antara lain “My Favorite Things”, “Africa Brass”, “Impressions”, “Giant Steps” dan yang paling fenomenal “A Love Supreme”.

Ia meninggal tahun 1967 karna penyakit liver yang dideritanya. Kala itu usianya masih 37 tahun. Beberapa catatan lain mengenai karyanya, pada tahun 1972, “A Love Supreme” mendapatkan penghargan Gold dari RIAA (Asosiasi Industri Rekaman Amerika), karena penjualan Love Supreme mencapai angka 500.000 di Jepang.

Sepuluh tahun kemudian RIAA menganugerahi almarhum dengan Grammy Award untuk Best Solo Jazz Performance untuk album ‘Bye Bye Blackbird’ yang kemudian diikuti penghargaan tertinggi “the Lifetime Achievement Award’ ditahun 1997. Salah satu bentuk penghargaan lain yang masih beredar hingga sekarang adalah perangko yang diterbitkan oleh United States Postal sebagai rangkaian dari penghargaan terhadap sejumlah musisi dan komposer.

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker